by Tri
Maret 01, 2022
Begini Ketentuan Aqiqah yang Sesuai Sunnah dalam Islam
Bagi umat Islam, memahami ketentuan aqiqah sejak dini menjadi hal yang sangat penting, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, banyak orang tua mulai mempelajari aturan aqiqah bahkan sebelum buah hati lahir. Tujuannya tentu agar persiapan dapat dilakukan dengan lebih matang.
Pada dasarnya, aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran anak. Selain itu, aqiqah juga memiliki nilai sosial karena dagingnya dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan. Lantas, bagaimana sebenarnya ketentuan aqiqah yang sesuai sunnah dalam Islam?
Ketentuan Aqiqah dari Segi Hukum
Pertama, ketentuan aqiqah dari segi hukum adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, orang tua akan mendapatkan pahala jika melaksanakannya, namun tidak berdosa apabila belum mampu menunaikannya.
Meskipun demikian, bagi orang tua yang memiliki kelapangan rezeki, sangat dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas amanah berupa seorang anak.
Ketentuan Aqiqah dari Segi Hewan yang Disembelih
Selanjutnya, ketentuan aqiqah juga telah dijelaskan secara jelas dalam hadits Nabi Muhammad ﷺ. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin menyembelih untuk anaknya, maka hendaknya ia menyembelih untuknya. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing.”
(HR. Abu Dawud)
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa hewan aqiqah yang disyariatkan adalah kambing atau domba. Adapun ketentuannya, anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.
Selain jumlahnya, kondisi hewan juga harus memenuhi syarat, yaitu:
- Sehat dan tidak sakit
- Tidak cacat
- Tidak terlalu kurus
- Telah cukup umur (minimal satu tahun)
Ketentuan Aqiqah dari Segi Doa yang Dianjurkan
Tidak hanya sebatas penyembelihan, aqiqah juga dilengkapi dengan amalan sunnah lainnya, seperti mencukur rambut bayi. Dalam proses tersebut, terdapat doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca.
Doa saat menyembelih kambing aqiqah
“Bismillahi wallahu akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu… [nama bayi].”
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqah… [nama bayi].”
Doa saat mencukur rambut bayi
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Allahumma nuras samawati wa nurasy syamsi wal qamari…”
Setelah itu, orang tua juga dianjurkan meniup ubun-ubun bayi sambil membaca doa perlindungan agar anak dijauhkan dari gangguan setan.
Ketentuan Aqiqah Berdasarkan Waktu Pelaksanaan
Kemudian, dari segi waktu pelaksanaan, aqiqah dianjurkan dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran. Namun demikian, apabila belum memungkinkan, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan aqiqah pada hari ke-14 atau ke-21.
Selain itu, jika orang tua belum memiliki kemampuan finansial, aqiqah boleh ditunda hingga sebelum anak baligh. Bahkan, dalam beberapa pendapat ulama, seorang anak diperbolehkan mengaqiqahi dirinya sendiri ketika sudah dewasa apabila orang tuanya belum mampu sebelumnya.
Solusi Aqiqah Praktis dan Sesuai Sunnah
Agar pelaksanaan aqiqah lebih mudah dan tetap sesuai syariat, Anda dapat mempercayakannya kepada Aqiqah Nurul Hayat. Selain rasanya yang enak dan dagingnya empuk, proses penyembelihan hingga pengolahan dilakukan sesuai sunnah dan standar kebersihan.
Aqiqah nurul hayat memiliki 51cabang tersebar di Indonesia. Diantaranya:
Aqiqah Bandung, Aqiqah Jogja, Aqiqah Bogor, Aqiqah Depok, Aqiqah Tangerang, Aqiqah Bekasi, Aqiqah Jakarta, Aqiqah Surabaya dan masih banyak lagi
Pesan sekarang disini. 087853000101