Tradisi Aqiqah di Makassar: Perpaduan Syariat Islam dan Kearifan Lokal
Aqiqah merupakan salah satu ajaran Islam yang dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Namun di Indonesia, pelaksanaan aqiqah tidak hanya mengikuti tuntunan syariat, tetapi juga berpadu dengan adat dan budaya setempat. Salah satu contoh yang menarik adalah tradisi aqiqah di Makassar, khususnya pada masyarakat Bugis Makassar.
Tradisi ini tidak sekadar seremoni kelahiran, melainkan sarat dengan pesan moral, kepedulian lingkungan, dan nilai kebersamaan yang diwariskan lintas generasi.
Makna Filosofis Aqiqah dalam Budaya Bugis Makassar
Syukuran aqiqah di Makassar memiliki makna mendalam. Tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk berpikir jangka panjang, bukan hanya untuk kehidupan bayi yang baru lahir, tetapi juga untuk keberlanjutan alam dan hubungan sosial di masa depan.
Nilai gotong royong dan kekerabatan sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu, prosesi aqiqah menjadi momen kebersamaan keluarga besar dan masyarakat sekitar.
Perbedaan Aqiqah Bangsawan dan Masyarakat Umum
Dalam tradisi Makassar, terdapat perbedaan prosesi aqiqah antara keturunan bangsawan dan masyarakat biasa. Bayi dari keluarga bangsawan dengan gelar Karaeng, Andi, atau Daeng memiliki persyaratan khusus.
Salah satunya adalah penyediaan 29 bibit kelapa yang dihias indah dan diletakkan di kamar bayi. Selain itu, beras yang ditempatkan dalam baskom juga dihias menyerupai bentuk kepala manusia.
Bibit kelapa ini memiliki filosofi yang kuat. Kelapa merupakan tanaman yang bermanfaat dari akar hingga daun. Ketika bayi tumbuh remaja, pohon kelapa tersebut diharapkan sudah berbuah dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kehidupan sang anak.
Makna ini mengajarkan bahwa kehidupan harus dipersiapkan sejak dini tanpa merusak alam sekitar.
Simbol-Simbol dalam Prosesi Aqiqah Makassar
Selain bibit kelapa, terdapat berbagai simbol penting dalam prosesi aqiqah di Makassar, di antaranya:
- Kelapa muda yang airnya digunakan untuk membasahi gunting saat memotong rambut bayi. Ini melambangkan kesegaran, kemudahan, dan kesehatan.
- Sebelas lilin kecil sebagai simbol penerang jalan hidup sang anak.
- Dua potong gula merah yang bermakna harapan agar kehidupan anak selalu manis dan penuh kebahagiaan.
- Dua buah pala sebagai doa agar sang anak bermanfaat bagi banyak orang.
- Tasbih dan cincin emas yang dicelupkan ke air lalu disentuhkan ke dahi bayi, melambangkan agar ajaran agama selalu menjadi pegangan hidupnya.
Prosesi ini biasanya dipimpin oleh dukun bayi terlatih yang sebelumnya membantu merawat ibu dan bayi. Untuk menambah suasana sakral, digunakan pula dupa sebagai wewangian.
Sedekah dan Penghormatan kepada Dukun Bayi
Sebagai bentuk penghormatan, dukun bayi diberikan sedekah berupa:
- 12 jenis kue dalam satu nampan
- 8 liter beras
- Uang sebesar Rp20.000
Semua diberikan setelah prosesi aqiqah selesai sebagai wujud terima kasih atas jasanya.
Ari-Ari dan Ikatan dengan Kampung Halaman
Ari-ari bayi juga menjadi bagian penting dalam tradisi ini. Setelah dibersihkan, ari-ari ditanam dengan harapan agar sang anak kelak selalu ingat kampung halaman tempat ia dilahirkan.
Makna ini menegaskan pentingnya identitas dan ikatan emosional dengan tanah kelahiran.
Pembacaan Barzanji dalam Aqiqah Makassar
Pada malam aqiqah, biasanya digelar pembacaan Barzanji, yaitu syair pujian kepada Rasulullah ﷺ. Acara ini mirip dengan tradisi marhabanan dalam peringatan Maulid Nabi.
Saat mahallul qiyam, ayah bayi membawa sang bayi ke tengah jamaah. Tamu yang paling dihormati akan memulai prosesi cukur rambut bayi secara simbolis. Selanjutnya, bayi dibawa berkeliling agar tamu lain juga mendapat giliran mencukur beberapa helai rambut.
Setiap tamu yang selesai mencukur rambut bayi akan diusapi wewangian, hingga seluruh prosesi selesai dan bayi dikembalikan ke kamar.
Tradisi yang Sarat Nilai dan Doa
Tradisi aqiqah di Makassar bukan hanya ritual kelahiran, tetapi juga sarana menyampaikan doa, harapan, serta nilai kehidupan yang luhur. Perpaduan ajaran Islam dan kearifan lokal ini menjadikan aqiqah sebagai momentum spiritual dan sosial yang bermakna.
Aqiqoh Nurul Hayat
Alhamdulillah, Aqiqoh Nurul Hayat bangga dapat menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang terus menebar kebaikan melalui layanan aqiqah yang amanah dan sesuai syariat.
Menu Layanan: