acara aqiqah sesuai sunnah
ACARA AQIQAH SESUAI SUNNAH Acara Aqiqah Sesuai Sunnah yang Perlu Diketahui Orang Tua by Aqiqah Surabaya (sf) | Oktober 13, 2020 Kelahiran buah hati adalah momen istimewa yang sangat dinanti oleh setiap orang tua. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Islam mensyariatkan ibadah aqiqah. Agar pelaksanaannya tidak keliru, penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana acara aqiqah sesuai sunnah Rasulullah ﷺ. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menggelar aqiqah. 1. Hewan Aqiqah Sesuai Sunnah Hal utama dalam acara aqiqah adalah hewan yang disembelih. Rasulullah ﷺ telah menjelaskan jumlah hewan aqiqah dalam hadis: “Barang siapa yang ingin menyembelih (hewan) karena kelahiran seorang anak, maka untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sepadan, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i) Ketentuannya: Tidak ada ketentuan khusus jenis kelamin kambing, namun kambing jantan lebih utama. Sesuai sunnah, hewan aqiqah tidak diganti dengan hewan lain selain kambing. 2. Daging Aqiqah Dianjurkan Dimasak Acara aqiqah sesuai sunnah berikutnya adalah mengolah daging kambing terlebih dahulu sebelum dibagikan. Mayoritas ulama menganjurkan daging aqiqah tidak dibagikan dalam keadaan mentah. Dalam kitab At-Tahdzib, Imam Al-Baghawi menyebutkan: “Dianjurkan untuk tidak membagikan daging aqiqah dalam keadaan mentah, tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diberikan kepada fakir miskin.” Pendapat serupa juga dijelaskan dalam Al-Mufashshal fi Ahkamil Aqiqah, bahwa kebanyakan ulama lebih menganjurkan daging aqiqah dimasak terlebih dahulu. Karena itu, orang tua sebaiknya menyiapkan menu masakan yang baik, baik untuk tamu, keluarga, maupun sedekah kepada yatim dan dhuafa. Saat ini, banyak orang tua memilih jasa catering aqiqah agar lebih praktis dan sesuai syariat. 3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah Sunnah selanjutnya adalah keluarga ikut memakan sebagian daging aqiqah. Hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah r.a.: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya, lalu dimakan (oleh keluarganya) dan disedekahkan pada hari ketujuh.”(HR. Al-Bayhaqi) Dari hadis ini, jelas bahwa: Dengan demikian, aqiqah bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan. 4. Mencukur Rambut dan Memberi Nama Acara aqiqah sesuai sunnah juga disertai dengan mencukur rambut bayi dan memberikan nama yang baik. Biasanya, prosesi ini dilakukan pada hari ketujuh kelahiran. Dalam praktiknya, cukur rambut sering disimbolkan dengan menggunting sedikit rambut bayi oleh orang tua atau keluarga, disertai lantunan shalawat. Setelah itu, nama bayi diumumkan kepada para tamu. Memberi nama yang baik merupakan doa dan harapan agar anak tumbuh dengan akhlak dan iman yang baik. Hukum mencukur rambut bayi saat aqiqah menurut pendapat kuat ulama adalah sunnah. 5. Mendoakan Bayi Rangkaian acara aqiqah sesuai sunnah ditutup dengan mendoakan bayi. Salah satu doa yang dianjurkan adalah: “U‘idzuka bi kalimaatillaahit taammaati min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah.” Artinya:“Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap gangguan setan, binatang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.” Penutup Melaksanakan aqiqah sesuai sunnah bukanlah hal yang sulit, asalkan orang tua memahami tata caranya dengan benar. Mulai dari pemilihan hewan, pengolahan daging, hingga doa dan pemberian nama, semuanya memiliki nilai ibadah yang besar. Semoga dengan aqiqah, anak menjadi pribadi yang shalih dan shalihah, serta membawa keberkahan bagi keluarga. Wallahu a’lam bish-shawab.