Mencicipi Tongseng Nikmat Gayungsari Surabaya
Siang ramai di Gayungsari Surabaya selalu identik dengan aroma tongseng menggoda dari warung-warung pinggir jalan. Kuliner khas Jawa Timur ini, dengan kuah santan pedas gurih dan daging kambing empuk, jadi favorit warga lokal yang cari santapan hangat usai aktivitas.
Asal Usul Tongseng Gayungsari
Di kawasan Gayungsari Barat, tongseng mulai populer sejak 90-an dari pedagang keliling yang kini punya gerobak tetap. Bumbu rempah seperti daun salam, serai, dan cabai keriting bikin rasanya beda—nano-nano manis pedas, ditambah kol segar dan tomat biar seger.
Rasa Khas yang Bikin Ketagihan
Dagingnya gak prengus berkat rendaman bumbu semalaman, kuahnya kental tapi gak berminyak. Porsi standar Rp25.000-an sudah lengkap nasi, emping, sama sambal bawang—cocok buat makan siang berempat. Banyak yang pesan tambah sate taichan buat side dish.
Lokasi dan Tips Makan
Cari di Jl. Gayungsari Barat X No.17 dekat Sate Pak Mei, parkir motor muat belasan, mobil susah. Datang jam 11 siang hindari antrean, atau sore hari pas buka lagi sampe malam. Cuaca hujan malah tambah enak, bawa tissue banyak soalnya pedasnya nempel.
Pasangan Sempurna Usai Aqiqah
Nikmati tongseng ini sambil rayain momen spesial keluarga, seperti pesan Paket Aqiqah Surabaya Aqiqah Nurul Hayat yang kirim kambing sehat plus masakan siap bagi. Lebih detail kuliner Surabaya, cek IDN Times rekomendasi tongseng. Buruan cicip, sebelum ketagihan beneran!