Bagaimana Pembagian Daging Aqiqah Menurut Mazhab Maliki dan Hambali

Aqiqah merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Selain memperhatikan tata cara penyembelihan dan pemilihan hewan, banyak umat Islam juga bertanya mengenai bagaimana pembagian daging aqiqah menurut mazhab Maliki dan Hambali.

Pembagian daging aqiqah menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan dengan tujuan sosial dan nilai berbagi yang terkandung dalam ibadah aqiqah. Meskipun terdapat beberapa perbedaan pendapat di antara mazhab, semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menyebarkan kebahagiaan dan keberkahan kepada sesama.

Pentingnya Pembagian Daging Aqiqah

Aqiqah tidak hanya menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial. Daging atau masakan aqiqah dianjurkan untuk dibagikan kepada keluarga, tetangga, sahabat, dan masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pembagian tersebut, kebahagiaan atas kelahiran anak dapat dirasakan oleh lebih banyak orang serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar.

Bagaimana Pembagian Daging Aqiqah Menurut Mazhab Maliki dan Hambali?

Pertanyaan bagaimana pembagian daging aqiqah menurut mazhab Maliki dan Hambali sering muncul karena kedua mazhab ini memiliki penjelasan yang cukup dikenal dalam kajian fikih.

Pendapat Mazhab Maliki

Menurut Mazhab Maliki, tidak ada ketentuan pembagian tertentu yang mengharuskan daging aqiqah dibagi dengan persentase khusus. Orang tua yang melaksanakan aqiqah diperbolehkan:

  • Memakan sebagian daging aqiqah.
  • Menghadiahkan kepada keluarga dan tetangga.
  • Memberikan kepada fakir miskin.

Mazhab Maliki lebih menekankan pada tujuan berbagi dan rasa syukur dibandingkan pembagian dengan jumlah yang baku.

Pendapat Mazhab Hambali

Mazhab Hambali juga membolehkan keluarga yang beraqiqah untuk menikmati sebagian daging aqiqah. Selain itu, daging dapat diberikan kepada kerabat, sahabat, maupun masyarakat yang membutuhkan.

Sebagian ulama Hambali menganjurkan pembagian yang menyerupai pembagian daging kurban, yaitu sebagian dimakan sendiri, sebagian dihadiahkan, dan sebagian disedekahkan. Namun, hal tersebut bersifat anjuran dan bukan kewajiban yang harus dilakukan secara mutlak.

Apakah Daging Aqiqah Harus Dimasak Terlebih Dahulu?

Salah satu ciri khas aqiqah adalah dianjurkannya membagikan daging dalam keadaan sudah dimasak. Hal ini berbeda dengan kurban yang umumnya dibagikan dalam bentuk daging mentah.

Dengan membagikan masakan siap santap, penerima dapat langsung menikmati hidangan tanpa perlu mengolahnya terlebih dahulu. Cara ini juga dianggap sebagai bentuk penghormatan dan pelayanan kepada penerima aqiqah.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Daging Aqiqah?

Baik menurut Mazhab Maliki maupun Hambali, daging aqiqah dapat diberikan kepada berbagai kalangan, seperti:

Keluarga dan Kerabat

Keluarga besar dapat menerima bagian aqiqah sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi.

Tetangga

Membagikan aqiqah kepada tetangga dapat mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Fakir dan Miskin

Golongan yang membutuhkan menjadi salah satu pihak yang sangat dianjurkan menerima manfaat dari aqiqah.

Sahabat dan Rekan

Teman serta rekan kerja juga dapat menerima hidangan aqiqah sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.

Hikmah Pembagian Daging Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah memiliki banyak hikmah yang dapat dirasakan oleh keluarga maupun masyarakat.

Menumbuhkan Rasa Syukur

Aqiqah menjadi bentuk syukur atas karunia kelahiran anak.

Menguatkan Silaturahmi

Pembagian makanan membantu mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan.

Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW

Aqiqah merupakan amalan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Melalui aqiqah, umat Islam diajarkan untuk berbagi rezeki kepada sesama.

Bagaimana Pembagian Daging Aqiqah Menurut Mazhab Maliki dan Hambali by Nurul Hayat

Banyak umat Islam mencari informasi mengenai agar dapat melaksanakan aqiqah sesuai tuntunan fikih. Kedua mazhab pada dasarnya memberikan keleluasaan dalam pembagian daging selama tujuan berbagi dan rasa syukur tetap terwujud.

Tata Cara Pembagian Daging Aqiqah by Nurul Hayat

Nurul Hayat menyediakan layanan aqiqah sesuai syariat Islam dengan proses penyembelihan yang halal, hewan berkualitas, serta pengolahan masakan yang higienis dan lezat. Dengan layanan profesional, keluarga dapat menjalankan aqiqah dengan mudah sekaligus berbagi kebahagiaan kepada lebih banyak orang.

Kesimpulan

Bagaimana pembagian daging aqiqah menurut mazhab Maliki dan Hambali pada dasarnya tidak memiliki aturan pembagian yang kaku. Kedua mazhab membolehkan keluarga memakan sebagian daging aqiqah, memberikan kepada kerabat dan tetangga, serta menyedekahkannya kepada fakir miskin. Yang paling penting adalah menjaga tujuan utama aqiqah sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT dan sarana berbagi kebahagiaan kepada sesama. Dengan demikian, aqiqah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dalam masyarakat.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top