News

News

Hukum Aqiqah dengan Kambing Betina

Hukum Aqiqah dengan Kambing Betina: Bolehkah dalam Islam? by Aditiya – 23 November 2021 Pertanyaan tentang “bolehkah aqiqah menggunakan kambing betina?” sangat sering muncul, terutama bagi orang tua yang baru pertama kali melaksanakan ibadah ini. Kekhawatiran tersebut wajar, karena aqiqah termasuk ibadah yang berhubungan dengan syariat, sehingga pelaksanaannya perlu mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Aqiqah dengan Kambing Betina, Apakah Diperbolehkan? Jawabannya adalah: boleh. Dalam hadis-hadis shahih yang membahas mengenai aqiqah, tidak ada pemisahan atau larangan khusus mengenai jenis kelamin hewan. Nabi Muhammad SAW hanya menyebutkan istilah kambing atau domba secara umum, tanpa menyebut harus jantan atau betina. Artinya, kedua jenis kelamin tersebut sah untuk dijadikan hewan aqiqah. Jika mampu, gunakan kambing jantan Menggunakan kambing jantan dinilai lebih utama karena biasanya lebih mahal, lebih besar, dan dianggap lebih istimewa. Namun, keutamaan bukan berarti kewajiban, sehingga penggunaan kambing betina tetap sah dan tidak mengurangi nilai ibadah, selama memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Syarat Kambing untuk Aqiqah Syarat hewan aqiqah umumnya mengikuti syarat hewan untuk kurban, yaitu: Imam Malik rahimahullah berkata: “Aqiqah itu sebanding dengan kurban dan sembelihan. Karenanya, hewan yang digunakan tidak boleh cacat, buta sebelah, pincang, patah tanduk, atau sakit.” Pendapat ini juga didukung oleh jumhur ulama. Maka, fokus utama adalah kualitas hewan, bukan jenis kelaminnya. Berapa Ekor Kambing untuk Aqiqah? Namun, bila orang tua hanya mampu satu ekor untuk anak laki-laki, tetap dibolehkan, karena Islam memberi kemudahan sesuai kemampuan. Kesimpulan Pertanyaan Jawaban Bolehkah aqiqah dengan kambing betina? Boleh dan Sah Lebih utama? Kambing jantan jika mampu Syarat hewan Sehat, layak sembelihan, bebas cacat Islam memberikan kemudahan dan kelonggaran kepada umatnya. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas, kemampuan, dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW sesuai yang kita mampu.Wallahu a’lam bish-shawab.

