Selapan Bayi Berapa Hari? Pahami Tradisi dan Kaitannya dengan Aqiqah

Bagi orang tua baru, pertanyaan mengenai selapan bayi berapa hari seringkali muncul, terutama di tengah kekayaan tradisi budaya Indonesia. Selapan adalah salah satu ritual adat yang telah lama dilakukan untuk menyambut kelahiran buah hati, menandai periode penting dalam tumbuh kembang bayi.

selapan bayi berapa hari aqiqah nurul hayat

Mengenal Tradisi Selapan Bayi: Apa dan Mengapa?

Tradisi selapan bayi adalah upacara adat yang umumnya berasal dari kebudayaan Jawa, yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran dan keselamatan bayi. Istilah "selapan" sendiri berasal dari kata "sela" yang berarti jeda atau interval, dan "pan" yang merujuk pada hitungan waktu. Ritual ini menjadi penanda bahwa bayi telah melewati masa rentan awal kelahirannya dan siap menyongsong kehidupan dengan harapan dan doa terbaik.

Mengapa selapan diadakan? Selain sebagai bentuk syukur, tradisi ini juga mengandung harapan agar bayi tumbuh sehat, cerdas, berbakti, dan memiliki masa depan yang baik. Dalam pelaksanaannya, selapan seringkali melibatkan berbagai ritual simbolis seperti potong rambut, potong kuku, pemberian nama (jika belum), hingga acara syukuran dengan hidangan tumpeng dan doa bersama keluarga serta kerabat.

Selapan Bayi Berapa Hari Sebenarnya? Perhitungan dan Maknanya

Pertanyaan inti yang sering diajukan adalah selapan bayi berapa hari? Secara tradisional dalam budaya Jawa, selapan bayi dilaksanakan pada hari ke-35 setelah kelahiran. Perhitungan ini bukanlah angka acak, melainkan berdasarkan siklus penanggalan Jawa yang unik, yaitu perpaduan antara hari dalam seminggu (Senin, Selasa, dst.) dengan hari pasaran (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi).

  • Penghitungan 35 Hari: Satu siklus lengkap kombinasi hari biasa dan hari pasaran adalah 35 hari (7 hari x 5 hari pasaran). Pada hari ke-35 inilah, weton (hari lahir berdasarkan penanggalan Jawa) bayi akan kembali sama dengan weton saat ia lahir. Ini dianggap sebagai momen penting dan sakral untuk melaksanakan upacara syukuran.
  • Makna Simbolis: Momen kembalinya weton ini melambangkan kesempurnaan siklus awal kehidupan bayi dan dianggap sebagai waktu yang tepat untuk "membersihkan" dan mendoakan keselamatan serta keberkahan bagi sang buah hati.
  • Fleksibilitas Pelaksanaan: Meskipun secara tradisional adalah 35 hari, dalam praktiknya, beberapa keluarga mungkin melaksanakannya di sekitar hari ke-40 atau bahkan digabungkan dengan acara lain seperti aqiqah untuk kemudahan. Namun, esensi dari perhitungan 35 hari tetap menjadi acuan utama.

Hubungan Selapan dengan Aqiqah: Tradisi dan Syariat

Meski sama-sama merupakan bentuk syukuran atas kelahiran bayi, selapan dan aqiqah memiliki dasar yang berbeda. Selapan adalah tradisi budaya, sedangkan aqiqah adalah ibadah syariat dalam agama Islam yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

  • Aqiqah dalam Islam: Aqiqah adalah penyembelihan hewan (dua kambing untuk bayi laki-laki, satu kambing untuk bayi perempuan) sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak. Waktu pelaksanaan yang paling utama adalah pada hari ke-7 setelah kelahiran, atau hari ke-14, atau hari ke-21. Jika tidak memungkinkan, bisa dilakukan kapan saja hingga anak baligh.
  • Integrasi Tradisi dan Syariat: Di Indonesia, tidak jarang tradisi selapan dan ibadah aqiqah dilaksanakan secara bersamaan atau berdekatan. Ini adalah cara cerdas untuk menggabungkan nilai-nilai budaya dengan tuntunan agama, menghemat waktu dan biaya tanpa mengurangi makna dari masing-masing ritual. Keluarga dapat melaksanakan penyembelihan hewan aqiqah, kemudian dagingnya diolah dan disajikan pada acara selapan yang juga diisi dengan doa dan tasyakuran.
  • Pilihan Terpercaya untuk Aqiqah: Untuk pelaksanaan ibadah aqiqah yang syar’i, praktis, dan terpercaya, banyak keluarga Muslim di Indonesia mempercayakan kepada Aqiqah Nurul Hayat. Dengan pengalaman bertahun-tahun dan puluhan cabang, kami berkomitmen membantu Anda menunaikan ibadah aqiqah sesuai syariat.

