News

News

list pertanyaan bumil untuk dokter kandungannya

Aqiqah Salatiga – 10 Pertanyaan Penting Saat Konsultasi Kehamilan Pertama by Aqiqah Salatiga (SF) | 30 Maret 2021 Konsultasi kehamilan sejak usia kandungan masih sangat muda merupakan langkah penting bagi calon ibu. Meski baru memasuki minggu pertama, pemeriksaan awal bertujuan untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat, sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya gangguan sejak dini. Bagi bunda yang baru pertama kali hamil, momen konsultasi kehamilan sering kali terasa campur aduk antara bahagia, gugup, dan bingung. Tidak sedikit calon ibu yang belum tahu pertanyaan apa saja yang sebaiknya diajukan kepada dokter kandungan saat kontrol pertama. Agar tidak bingung, berikut ini beberapa pertanyaan penting seputar kehamilan yang bisa bunda tanyakan saat konsultasi pertama dengan dokter kandungan. 1. Bagaimana Hasil Check Up Kehamilan? Biasanya konsultasi kehamilan pertama diawali dengan pemeriksaan berat badan, tekanan darah, denyut jantung, tes darah, hingga USG. Setelah pemeriksaan selesai, bunda perlu menanyakan hasilnya: apakah benar sedang hamil dan apakah kondisi ibu serta janin dalam keadaan sehat. 2. Berapa Usia Kandungan Saat Ini? Pertanyaan berikutnya yang tak kalah penting adalah usia kandungan. Dokter biasanya akan menanyakan tanggal hari pertama haid terakhir untuk memperkirakan usia kehamilan dan menentukan jadwal kontrol berikutnya. 3. Apakah Janin Dalam Keadaan Baik dan Posisi Normal? Melalui pemeriksaan USG, bunda bisa mengetahui apakah perkembangan janin sudah sesuai dengan usia kandungan. Selain itu, dokter juga akan memastikan bahwa kehamilan terjadi di dalam rahim, bukan kehamilan ektopik, serta memantau posisi bayi. 4. Berapa Berat Badan Ideal Ibu dan Janin? Setiap ibu hamil memiliki kebutuhan kenaikan berat badan yang berbeda. Oleh karena itu, bunda sebaiknya menanyakan berat badan ideal yang perlu dicapai agar kehamilan tetap sehat dan terhindar dari risiko obesitas atau kekurangan nutrisi. 5. Apa Saja Pantangan Makanan dan Lingkungan? Bunda wajib bertanya mengenai makanan dan minuman yang perlu dikonsumsi atau dihindari selama kehamilan. Selain itu, diskusikan juga soal penggunaan skincare, makeup, paparan bahan kimia, serta keberadaan hewan peliharaan di rumah demi keamanan ibu dan janin. 6. Aktivitas dan Olahraga Apa yang Aman Dilakukan? Meski disarankan untuk tetap aktif bergerak, ibu hamil tidak boleh sembarangan melakukan aktivitas. Tanyakan pada dokter aktivitas apa saja yang aman, aktivitas yang perlu dibatasi, serta jenis olahraga ringan yang dianjurkan selama kehamilan. 7. Apakah Gejala yang Dirasakan Termasuk Normal? Mual, muntah, mudah lelah, pusing, hingga perubahan emosi adalah hal yang umum terjadi terutama di trimester pertama. Namun, bunda tetap perlu berkonsultasi untuk memastikan apakah gejala yang dirasakan masih dalam batas wajar atau memerlukan penanganan khusus. 8. Apakah Perlu Melakukan Prenatal Screening? Prenatal screening merupakan pemeriksaan penting untuk mendeteksi risiko kelainan pada janin, seperti down syndrome atau cacat lahir. Biasanya skrining trimester pertama dilakukan pada usia kehamilan 9–13 minggu melalui USG dan tes darah. Diskusikan dengan dokter jenis pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi bunda. 9. Apakah Aman Berhubungan Intim Saat Hamil? Jangan ragu untuk bertanya mengenai keamanan hubungan suami istri selama kehamilan. Pada umumnya hubungan intim aman dilakukan, namun ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai. Diskusi terbuka dengan dokter akan membuat bunda lebih tenang. 10. Apakah Dokter Bisa Dihubungi di Luar Jam Praktik? Sebagai antisipasi kondisi darurat, bunda sebaiknya menanyakan apakah dokter bisa dihubungi di luar jam konsultasi. Hal ini penting jika sewaktu-waktu terjadi keluhan mendadak yang memerlukan saran medis. Penutup Jangan ragu untuk mengajukan berbagai pertanyaan saat konsultasi kehamilan pertama. Semakin banyak informasi yang bunda dapatkan, semakin baik pula upaya menjaga kesehatan ibu dan janin hingga waktu persalinan tiba. Sebagai bagian dari keluarga besar Aqiqah Salatiga, kami percaya bahwa persiapan sejak masa kehamilan adalah awal dari tumbuh kembang anak yang sehat dan penuh keberkahan.

