Hadits tentang Aqiqah: Panduan Sunnah untuk Ayah Bunda
Ayah Bunda, menunaikan ibadah aqiqah untuk buah hati adalah momen penuh syukur sekaligus kebahagiaan. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, aqiqah juga menjadi harapan akan keberkahan bagi sang anak.
Agar pelaksanaannya semakin mantap, penting bagi Ayah Bunda memahami dalil syariatnya. Melalui hadits tentang aqiqah, kita dapat mengetahui tuntunan Rasulullah SAW secara lebih jelas, mulai dari hukum, waktu, hingga tata caranya.
Dalil Aqiqah dalam Hadits Nabi ﷺ
Ibadah aqiqah termasuk sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Anjuran ini bersumber dari banyak hadits shahih.
Salah satu hadits paling masyhur diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)
Hadits ini menjelaskan beberapa sunnah sekaligus:
- Penyembelihan hewan aqiqah
- Waktu hari ketujuh
- Mencukur rambut bayi
- Memberi nama yang baik
Makna “tergadai” ditafsirkan ulama sebagai tertahannya keberkahan anak hingga ditunaikan aqiqahnya.
Hadits Jumlah Hewan Aqiqah
Dalil lain menjelaskan ketentuan jumlah hewan.
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda:
“Untuk anak laki-laki dua kambing yang sepadan, dan untuk anak perempuan satu kambing.”
(HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)
Ketentuan ini menjadi pendapat mayoritas ulama:
- Laki-laki: 2 ekor kambing
- Perempuan: 1 ekor kambing
Namun jika belum mampu, satu ekor untuk laki-laki tetap sah.
Waktu Pelaksanaan Berdasarkan Sunnah
Selain hari ketujuh, terdapat hadits yang memberi kelonggaran waktu.
Rasulullah SAW bersabda:
“Aqiqah disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu.”
(HR. Baihaqi)
Ulama menyimpulkan urutan waktu utama:
- Hari ke-7
- Hari ke-14
- Hari ke-21
Jika masih belum mampu, aqiqah boleh dilakukan kapan saja hingga anak baligh.
Sunnah Mencukur Rambut dan Bersedekah
Bagian lain dari sunnah aqiqah adalah mencukur rambut bayi.
Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu:
“Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah seberat rambutnya.”
(HR. Tirmidzi)
Caranya:
- Rambut bayi dicukur
- Ditimbang
- Disedekahkan senilai beratnya (perak/uang)
Ini menjadi simbol syukur sekaligus kepedulian sosial.
Sunnah Mengolah Daging Aqiqah
Berbeda dengan kurban, daging aqiqah dianjurkan dimasak.
Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata:
“Sunnahnya dimasak bersama tulangnya.”
(HR. Baihaqi)
Tujuannya:
- Memudahkan penerima
- Menunjukkan kegembiraan
- Mempererat silaturahmi
Daging boleh dibagikan ke fakir miskin, tetangga, dan keluarga.
Memberi Nama yang Baik
Memberi nama juga termasuk sunnah yang dianjurkan pada hari aqiqah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.”
(HR. Muslim)
Nama yang baik adalah doa sepanjang hidup anak.
Hikmah di Balik Aqiqah
Memahami hadits tentang aqiqah membuat kita melihat hikmahnya lebih dalam:
- Wujud syukur atas kelahiran
- Menghidupkan sunnah Nabi
- Doa keberkahan anak
- Sarana berbagi
- Mempererat ukhuwah
Aqiqah bukan tradisi, melainkan ibadah bernilai spiritual dan sosial.
Solusi Praktis Aqiqah Sesuai Sunnah
Ayah Bunda, memahami dalil saja belum cukup tanpa pelaksanaan yang tepat. Proses memilih hewan, penyembelihan, hingga pengolahan seringkali cukup menyita waktu.
Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi praktis dan amanah.
Sebagai bagian dari Aqiqah Nurul Hayat, layanan ini memastikan:
- Hewan sehat & cukup umur
- Penyembelihan sesuai syariat
- Olahan higienis siap santap
- Paket hemat & praktis
Dengan begitu, Ayah Bunda bisa menunaikan sunnah dengan tenang.
Aqiqah Nurul Hayat — Aqiqah Hemat, Nikmat & Lezat.