News

Hikmah Pelaksanaan Aqiqah yang Sangat Penting Diketahui

Hikmah Pelaksanaan Aqiqah yang Sangat Penting Diketahui Aqiqah merupakan acara penyembelihan domba atau kambing bagi bayi yang telah lahir. Salah satu hikmah pelaksanaan aqiqah adalah sebagai wujud rasa syukur orang terhadap Allah SWT terkait karunia bayi yang sudah diberikan-Nya. Hukum aqiqah adalah sunah muakad, yaitu sunnah yang amat dianjurkan. Itu berarti jika dilakukan akan memperoleh pahala tetapi tidak berdosa jika tidak dilakukan. Ibadah aqiqah amat ditekankan pelaksanaannya, terkhusus bagi orang yang mempunyai kemampuan serta kelapangan rezeki. Untuk waktu pelaksanaannya, aqiqah idealnya dilaksanakan di hari ketujuh selepas lahirnya anak. Namun bisa ditunda jika belum mampu. Hikmah aqiqah sendiri amat banyak, baik bagi si anak sendiri, untuk kedua orang tua, maupun untuk sanak saudara serta tetangga. Berikut akan dipaparkan 5 diantaranya: 1. Sebagai Upaya Menghidupkan Sunnah dan Teladan Rasul Pelaksanaan akikah dapat dipandang sebagai upaya menghidupkan sunnah dan teladan dari Rasulullah SAW. Hal tersebut dikarenakan Rasulullah SAW pernah mengamanahkannya di sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Salman bin Amir Addhabi. Pada hadits tersebut, Nabi Muhammad memerintahkan agar manusia menumpahkan darah sembelihan bersamaan dengan kelahiran seorang bayi. Kemudian juga membersihkan kotorannya dengan memotong rambut bayi tersebut. Selain itu, aqiqah juga dianggap sebagai cara untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim. Pada kisah Nabi Ibrahim ini, beliau berniat menyembelih putranya sendiri sebagai wujud ketaatannya pada perintah Allah yang didapatkan dalam mimpinya. Namun pada akhirnya Allah mengganti putra Nabi Ibrahim yang akan disembelih, yaitu Nabi Ismail, dengan seekor kambing. 2. Pelaksanaan Aqiqah Bisa Membebaskan Bayi dari Ketergadaian Berdasarkan syariat islam, semua bayi itu sudah tergadaikan melalui aqiqahnya. Pada sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, ketergadaian ini terjadi dengan disembelihkan kambing bagi bayi itu di hari ketujuh sesudah kelahirannya. Kemudian rambut bayi itu dicukur lalu di hari yang sama bayi juga diberikan nama. Selain itu, hikmah pelaksanaan aqiqah adalah orang tua dapat menebus hutang anak dari pemberian syafaat untuk orang tuanya. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan Imam Ahmad. Jadi, setelah di aqiqah, seorang anak bisa menghadiahi syafaat untuk orang tuanya nanti di hari akhir. 3. Menjauhkan Anak dari Setan yang Terkutuk Seorang bayi juga bisa lepas dari gangguan setan ketika bayi tersebut telah tergadaikan melalui aqiqahnya. Jadi, bayi yang sudah di aqiqah insya Allah bisa lebih terlindungi dari gangguan setan yang terkutuk. Hal ini juga pernah dijelaskan Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah tentang hikmah pelaksanaan aqiqah sebelumnya. 4. Merupakan Wujud Taqarrub atau Pendekatan Diri serta Bentuk Rasa Syukur terhadap Allah Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, bahwa salah satu hikmah pelaksanaan aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur untuk Allah SWT. Rasa syukur yang dimaksud adalah rasa syukur terkait anugerah kelahiran seorang bayi di suatu keluarga. Aqiqah berperan sebagai sarana menampilkan rasa senang yang dikarenakan oleh bertambahnya umat islam. Terlepas daripada itu, aqiqah juga dapat diartikan sebagai wujud taqarrub atau pendekatan diri pada Allah serta bukti ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya. 5. Mempererat Persaudaraan di Masyarakat. Acara aqiqah bisa mempererat tali ukhuwah atau persaudaraan dalam masyarakat. Hal tersebut dikarenakan aqiqah dilakukan dengan mengundang banyak orang, termasuk sanak saudara serta para tetangga. Melalui pertemuan inilah diharapkan masyarakat dapat berkumpul dan saling bercengkrama satu sama lain. Demikianlah 5 hikmah pelaksanaan aqiqah yang harus diketahui umat muslim. Islam sendiri selalu mengajarkan perbuatan yang baik serta mengandung sejuta hikmah. Oleh sebab itu, jauhilah semua larangan Allah serta taatilah segala perintah-Nya, termasuk mengaqiqahi seorang bayi. Meskipun hikmahnya jarang diketahui orang, tetapi pada kenyataannya hikmah aqiqah memang amat banyak. Bahkan lebih banyak dari yang telah disebutkan tadi. Aqiqoh Nurul Hayat Alhamdulilah kami bangga menjadi bagian dari sebuah gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu membahu dalam wadah :

