Hikmah dari Aqiqah
Aqiqah bukan sekadar potong kambing saat bayi lahir, tapi ibadah sunnah yang sarat makna spiritual dan sosial dalam Islam. Rasulullah SAW akekah cucu Hasan-Husein, tunjukkan betapa pentingnya ritual ini buat syukuri nikmat anak—perlindungan dari syaitan, tebus dosa, sampe bekal akhirat ortu.
Tebusan Jiwa dan Pelindung Syaitan
Hadis riwayat Tirmidzi bilang setiap bayi tergadai aqiqahnya hingga hari ketujuh, makanya penyembelihan sunnah wajibkan Bismillah. Dagingnya bagi tiga: sepertiga dimakan keluarga, sepertiga tetangga, sepertiga sedekah—kayak kurban Ibrahim tebus Ismail. Cukur rambut bayi, timbang perak sedekahnya, ganti darah pusar dengan minyak wangi, semua hapus noda duniawi si kecil.
Syukur Nikmat dan Pengingat Tauhid
Aqiqah wujudkan rasa syukur umat Islam bertambah, beda Jahiliyah yang oles darah berhala. Nabi poles tradisi jadi tauhid murni, Fatimah RA rajin laksanakan atas perintah ayahanda. Ortunya dapat syafaat anak shaleh, bebaskan utang dunia, plus doa orang salih tutup hidup mulia—pahala berlipat ganda.
Silaturahmi dan Manfaat Sosial
Daging aqiqah kuatkan ukhuwah, tetangga miskin kenyang, yatim piatu bahagia. Acara tahlil doa bareng jadi momen berkah, anak dilindungi celah syurga ortu. Di zaman repot, Paket Aqiqah Nurul Hayat bantu praktis: kambing sehat syariat, nasi box gulai sate enak, gratis antar Surabaya- Depok-Samarinda.
Hikmah Dunia Akhirat Bersama
Islam ajar keseimbangan—spiritual tebus jiwa, sosial berbagi rezeki, ekonomi sedekah zakat. Laki-laki dua ekor, perempuan satu, hari ketujuh ideal tapi boleh mundur. Ortunya rajin sholat, anak shaleh, aqiqah jadi jembatan ridho Ilahi.
Praktikkan Sunnah Rasul Sekarang
Jangan tunda syukur, pesan paket lengkap biar fokus doa aja. Detail hikmah Al-Quran hadis, cek BAZNAS. Yuk lanjutkan amal saleh, sambut si kecil dengan limpahan rahmat—berkahnya abadi!