by Nasywa
Maret 10, 2022
Harii ketujuh setelah kelahiran bayi. Namun demikian, tidak sedikit orang tua yang melaksanakannya setelah anak berusia lebih dari 40 hari. Meskipun waktunya berbeda, esensi aqiqah tetap sama, yaitu sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Selain itu, aqiqah juga memiliki makna spiritual, yakni sebagai bentuk penebusan bagi sang anak. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW:

“Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”
(HR. Bukhari)
Ketentuan Hewan Aqiqah untuk Anak Laki-laki
Dalam pembahasan ketentuan hewan aqiqah untuk anak laki-laki, para ulama telah memberikan penjelasan yang cukup jelas. Ulama dari Komisi Fatwa Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’) menerangkan bahwa aqiqah untuk anak laki-laki disunnahkan dengan dua ekor kambing yang sepadan.
Ketentuan ini didasarkan pada hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Anak laki-laki diaqiqahi dengan dua ekor kambing yang semisal, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing.”
(HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)
Meskipun demikian, terdapat pula riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain. Dalam sebagian riwayat disebutkan satu ekor kambing, namun dalam riwayat lain dijelaskan masing-masing dengan dua ekor kambing. Oleh karena itu, dua ekor kambing dinilai lebih utama (afdhol).
Namun, jika orang tua belum mampu, maka aqiqah anak laki-laki dengan satu ekor kambing tetap sah dan diperbolehkan menurut syariat Islam.
Ketentuan Pemilihan Hewan Aqiqah
Selain jumlah hewan, pemilihan hewan aqiqah juga perlu diperhatikan. Hewan aqiqah boleh berjenis kelamin jantan maupun betina. Akan tetapi, hewan jantan dinilai lebih utama.
Adapun syarat hewan aqiqah pada dasarnya sama dengan hewan kurban, yaitu sehat, cukup umur, dan tidak cacat. Bahkan, dianjurkan memilih hewan yang gemuk, besar, serta memiliki kualitas terbaik. Warna putih juga dianggap lebih afdhol, sebagaimana anjuran dalam ibadah kurban.
Apabila aqiqah anak laki-laki dilakukan dengan dua ekor kambing, maka kedua kambing tersebut hendaknya setara dan memenuhi syarat kelayakan.
Hewan Aqiqah Harus Terlepas dari Cacat
Hewan aqiqah tidak sah apabila memiliki cacat atau ‘aib yang jelas. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya…”
(QS. Al-Baqarah: 267)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali dari yang thayyib (baik).”
(HR. Muslim)
Makna thayyib di sini adalah hewan yang bersih, sehat, dan terbebas dari cacat.
Kesimpulan Ketentuan Hewan Aqiqah untuk Anak Laki-laki
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ketentuan hewan aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang sepadan. Namun demikian, jika belum mampu, satu ekor kambing tetap sah dan diperbolehkan.
Dengan melaksanakan aqiqah sesuai sunnah Rasulullah SAW, diharapkan ibadah ini dapat memberikan keberkahan, sekaligus menjadi doa kebaikan bagi sang anak sejak awal kehidupannya.
Aqiqah Nurul Hayat
Alhamdulillah, kami dari Nurul Hayat bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang senantiasa mendukung pelaksanaan ibadah aqiqah sesuai syariat Islam.
Sebagai bagian dari komitmen layanan,kami dari Nurul Hayat terus berupaya menghadirkan paket aqiqah yang praktis dan sesuai syariat. Melalui pengalaman dan sistem yang tertata,aqiqah Nurul Hayat hadir untuk membantu keluarga menjalankan ibadah aqiqah dengan lebih tenang, mudah, dan penuh keberkahan.