News

Doa Mencukur Rambut Bayi saat Aqiqah

Doa Mencukur Rambut Bayi saat Aqiqah by Aditiya Desember 28, 2021 Doa Mencukur Rambut Bayi saat Aqiqah Apakah anda para orang tua sudah mengetahui doa mencukur rambut bayi saat aqiqah? Kehadiran buah hati merupakan saat yang paling ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran si buah hati adalah dengan menggelar acara akikah. Akikah atau yang sering juga disebut dengan aqiqah merupakan ajaran dari Rasulullah saw untuk menyambut kelahiran anak. Acara akikah ini biasanya dilaksanakan dengan menyembelih binatang ternak berupa kambing atau domba lalu dibagikan kepada kerabat serta tetangga. Nah kalau kebetulan kamu sedang berencana menyelenggarakan akikah. Berikut adalah bacaan doa mencukur rambut bayi saat aqiqah serta tata caranya. Doa Mencukur Rambut Bayi saat Aqiqah Akikah biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan. Hukum akikah sendiri adalah sunah muakkad. Meski bukan wajib, namun harus lebih diutamakan. Rasulullah saw pun pernah bersabda: “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Abu Dawud) Ada beberapa doa yang bisa kamu bacakan pada saat prosesi mencukur rambut dan akikah ini, di antaranya adalah: 1. Doa Mencukur Rambut Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillhi robbil ‘alamin. Allahumma nurus samawati wa nurusy syamsyi wal qamari. Allahumma sirrullahi nurun nubuwwati rosulullahi shollallahu ‘alaihi wa sallama wal hamdu lillahi robbil ‘alamina. Artinya: “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah saw, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” 2. Doa Usai Mencukur Rambut Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.” Aqiqoh Nurul Hayat Alhamdulilah kami bangga menjadi bagian dari sebuah gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu membahu dalam wadah :

News

Bolehkah Orang Tua Memakan Daging Aqiqah Anaknya?

Bolehkah Orang Tua Memakan Daging Aqiqah Anak? – Aqiqah Surabaya Aqiqah anak adalah salah satu sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW sebagai wujud syukur orang tua atas kelahiran buah hati. Ibadah ini tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memiliki hikmah sosial dan spiritual yang besar. Namun, sering muncul pertanyaan: bolehkah orang tua memakan daging aqiqah anaknya sendiri? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan pandangan para ulama. Aqiqah Anak dalam Islam Aqiqah termasuk sunnah muakkadah yang dianjurkan dilakukan pada hari ketujuh kelahiran anak. Rasulullah SAW bersabda, diriwayatkan dari Sayidah Aisyah r.a: “Seorang anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih baginya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Kewajiban aqiqah bagi anak yang belum baligh dibebankan kepada orang tua, khususnya ayah. Menunaikan aqiqah dipercaya memberikan syafaat bagi anak kepada orang tua di akhirat. (Ibnu Hajar al-Haitami, Fatawa al-Kubra) Hukum Aqiqah Menurut Ulama Secara umum, hukum aqiqah mirip dengan ibadah qurban. Abu Bakar bin Muhammad Syatha al-Dimyathi dalam I’anah ath-Thalibin menjelaskan: “Aqiqah serupa dengan qurban dalam kebanyakan hukumnya, baik dari segi jenis hewan, umur, bebas dari cacat, niat, hukum memakan, hingga menyedekahkannya.” Dengan demikian, hukum memakan daging aqiqah anak mengikuti ketentuan yang sama seperti daging qurban. Hukum Memakan Daging Aqiqah Anak Berdasarkan jenis aqiqah, hukum memakan daging dibagi menjadi tiga kategori: 1. Aqiqah Sunnah Jika aqiqah dilakukan sebagai sunnah tanpa nazar atau wasiat, orang tua diperbolehkan memakan dagingnya. Ayah dan ibu termasuk pihak yang boleh menikmati daging tersebut, sebagaimana qurban sunnah. Ibnu Hajar al-Haitami: “Ayah diperbolehkan memakan daging aqiqah anaknya, sebagaimana diperbolehkan memakan daging qurban yang ia niatkan untuk dirinya sendiri.” 2. Aqiqah Nazar Jika aqiqah dilakukan karena nazar (misal bernazar “Jika anak saya lahir selamat, saya akan beraqiqah”), maka aqiqah menjadi wajib, dan orang tua tidak boleh memakan dagingnya, sebagaimana ketentuan qurban wajib. I’anah ath-Thalibin: “Aqiqah yang wajib karena nazar atau penentuan hewan tertentu, maka tidak boleh sedikit pun dimakan oleh orang yang bernazar.” 3. Aqiqah Wasiat Jika aqiqah dilakukan atas wasiat orang yang telah meninggal dunia, maka orang yang menjalankan wasiat maupun orang kaya tidak boleh memakan dagingnya, karena diperuntukkan sepenuhnya bagi si mayit. Ibnu Hajar al-Haitami: “Jika seseorang berqurban atau beraqiqah atas nama orang lain yang telah wafat karena wasiat, maka ia dan orang-orang kaya tidak boleh memakan dagingnya.” Kesimpulan Orang tua boleh memakan daging aqiqah anaknya hanya jika aqiqah dilakukan sebagai sunnah. Namun, jika aqiqah karena nazar atau wasiat, maka orang tua tidak diperbolehkan memakannya. Memahami hukum ini membantu orang tua melaksanakan aqiqah sesuai syariat, sehingga ibadah membawa keberkahan bagi keluarga.