Persiapan dan Pelaksanaan Selapan Bayi yang Sederhana

Pelaksanaan selapan tidak harus rumit dan mewah. Intinya adalah niat tulus untuk bersyukur dan mendoakan anak. Berikut adalah beberapa hal yang umum dipersiapkan:

  • Penentuan Hari: Pilih hari ke-35 (sesuai weton) atau hari lain yang dianggap baik dan memungkinkan bagi keluarga.
  • Perlengkapan Syukuran: Siapkan hidangan tumpeng, jajanan pasar, atau makanan lain yang disukai. Jika digabungkan dengan aqiqah, hidangan dari olahan daging kambing aqiqah bisa menjadi sajian utama.
  • Ritual Simbolis:
    • Potong Rambut: Menggunting sedikit rambut bayi sebagai simbol pembersihan dan memulai lembaran baru.
    • Potong Kuku: Memotong kuku bayi juga merupakan simbol kebersihan.
    • Doa Bersama: Membaca doa-doa kebaikan untuk bayi dan keluarga.
    • Pemberian Nama (jika belum): Kadang kala, momen ini juga digunakan untuk mengumumkan atau mengesahkan nama bayi.
  • Berkumpul dengan Keluarga: Ajak keluarga inti dan kerabat dekat untuk berbagi kebahagiaan dan mendoakan bayi bersama.

Tradisi selapan bayi berapa hari pun dilaksanakan, yang terpenting adalah esensi dari rasa syukur dan doa-doa terbaik yang dipanjatkan untuk sang buah hati. Menggabungkannya dengan ibadah aqiqah akan semakin menyempurnakan kebahagiaan Anda.

FAQ Seputar Selapan Bayi dan Aqiqah

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar tradisi selapan dan ibadah aqiqah:

Apakah selapan bayi wajib dalam Islam?

Tidak, selapan bayi bukanlah kewajiban dalam Islam. Selapan adalah tradisi budaya yang umumnya berasal dari Jawa. Dalam Islam, ibadah yang sangat dianjurkan untuk menyambut kelahiran bayi adalah aqiqah.

Apa saja yang dilakukan saat selapan bayi?

Secara tradisional, saat selapan bayi dilakukan berbagai ritual seperti potong rambut, potong kuku, pemberian nama (jika belum), tasyakuran dengan hidangan tumpeng, dan doa bersama keluarga serta kerabat untuk mendoakan keselamatan dan kebaikan bayi.

Bisakah selapan bayi digabungkan dengan aqiqah?

Ya, sangat memungkinkan dan seringkali digabungkan. Banyak keluarga memilih untuk melaksanakan acara selapan dan aqiqah pada hari yang sama atau berdekatan untuk efisiensi waktu, biaya, dan kemudahan. Daging kambing hasil aqiqah dapat diolah dan disajikan pada acara selapan.

Mengapa Aqiqah Nurul Hayat menjadi pilihan terbaik untuk aqiqah bayi?

Aqiqah Nurul Hayat adalah pilihan terbaik karena kami menyediakan layanan aqiqah yang syar’i, praktis, dan terpercaya. Dengan 52 cabang di seluruh Indonesia, kami menawarkan kemudahan pemesanan, pilihan menu masakan yang lezat, dan jaminan pelaksanaan sesuai syariat. Selain itu, setiap transaksi Anda turut berkontribusi dalam program donasi untuk dhuafa, menjadikan ibadah aqiqah Anda lebih bermakna.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai tradisi dan syariat terkait kelahiran bayi, Anda bisa mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top