Pengertian Aqiqah Menurut Para Ulama: Memahami Ibadah Penuh Berkah

Ayah Bunda yang berbahagia, kehadiran buah hati adalah anugerah terbesar dari Allah SWT yang menghadirkan kebahagiaan sekaligus amanah. Sebagai bentuk rasa syukur, Islam mengajarkan beberapa amalan sunnah setelah kelahiran, salah satunya adalah aqiqah.

Namun, masih banyak orang tua yang ingin memahami lebih dalam: apa sebenarnya makna aqiqah menurut para ulama? Dengan memahami ilmunya, pelaksanaan ibadah ini akan terasa lebih mantap, ikhlas, dan sesuai tuntunan syariat.


Apa Itu Aqiqah? Makna Lughawi dan Istilah Syar’i

Secara bahasa (lughawi), kata aqiqah berasal dari bahasa Arab yang memiliki beberapa arti, di antaranya:

Makna ini berkaitan dengan sunnah mencukur rambut bayi pada hari pelaksanaan aqiqah.

Sementara itu, secara istilah syar’i, aqiqah adalah:

Penyembelihan hewan ternak sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak.

Pelaksanaannya biasanya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran, disertai:

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh…”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini menjadi dasar kuat pentingnya pelaksanaan aqiqah dalam Islam.


Pengertian Aqiqah Menurut Para Ulama Empat Madzhab

Para ulama dari empat madzhab memiliki penjelasan mendalam mengenai ibadah ini. Meski ada perbedaan, mayoritas sepakat pada keutamaannya.

1. Madzhab Hanafi

Imam Abu Hanifah berpendapat aqiqah hukumnya mubah (boleh). Bahkan ada riwayat yang menyebut tidak terlalu ditekankan.

Sebagai gantinya, mereka menganjurkan bersedekah senilai aqiqah.


2. Madzhab Maliki

Madzhab Maliki menyatakan aqiqah adalah sunnah, bahkan termasuk sunnah muakkadah bagi yang mampu.

Ketentuannya:


3. Madzhab Syafi’i

Menurut Imam Syafi’i, aqiqah adalah sunnah muakkadah. Pendapat ini paling banyak diikuti umat Islam di Indonesia.

Jika hari ke-7 terlewat, boleh:

Jika sudah baligh, tanggung jawab orang tua gugur, dan anak boleh mengaqiqahi diri sendiri.


4. Madzhab Hanbali

Madzhab Hanbali juga menegaskan aqiqah sebagai sunnah muakkadah.

Ketentuannya sama:


Kesimpulan Pandangan Ulama

Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan:

Artinya, meski tidak wajib, pelaksanaannya sangat dianjurkan karena penuh keberkahan.


Hikmah dan Keutamaan Aqiqah

Memahami pengertian aqiqah menurut para ulama akan semakin lengkap dengan mengetahui hikmahnya.

1. Wujud Syukur kepada Allah

Ungkapan terima kasih atas karunia anak.

2. Menghidupkan Sunnah Rasul

Mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW.

3. Tebusan bagi Anak

Sebagai perlindungan spiritual bagi sang buah hati.

4. Mempererat Silaturahmi

Berbagi daging kepada kerabat dan dhuafa.

5. Pendidikan Spiritual Sejak Dini

Menanamkan nilai keislaman sejak lahir.


Penutup

Ayah Bunda, memahami pengertian aqiqah menurut para ulama membantu kita melihat bahwa ibadah ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk ketaatan dan syukur kepada Allah SWT.

Kini menunaikan aqiqah juga semakin mudah. Aqiqah Khidmat hadir sebagai solusi praktis, hemat, dan amanah dari Aqiqah Nurul Hayat. Proses sesuai syariat, pengolahan higienis, dan siap dibagikan kepada sesama.

Mari wujudkan aqiqah buah hati yang berkah, hemat, nikmat, dan penuh makna bersama Aqiqah Khidmat.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top