News

Resep semur daging kambing

Resep Semur Daging Kambing Semur daging kambing menjadi salah satu olahan favorit yang cocok disajikan untuk menu keluarga. Rasanya yang manis gurih dengan aroma rempah yang khas membuat hidangan ini selalu menggugah selera. Selain itu, semur daging kambing juga bisa menjadi pilihan tepat untuk mengolah stok daging kambing hasil aqiqah agar tidak terasa amis dan tetap empuk. Dengan bumbu sederhana dan cara memasak yang praktis, siapa pun bisa membuat semur daging kambing di rumah. Berikut resep lengkapnya yang bisa langsung Anda coba. Bahan Utama Bumbu Halus Cara Memasak Semur Daging Kambing Pertama, lumuri potongan daging kambing dengan bumbu halus hingga merata, lalu diamkan kurang lebih 10 menit agar bumbu meresap. Sementara itu, panaskan margarin di wajan dan tumis bawang putih hingga harum. Setelah itu, masukkan bawang merah dan tumis hingga layu. Selanjutnya, masukkan daging kambing ke dalam tumisan dan aduk hingga warna daging berubah. Tambahkan air panas secukupnya, lalu masukkan kayu manis, cengkeh, pala bubuk, kaldu bubuk, kecap manis, serta garam sesuai selera. Masak dengan api kecil hingga daging kambing empuk dan bumbu mengental. Terakhir, masukkan potongan tomat, aduk sebentar, lalu angkat. Semur daging kambing siap disajikan hangat dengan taburan bawang goreng sebagai pelengkap. Tips Agar Daging Kambing Empuk dan Tidak Bau Agar semur daging kambing terasa lebih nikmat, sebaiknya gunakan daging kambing segar dan potong melawan serat. Selain itu, penggunaan jahe dan rempah-rempah membantu mengurangi bau prengus sekaligus menambah aroma sedap pada masakan. Semur daging kambing ini sangat cocok disajikan sebagai menu makan siang maupun makan malam bersama keluarga. Rasanya yang kaya rempah menjadikannya hidangan istimewa yang selalu dinanti.

News

perlengkapan mudik dengan si kecil

Perlengkapan Mudik dengan Si Kecil – Tips Praktis agar Perjalanan Nyaman Oleh Aqiqah Gresik Nurul HayatMei 31, 2019 Mudik Lebaran bersama si kecil memang penuh cerita. Di satu sisi menyenangkan karena bisa pulang kampung bersama keluarga besar, namun di sisi lain juga terasa lebih ribet dan melelahkan. Rasanya ingin membawa seluruh isi rumah, bukan? Tenang, Bunda dan Ayah 😊Tidak semua barang harus dibawa. Dengan persiapan yang tepat, mudik bersama anak bisa tetap nyaman, aman, dan menyenangkan. Tips Perlengkapan Mudik dengan Anak Agar perjalanan mudik bersama si kecil berjalan lancar, berikut beberapa perlengkapan penting yang sebaiknya disiapkan: 1. Pakaian Secukupnya Bawa pakaian sesuai durasi mudik. Pilih baju yang nyaman, menyerap keringat, dan mudah diganti. 2. Perlengkapan Makan & Minum Jangan lupa membawa botol minum, snack sehat, serta perlengkapan makan anak untuk menghindari rewel di perjalanan. 3. Perlengkapan Tidur Anak Selimut kecil, bantal favorit, atau boneka kesayangan bisa membantu anak tidur lebih nyenyak saat perjalanan jauh. 4. Obat-obatan & P3K Siapkan obat pribadi anak, minyak telon, tisu basah, hand sanitizer, serta perlengkapan P3K sederhana. 5. Mainan & Hiburan Bawa mainan ringan atau buku favorit agar anak tidak bosan selama perjalanan mudik. Intinya, bawa yang penting-penting saja, tidak perlu berlebihan. Sesuaikan dengan kebutuhan si kecil dan jenis perjalanan yang ditempuh. Selamat Mudik, Fii Amanillah Semoga perjalanan mudik bersama keluarga berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Selamat berkumpul dengan orang-orang tercinta 💚 Layanan Aqiqah Gresik – Nurul Hayat Selain berbagi tips keluarga, Aqiqah Gresik Nurul Hayat juga siap membantu Anda dalam pelaksanaan aqiqah anak: Kami melayani aqiqah murah di Gresik dengan proses yang mudah, praktis, dan tidak ribet.

