News

Makna Potong Rambut Saat Aqiqah

Makna Potong Rambut Saat Aqiqah dalam Islam Oleh: AditiyaDesember 1, 2021 Memotong rambut bayi saat aqiqah merupakan tradisi yang masih terus dijalankan hingga kini. Dalam Islam, amalan ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi termasuk anjuran sunnah yang memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Pemotongan rambut bayi dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak, sekaligus wujud keimanan orang tua dalam menjalankan sunnah Rasulullah ﷺ. Makna Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah Mencukur rambut bayi memiliki beberapa makna penting, di antaranya: Dalam Islam, mencukur rambut bayi umumnya dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah, yaitu pada hari ketujuh setelah kelahiran, meskipun boleh juga dilakukan di hari lain sesuai kemampuan orang tua. Dalil Tentang Mencukur Rambut Bayi dan Aqiqah Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan baginya kambing pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”(HR. An-Nasa’i, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi) Dalam hadis lain disebutkan: “Setiap anak memiliki aqiqah. Maka sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya.”(HR. Bukhari) Yang dimaksud dengan “membuang kotoran darinya” adalah mencukur rambut bayi. Hukum mencukur rambut bayi pada hari ketujuh adalah sunnah muakkadah, baik untuk bayi laki-laki maupun perempuan. Waktu Pelaksanaan Aqiqah Secara umum, aqiqah dianjurkan pada hari ketujuh. Namun Rasulullah ﷺ juga memberikan kelonggaran waktu sebagaimana hadis berikut: “Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satu.”(HR. Thabrani) Apabila orang tua belum mampu secara finansial pada hari ketujuh, maka aqiqah boleh ditunda hingga mampu, tanpa menghilangkan nilai ibadahnya. Cara Memotong Rambut Bayi Menurut Islam Saat pelaksanaan aqiqah, dianjurkan: Mayoritas ulama dari mazhab Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah berpendapat: “Disunnahkan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh dan bersedekah seberat rambut tersebut berupa emas atau perak.” Untuk bayi perempuan, tidak menjadi masalah jika rambut tidak dicukur hingga gundul. Jika Rambut Bayi Belum Dicukur di Hari Ketujuh Jika rambut bayi belum dicukur di hari ketujuh, para ulama tetap menganjurkan untuk mencukurnya di kemudian hari. Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa sedekah tetap dilakukan sesuai perkiraan berat rambut yang dicukur, bahkan dianjurkan untuk melebihkannya sebagai bentuk kehati-hatian. Manfaat Mencukur Rambut Bayi Selain bernilai ibadah, mencukur rambut bayi juga memiliki manfaat, antara lain: Kesimpulan Makna potong rambut saat aqiqah bukan sekadar tradisi, tetapi amalan sunnah yang penuh hikmah. Selain sebagai bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah SWT, mencukur rambut bayi juga menjadi sarana berbagi melalui sedekah dan menjaga kesehatan bayi. Dengan memahami maknanya, diharapkan orang tua dapat melaksanakan aqiqah sesuai tuntunan syariat dan penuh keberkahan.