Tujuan dan Manfaat Aqiqah dalam Islam
Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Ibadah ini tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga mengandung tujuan dan manfaat yang sangat luas, baik bagi anak, orang tua, maupun masyarakat sekitar.
Melalui aqiqah, orang tua diajak untuk berbagi, mendoakan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak awal kehidupan anak.
Aqiqah sebagai Bentuk Sedekah dan Kepedulian Sosial
Dalam buku “Hukum Qurban, Aqiqah dan Sembelihan”, KHE Abdurrahman menjelaskan bahwa di sebagian kalangan terdapat tradisi menimbang rambut bayi dengan emas. Tujuannya adalah agar sedekah yang dikeluarkan semakin banyak.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam bersedekah, semakin banyak dan ikhlas maka semakin baik. Aqiqah menjadi sarana berbagi rezeki sekaligus mempererat hubungan sosial dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar.
Pemotongan Rambut dan Pemberian Nama Bayi
Setelah prosesi penyembelihan hewan aqiqah, biasanya dilanjutkan dengan pemotongan rambut bayi. Rambut tersebut dianjurkan untuk disedekahkan nilainya dalam bentuk emas atau perak sesuai berat rambut.
Prosesi ini kemudian diikuti dengan pemberian nama bayi. Islam sangat menganjurkan agar anak diberikan nama yang baik dan bermakna positif. Bahkan, jika memungkinkan, pemberian nama tersebut diumumkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk doa dan pengenalan.
Pentingnya Memberi Nama yang Baik
Memberikan nama yang baik merupakan salah satu kewajiban orang tua kepada anaknya. Nama bukan sekadar identitas, tetapi juga doa dan harapan yang akan menyertai perjalanan hidup seorang anak.
Di antara nama yang paling baik dan mulia adalah nama Muhammad, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan keutamaan memilih nama yang memiliki makna baik dan bernilai ibadah.
Hubungan Makna Nama dengan Kehidupan Anak
Dalam Islam, makna sebuah nama diyakini memiliki kaitan erat dengan karakter dan perjalanan hidup pemiliknya. Hal ini ditegaskan oleh Ibnu Al-Qoyyim rahimahullah:
“Barang siapa yang memerhatikan sunnah, ia akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya, seolah-olah makna tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama-nama itu diambil dari makna-maknanya.”
Oleh karena itu, memilih nama yang baik dalam prosesi aqiqah menjadi bagian penting dalam mendidik anak sejak dini, bahkan sebelum ia memahami dunia di sekitarnya.
Hikmah dan Manfaat Aqiqah Secara Menyeluruh
Secara umum, tujuan dan manfaat aqiqah meliputi:
- Wujud syukur kepada Allah atas karunia anak
- Sarana sedekah dan berbagi rezeki
- Mempererat tali silaturahmi
- Mengawali kehidupan anak dengan doa dan kebaikan
- Menanamkan nilai agama dan sosial sejak dini
Dengan demikian, aqiqah bukan hanya tradisi, tetapi ibadah penuh hikmah yang berdampak jangka panjang bagi kehidupan anak dan keluarga.
Aqiqoh Nurul Hayat
Alhamdulillah, Aqiqoh Nurul Hayat bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang terus bersinergi dalam memberikan layanan aqiqah yang amanah dan sesuai syariat.