News

4 Syarat Kambing Aqiqah Yang Harus Dipenuhi

Oleh: Keysha | Desember 31, 2025 Assalamualaikum Sobat! Masih banyak orang yang merasa bingung atau bahkan salah kaprah mengenai apa saja syarat kambing aqiqah atau domba yang sah untuk disembelih. Padahal, memahami kriteria ini sangat penting agar ibadah syukur atas kelahiran buah hati kita diterima oleh Allah SWT. Bagaimana syarat kambing aqiqah yang sebenarnya menurut sunnah? Mari temukan jawaban selengkapnya dalam artikel ini sampai selesai! 1. Memenuhi Syarat Umur Kambing untuk Aqiqah Salah satu poin utama dalam syarat kambing aqiqah adalah usia hewan. Umur kambing harus sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh syariat Islam. Berdasarkan pendapat para ulama, kriteria umur ini disamakan dengan kriteria hewan qurban. Berikut adalah rincian umur minimal hewan aqiqah: Hal ini didasarkan pada hadits dari Sahabat Jabir RA, di mana Nabi SAW bersabda untuk tidak menyembelih kecuali yang sudah musinnah (cukup umur), kecuali jika sulit, maka boleh menyembelih jadza’ah (domba muda). 2. Kondisi Fisik Hewan Harus Bebas Cacat Selain umur, syarat kambing aqiqah yang wajib dipenuhi adalah kondisi fisiknya yang sehat. Ada 4 kriteria cacat yang membuat aqiqah menjadi tidak sah, yaitu: Sesuai hadits riwayat Al Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah SAW menegaskan bahwa keempat cacat tersebut dilarang untuk hewan kurban maupun aqiqah. 3. Jenis Kelamin: Jantan atau Betina? Sering muncul pertanyaan, apakah syarat kambing aqiqah mengharuskan hewan berjenis kelamin jantan? Jawabannya adalah boleh jantan maupun betina. Namun, banyak ulama menyarankan (afdhal) menggunakan kambing jantan. Alasannya, kambing jantan cenderung memiliki daging yang lebih gemuk dan besar. Meski demikian, aqiqah Anda tetap sah secara syariat baik menggunakan kambing jantan maupun betina. 4. Jumlah Kambing untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan Syarat kambing aqiqah juga mengatur perbedaan jumlah hewan berdasarkan jenis kelamin bayi yang lahir. Berikut ketentuannya: Namun, Islam adalah agama yang memudahkan. Jika orang tua merasa berat atau kurang mampu secara finansial, maka diperbolehkan mengaqiqahi anak laki-laki dengan 1 ekor kambing saja. Hal ini merujuk pada sejarah saat Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain masing-masing dengan satu ekor domba. Untuk informasi lebih mendalam, Anda juga bisa membaca artikel kami sebelumnya tentang sejarah aqiqah dalam Islam (Internal Link). Kesimpulan Memastikan syarat kambing aqiqah terpenuhi adalah bentuk ketaatan kita dalam menjalankan perintah agama. Dengan memilih hewan yang cukup umur, sehat, dan tidak cacat, ibadah aqiqah kita akan terasa lebih tenang dan berkah. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menyediakan hewan yang sudah memenuhi kriteria di atas, Aqiqoh Nurul Hayat (Internal Link) siap membantu Anda dengan layanan yang amanah dan sesuai syariah. Hubungi Kontak Kami: [+6281 999 600 700]

News

Sejarah Aqiqah Dalam Islam

Oleh: Keysha Amelia Desember 31, 2025 Sejarah aqiqah dalam Islam merupakan topik yang penting dipahami oleh setiap orang tua Muslim. Secara bahasa, aqiqah berasal dari bahasa Arab yang berarti menyembelih hewan (kambing atau domba) sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran sang buah hati. Meskipun sudah menjadi tradisi turun-temurun, pelaksanaan aqiqah harus tetap berpedoman pada hukum Islam yang berlaku. Mari kita ulas lebih dalam mengenai asal-usul dan perkembangannya. Bagaimana Sejarah Aqiqah Sebelum Islam? Sebelum cahaya Islam masuk ke tanah Arab, masyarakat jahiliah sebenarnya sudah mengenal tradisi penyembelihan hewan saat seorang anak lahir. Namun, praktik tersebut memiliki perbedaan mendasar dengan syariat saat ini. Pada masa itu, aqiqah hanya dilakukan untuk anak laki-laki. Masyarakat Arab kuno melakukannya sebagai simbol kebanggaan. Hal yang paling mencolok adalah kebiasaan mereka melumuri kepala bayi dengan darah hewan yang disembelih. Perubahan Tradisi Setelah Datangnya Islam Setelah Nabi Muhammad SAW diutus, beliau tidak menghapus tradisi tersebut, melainkan menyempurnakannya. Rasulullah melarang penggunaan darah dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih suci dan bersih. Berdasarkan hadis dari Buraidah (HR Abu Dawud), dahulu masyarakat jahiliah melumuri kepala bayi dengan darah. Namun setelah Islam datang, Rasulullah bersabda: “Setelah Allah menghadirkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala sang bayi, dan melumurinya menggunakan minyak wangi.” Ketentuan Aqiqah untuk Laki-Laki dan Perempuan Salah satu bentuk keadilan Islam dalam sejarah aqiqah adalah diperbolehkannya anak perempuan untuk diaqiqahi. Nabi Muhammad SAW memperluas cakupan ibadah ini agar tidak hanya terbatas pada anak laki-laki. Ketentuan jumlah hewan yang disembelih adalah sebagai berikut: Hal ini merujuk pada hadis riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi dari Ummu Karaz Al Ka’biyah yang menegaskan pembagian tersebut. Meski begitu, Nabi SAW sendiri pernah mencontohkan menyembelih masing-masing satu kambing untuk cucu beliau, Hasan dan Husein, sebagai bentuk kemudahan bagi umatnya. Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah? Menurut mayoritas ulama, waktu paling utama untuk aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW bahwa setiap anak “tertahan” hingga ia diaqiqahi pada hari ketujuh. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai fleksibilitas waktu: Perbedaan Aqiqah dengan Qurban Perlu diingat bahwa pembagian daging aqiqah berbeda dengan daging kurban. Daging aqiqah disunnahkan untuk dibagikan dalam kondisi sudah matang atau sudah dimasak, sedangkan kurban biasanya dibagikan saat masih mentah. Kesimpulan Memahami sejarah aqiqah dalam Islam mengajarkan kita bahwa ibadah ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk penebusan dan syukur kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan aqiqah sesuai sunnah, kita berharap sang anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan membawa keberkahan. Ingin Aqiqah Tanpa Ribet? Aqiqoh Nurul Hayat siap membantu Anda melaksanakan sunnah aqiqah dengan layanan profesional dan sesuai syariat. Kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan. Hubungi Kami: [+6281 999 600 700]

News

aqiqah malang nurul hayat

by Keysha Januari 2, 2026 Sedang mencari jasa Aqiqah Malang yang terpercaya dan tidak ribet? Aqiqah Nurul Hayat Malang hadir sebagai solusi bagi para orang tua yang ingin melaksanakan ibadah syukur untuk buah hati dengan cara yang praktis, namun tetap mengutamakan nilai syariat Islam. Kami menyediakan berbagai pilihan paket aqiqah murah di Malang yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Dengan layanan profesional, kami memastikan ibadah putra-putri Anda berjalan lancar tanpa harus repot mengurus semuanya sendiri. Mengapa Memilih Layanan Aqiqah Malang Nurul Hayat? Melaksanakan ibadah kini semakin mudah berkat fitur Aqiqah Online Malang. Sebagai pelopor Aqiqah Organizer yang berpengalaman, kami menawarkan berbagai keunggulan: Pilihan Paket dan Harga Aqiqah Nasi Box Malang Kami memahami bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu, kami menyediakan daftar harga aqiqah nasi box di Malang yang transparan dan bersahabat. Anda tidak perlu ragu untuk bertanya terlebih dahulu mengenai detail menu, paket yang tersedia, hingga proses penyembelihan hewan. Tim kami siap membantu memberikan solusi terbaik bagi keluarga Anda. Cara Pemesanan yang Mudah dan Cepat Jika Anda sudah siap untuk melaksanakan aqiqah, Anda dapat melakukan pemesanan dengan langkah berikut: Tentang Kami Alhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari sebuah gerakan dakwah dan kemanusiaan. Setiap pesanan Aqiqah Malang di Nurul Hayat turut berkontribusi dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan. Hubungi Kami Sekarang:

News

Makna Potong Rambut Saat Aqiqah

Makna Potong Rambut Saat Aqiqah dalam Islam Oleh: AditiyaDesember 1, 2021 Memotong rambut bayi saat aqiqah merupakan tradisi yang masih terus dijalankan hingga kini. Dalam Islam, amalan ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi termasuk anjuran sunnah yang memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Pemotongan rambut bayi dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak, sekaligus wujud keimanan orang tua dalam menjalankan sunnah Rasulullah ﷺ. Makna Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah Mencukur rambut bayi memiliki beberapa makna penting, di antaranya: Dalam Islam, mencukur rambut bayi umumnya dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah, yaitu pada hari ketujuh setelah kelahiran, meskipun boleh juga dilakukan di hari lain sesuai kemampuan orang tua. Dalil Tentang Mencukur Rambut Bayi dan Aqiqah Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan baginya kambing pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”(HR. An-Nasa’i, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi) Dalam hadis lain disebutkan: “Setiap anak memiliki aqiqah. Maka sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya.”(HR. Bukhari) Yang dimaksud dengan “membuang kotoran darinya” adalah mencukur rambut bayi. Hukum mencukur rambut bayi pada hari ketujuh adalah sunnah muakkadah, baik untuk bayi laki-laki maupun perempuan. Waktu Pelaksanaan Aqiqah Secara umum, aqiqah dianjurkan pada hari ketujuh. Namun Rasulullah ﷺ juga memberikan kelonggaran waktu sebagaimana hadis berikut: “Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satu.”(HR. Thabrani) Apabila orang tua belum mampu secara finansial pada hari ketujuh, maka aqiqah boleh ditunda hingga mampu, tanpa menghilangkan nilai ibadahnya. Cara Memotong Rambut Bayi Menurut Islam Saat pelaksanaan aqiqah, dianjurkan: Mayoritas ulama dari mazhab Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah berpendapat: “Disunnahkan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh dan bersedekah seberat rambut tersebut berupa emas atau perak.” Untuk bayi perempuan, tidak menjadi masalah jika rambut tidak dicukur hingga gundul. Jika Rambut Bayi Belum Dicukur di Hari Ketujuh Jika rambut bayi belum dicukur di hari ketujuh, para ulama tetap menganjurkan untuk mencukurnya di kemudian hari. Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa sedekah tetap dilakukan sesuai perkiraan berat rambut yang dicukur, bahkan dianjurkan untuk melebihkannya sebagai bentuk kehati-hatian. Manfaat Mencukur Rambut Bayi Selain bernilai ibadah, mencukur rambut bayi juga memiliki manfaat, antara lain: Kesimpulan Makna potong rambut saat aqiqah bukan sekadar tradisi, tetapi amalan sunnah yang penuh hikmah. Selain sebagai bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah SWT, mencukur rambut bayi juga menjadi sarana berbagi melalui sedekah dan menjaga kesehatan bayi. Dengan memahami maknanya, diharapkan orang tua dapat melaksanakan aqiqah sesuai tuntunan syariat dan penuh keberkahan.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top