News

jasa aqiqah bekasi aqiqah nurul hayat

Jasa Aqiqah Bekasi – Aqiqah Nurul Hayat Amanah & Sesuai Syariat by Aqiqah Bekasi Nurul Hayat | 25 Juli 2020 Aqiqah merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran buah hati. Dalam pelaksanaannya, aqiqah tidak sekadar acara seremonial, tetapi memiliki nilai ibadah, sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Aqiqah Bekasi Nurul Hayat hadir sebagai solusi bagi Ayah dan Bunda yang ingin melaksanakan aqiqah dengan cara yang mudah, amanah, dan sesuai syariat Islam. Mulai dari pemilihan kambing aqiqah, proses penyembelihan, hingga pengolahan masakan dilakukan secara profesional dan higienis. Saat ini, Nurul Hayat telah melayani puluhan cabang layanan aqiqah di berbagai kota di Indonesia, termasuk jasa aqiqah Bekasi yang siap melayani kebutuhan masyarakat sekitar. Pengertian dan Makna Aqiqah dalam Islam Secara bahasa, aqiqah (akikah/aqiqoh) berarti memutus atau memotong. Sedangkan menurut syariat Islam, aqiqah adalah hewan yang disembelih sebagai bentuk ibadah dan ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak. Selain penyembelihan hewan aqiqah, rangkaian ibadah aqiqah juga dianjurkan disertai dengan: Pemberian nama yang baik memiliki makna mendalam dalam Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memberikan nama dengan arti yang baik, karena nama memiliki keterkaitan dengan doa dan harapan bagi anak. Hukum Aqiqah Menurut Para Ulama Para ulama memiliki beberapa pendapat terkait hukum aqiqah, di antaranya: Dari pendapat mayoritas ulama, dapat disimpulkan bahwa aqiqah adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Kenapa Memilih Aqiqah Bekasi Nurul Hayat? Berikut alasan mengapa banyak keluarga mempercayakan aqiqah kepada Nurul Hayat: Harga Paket Aqiqah Bekasi Nurul Hayat (Kambing Masak) Paket Aqiqah Kambing Masak Platinum Istimewa Super Puas Tasyakuran* Paket Aqiqah Plus Nasi Kotak Bekasi Paket aqiqah siap saji dengan nasi kotak, praktis dan langsung dibagikan. Jumlah menu nasi kotak menyesuaikan paket: Isi Nasi Kotak: Menu Tambahan & Nasi Arab Selain menu utama aqiqah, tersedia juga: Program Aqiqah Salur – Berbagi ke Sesama Aqiqah Nurul Hayat menyediakan layanan Aqiqah Salur, di mana paket aqiqah dapat disalurkan ke masyarakat kurang mampu atau panti asuhan tanpa biaya tambahan. Proses penyaluran didokumentasikan sebagai laporan kepada keluarga. Paket Dekorasi Aqiqah Bekasi Tersedia juga paket dekorasi aqiqah dengan harga terjangkau, mulai dari backdrop, ayunan, hingga properti foto. Cocok untuk tasyakuran aqiqah di rumah. Cara Pemesanan Aqiqah Bekasi Nurul Hayat 📍 Alamat:Jalan Jati Makmur Kemang No.45, Pondok Gede, Bekasi 📞 Kontak:(021) 280840280822-1031-1175 (WA)0828-1707-9751 (WA) Konsultasi gratis, proses cepat, dan siap membantu Ayah & Bunda melaksanakan aqiqah dengan tenang dan berkah.

News

Mendidik Anak Perempuan dalam Islam

Mendidik Anak Perempuan dalam Islam: Panduan Lengkap untuk Orang Tua by Nasywa | 01 April 2022 Anak adalah titipan terindah dari Allah SWT yang wajib dijaga dan dididik dengan penuh tanggung jawab. Dalam Islam, mendidik anak perempuan memiliki keistimewaan tersendiri. Bukan tanpa alasan, karena anak perempuan memiliki kedudukan mulia dan kelak bisa menjadi penolong orang tuanya di akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih: “Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan itu akan menjadi penghalang dari api neraka.”(HR. Bukhari dan Muslim) Karena itulah, mendidik anak perempuan dalam Islam bukan sekadar membesarkan, tetapi menanamkan nilai tauhid, akhlak, dan kesiapan hidup sejak dini. Berikut panduan lengkapnya. 1. Menanamkan Ilmu Tauhid Sejak Dini Tauhid adalah fondasi utama dalam pendidikan anak perempuan. Orang tua perlu mengenalkan siapa Allah SWT, bahwa Dia adalah Pencipta seluruh alam. Biasakan anak mendengar dan mengucapkan kalimat syahadat: “Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah.” Dengan pengulangan yang lembut dan konsisten, kalimat tauhid akan tertanam kuat dalam hati anak. Rasulullah SAW bersabda: “Bukalah lisan anak-anak kalian dengan kalimat ‘Laa ilaaha illallah’.”(HR. Sya’bul Iman) 2. Mengajarkan Doa Harian dan Kewajiban sebagai Muslim Biasakan anak perempuan membaca doa sehari-hari, seperti doa sebelum makan, tidur, dan keluar rumah. Contoh sederhana dari orang tua—mengucapkan bismillah dan alhamdulillah—akan sangat berpengaruh. Saat usia 2–3 tahun, anak sudah bisa dikenalkan huruf hijaiyah dan Al-Qur’an. Seiring bertambahnya usia, ajarkan shalat dan puasa secara bertahap agar menjadi kebiasaan, bukan paksaan. 3. Menanamkan Akhlak Mulia dan Adab kepada Orang Tua Akhlak yang baik adalah cerminan iman. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Ajarkan anak perempuan untuk bersikap sopan, jujur, menghormati orang tua, dan berbuat baik kepada sesama. Al-Qur’an pun menegaskan pentingnya berbakti kepada orang tua: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.”(QS. Luqman: 14) 4. Mengenalkan Fiqih Wanita Ketika anak perempuan mulai baligh, orang tua wajib membimbingnya memahami fiqih wanita. Mulai dari cara berpakaian yang menutup aurat, bersuci, hingga pemahaman tentang haid. Ilmu ini penting agar anak menjalani ibadah dengan benar dan penuh kesadaran. 5. Mengajarkan Keterampilan Rumah Tangga Keterampilan rumah tangga bukan berarti membatasi peran perempuan, tetapi membekali kemandirian. Memasak, membersihkan rumah, dan mengatur kebutuhan sehari-hari adalah bekal hidup yang bermanfaat, baik saat masih sendiri maupun kelak berkeluarga. 6. Mempersiapkan Anak Menjadi Istri Shalihah Peran sebagai istri adalah amanah besar. Orang tua perlu menanamkan nilai tanggung jawab, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT. Apapun profesinya kelak, seorang perempuan tetap memiliki peran penting dalam rumah tangga. 7. Membimbing Anak Perempuan Menjadi Ibu Seorang perempuan akan terus belajar menjadi ibu sepanjang hidupnya. Pendidikan karakter sejak kecil akan terbawa hingga dewasa. Anak perempuan yang dibesarkan dengan kasih sayang dan nilai Islam, insya Allah akan menjadi ibu yang bijak dan penuh cinta. 8. Memberikan Pendidikan yang Layak dan Terbaik Islam sangat menganjurkan pendidikan bagi anak perempuan. Orang tua wajib mengupayakan pendidikan agama dan umum yang seimbang agar anak tumbuh cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mengasuh dua anak perempuan hingga dewasa, maka ia akan bersamaku di hari kiamat.”(HR. Bukhari dan Muslim) 9. Membiasakan Menutup Aurat Sejak Dini Ajarkan anak perempuan untuk berpakaian sopan dan menutup aurat sesuai tuntunan Islam. Pembiasaan sejak kecil akan membentuk rasa malu dan menjaga kehormatan diri. Rasulullah SAW bersabda kepada Asma’ binti Abu Bakar: “Jika seorang wanita telah baligh, tidak boleh terlihat darinya kecuali wajah dan kedua telapak tangan.”(HR. Abu Dawud) Penutup Mendidik anak perempuan dalam Islam adalah investasi akhirat bagi orang tua. Selain membekali ilmu agama dan akhlak, jangan lupa ajarkan anak untuk mencintai dan menghargai dirinya sendiri agar tumbuh percaya diri dan terhindar dari hal-hal yang membahayakan. Semoga kita semua dimudahkan Allah SWT dalam mendidik amanah terindah ini. Aqiqoh Nurul Hayat Alhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah

News

nama terbaik untuk anak ketika di aqiqah

Nama Terbaik untuk Anak Saat Aqiqah Menurut Islam by Aqiqah Nurul Hayat Surabaya | 27 Juni 2016 Memberikan nama terbaik untuk anak adalah salah satu bentuk doa dan harapan orang tua. Alhamdulillah, saat ini semakin banyak orang tua yang sadar akan pentingnya memilih nama dengan makna yang baik, indah, dan bernilai Islami. Tidak sedikit pula yang mengambil inspirasi nama dari Al-Qur’an maupun bahasa Arab yang sarat makna kebaikan. Dalam Islam, pemberian nama anak biasanya dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan aqiqah dan pencukuran rambut bayi. Momen ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari ibadah dan sunnah yang memiliki nilai spiritual mendalam. Pentingnya Memberi Nama yang Baik untuk Anak Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya pemberian nama yang baik. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Sesungguhnya di antara kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya ketika telah dewasa.”(HR. Ibnu Najar) Hadits ini menunjukkan bahwa nama bukanlah hal sepele. Nama adalah identitas pertama seorang anak, sekaligus doa yang akan menyertainya sepanjang hidup. Nama Anak sebagai Identitas dan Doa Hakikat sebuah nama adalah sebagai tanda pengenal yang membedakan satu individu dengan yang lain. Dalam Islam, nama juga mencerminkan kemuliaan sebagai anak Adam dan identitas sebagai seorang muslim. Para ulama sepakat bahwa memberi nama kepada anak, baik laki-laki maupun perempuan, adalah kewajiban orang tua. Bahkan, banyak ulama menyebutkan bahwa nama memiliki pengaruh terhadap akhlak, kepribadian, dan cara hidup seseorang. Karena itu, Islam sangat menganjurkan nama-nama yang bermakna baik, lembut, dan membawa harapan kebaikan. Waktu Terbaik Memberi Nama Anak Pemberian nama biasanya dilakukan saat aqiqah, yaitu pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Pada momen ini, orang tua dianjurkan untuk: Semua rangkaian tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia seorang anak. Pilih Nama dengan Makna Baik dan Islami Sebagai orang tua, sudah sepatutnya kita memilih nama terbaik untuk buah hati. Nama yang baik adalah doa, harapan, dan identitas yang akan melekat hingga akhir hayat. Mari kita beri anak-anak kita nama yang: InsyaAllah, dengan nama yang baik dan pendidikan yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan shalihah. Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu memberikan yang terbaik bagi buah hati tercinta

News

Berbagai Menu Olahan Masakan Aqiqah

Pilihan Menu Masakan Aqiqah yang Lezat dan Praktis Dibagikan by Aditiya | September 07, 2021 Saat merencanakan aqiqah untuk buah hati, orang tua memiliki dua pilihan: memasak sendiri atau mempercayakannya kepada penyedia jasa catering aqiqah. Banyak keluarga kini memilih jasa aqiqah agar lebih praktis, higienis, dan tidak merepotkan. Salah satu hal penting yang perlu dipikirkan adalah menu masakan aqiqah yang akan dibagikan. Olahan daging aqiqah bisa dibuat dalam berbagai variasi menu, tergantung selera keluarga dan kebutuhan tamu. Karena berbahan dasar daging kambing, proses pengolahannya pun harus ditangani oleh tenaga yang benar-benar ahli agar hasilnya empuk, tidak bau prengus, dan tetap lezat. Berikut ini beberapa menu kambing aqiqah favorit yang paling sering dipilih dan disukai banyak orang. 1. Sate Kambing Sate kambing menjadi menu paling populer dalam paket aqiqah. Potongan daging kambing direndam bumbu, ditusuk, lalu dibakar di atas bara api hingga matang sempurna. Disajikan dengan bumbu kacang, kecap manis, dan taburan bawang goreng, sate kambing selalu sukses menggugah selera. 2. Gulai Kambing Bagi pecinta masakan berkuah santan, gulai kambing adalah pilihan tepat. Olahan khas Nusantara ini dimasak dengan rempah-rempah seperti kunyit, ketumbar, jahe, dan lengkuas, menghasilkan cita rasa gurih dan aroma yang menggoda. 3. Kari Kambing Kari kambing cocok bagi Anda yang menginginkan menu praktis namun tetap nikmat. Daging kambing direbus hingga empuk lalu dimasak dengan kuah kari kental yang gurih dan ringan di lidah. 4. Rendang Kambing Tak hanya daging sapi, kambing juga bisa diolah menjadi rendang yang lezat. Dengan racikan bumbu yang tepat, rendang kambing bisa menjadi menu aqiqah istimewa, terlebih jika diolah menjadi rendang kering agar lebih tahan lama. 5. Nasi Kebuli Kambing Ingin suasana berbeda? Nasi kebuli kambing bisa jadi pilihan. Perpaduan nasi berbumbu rempah khas Timur Tengah dengan daging kambing membuat menu ini terasa spesial dan cocok disajikan dalam nasi box. 6. Tongseng Tongseng hampir mirip dengan gulai, namun menggunakan daging bertulang dan tambahan sayuran seperti kol dan tomat. Rasa gurih, manis, dan segarnya menjadikan tongseng favorit banyak orang. 7. Krengsengan Kambing Krengsengan kambing dimasak dengan kuah sangat sedikit, bahkan nyaris kering. Rasanya cenderung pedas, manis, dan gurih, cocok bagi penyuka olahan kambing yang berbumbu kuat. 8. Sop Kambing Menu sop kambing memberikan sensasi berbeda dalam sajian aqiqah. Kuah bening dengan potongan daging kambing dan sayuran terasa ringan namun tetap nikmat. 9. Kambing Masak Bumbu Wijen Menu ini terinspirasi dari masakan Korea. Daging kambing ditumis dengan campuran kecap asin, kecap manis, dan taburan wijen, menghasilkan rasa gurih dan unik. 10. Rolade Kambing Rolade kambing cocok untuk anak-anak karena teksturnya lembut dan mudah dikunyah. Biasanya dipadukan dengan sayuran seperti wortel dan kentang. 11. Kambing Gepuk Olahan khas Sunda ini dibuat dengan cara memipihkan daging kambing lalu dimasak dengan rempah hingga empuk dan agak kering, sehingga lebih tahan lama. 12. Abon Kambing Abon kambing menjadi alternatif menu aqiqah yang praktis dan awet. Teksturnya halus, rasanya gurih, dan disukai anak-anak maupun orang dewasa. Penutup Itulah berbagai pilihan menu masakan aqiqah yang bisa dijadikan referensi sebelum menentukan paket aqiqah. Dengan menu yang tepat dan pengolahan yang baik, ibadah aqiqah pun menjadi lebih berkesan dan bermakna. Aqiqoh Nurul HayatAlhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk ibadah aqiqah keluarga Muslim

News

Batas Waktu Aqiqah

Batas Waktu Aqiqah: Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah?By Nasywa | Maret 07, 2022 Kelahiran seorang anak selalu membawa kebahagiaan bagi keluarga. Dalam Islam, salah satu cara untuk menunjukkan rasa syukur adalah dengan melaksanakan aqiqah. Orang tua yang mampu secara finansial dianjurkan untuk menyembelih kambing, dan dagingnya dibagikan kepada kerabat, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan. Distribusi daging aqiqah tidak hanya menumbuhkan rasa persaudaraan, tetapi juga membantu meringankan beban orang-orang kurang mampu. Semakin banyak yang menerima, semakin banyak pula kegembiraan yang dirasakan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah? Waktu Sunnah Aqiqah Para ulama sepakat bahwa aqiqah dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran. Hikmahnya adalah untuk meringankan keluarga yang baru menyambut bayi. Melakukan aqiqah di hari pertama bisa menjadi beban karena keluarga masih menyesuaikan diri dengan kehadiran bayi, sementara persiapan kambing membutuhkan usaha lebih. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya, dan diberi nama.”(HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah no. 3165, Ahmad 5/12; shahih menurut Syaikh Al Albani) Jika Terlewat dari Hari Ketujuh Penulis Mughnil Muhtaj, Asy Syarbini rahimahullah, menambahkan: “Jika telah mencapai usia baligh, hendaklah anak mengakikahi diri sendiri untuk menunaikan yang telah luput.” (Mughnil Muhtaj, 4:391) Aqiqah Ketika Dewasa Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah: QS. At-Taghobun:16 mengingatkan: “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” Kesimpulan Aqiqoh Nurul HayatAlhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu-membahu dalam melayani masyarakat melalui program aqiqah terpercaya dan syar’i.

News

aqiqah karawang

Aqiqah Karawang oleh Nurul Hayat – Praktis, Halal, dan Sesuai Syariat Aqiqah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Jika Anda sedang mencari layanan aqiqah di Karawang, Nurul Hayat hadir sebagai solusi praktis dan terpercaya. Dengan pengalaman lebih dari 18 tahun, Nurul Hayat telah melayani ribuan keluarga untuk menunaikan ibadah aqiqah dengan amanah, halal, dan sesuai syariat. Mengapa Memilih Aqiqah Nurul Hayat Karawang? Pilihan Paket Aqiqah Karawang Nurul Hayat menyediakan beberapa paket aqiqah sesuai kebutuhan dan budget keluarga: Semua paket dapat dikombinasikan dengan nasi kotak eksklusif, lengkap dengan sambal, acar, kerupuk, dan buah. Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah? Sunnah melaksanakan aqiqah pada hari ke-7 kelahiran anak. Jika luput, aqiqah bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Dalam hal anak sudah dewasa, aqiqah tetap menjadi tanggung jawab orang tua jika saat kelahiran mereka mampu menunaikannya.

News

manfaat kurma untuk ibu hamil

Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil – Sehat dan Aman untuk Kehamilan by Aqiqah Magelang | April 29, 2021 Kurma bukan hanya buah lezat, tapi juga memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Dikonsumsi dengan tepat, kurma dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin selama kehamilan. Yuk, simak manfaat kurma untuk setiap trimester kehamilan berikut ini. 1. Trimester Pertama: Mencegah Sembelit dan Menjaga Energi Pada trimester pertama, ibu hamil sering mengalami sembelit akibat perubahan hormon. Kurma kaya serat alami yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Namun, konsumsi kurma sebaiknya dalam jumlah sedang, terutama bagi ibu yang memiliki masalah gula darah. 2. Trimester Kedua: Dukungan Nutrisi dan Pencegahan Diabetes Gestasional Di trimester kedua, risiko diabetes gestasional meningkat. Kurma mengandung gula alami yang aman jika dikonsumsi secukupnya. Tetap konsultasikan dengan dokter sebelum memasukkan kurma dalam menu harian, agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga. 3. Trimester Ketiga: Membantu Persalinan Lebih Lancar Konsumsi kurma pada trimester ketiga dapat membantu mempercepat proses persalinan. Penelitian menunjukkan ibu hamil yang rutin makan kurma mulai minggu ke-36 memiliki persalinan lebih mudah dan lancar. Dianjurkan makan 6 buah kurma sehari pada fase ini, tentunya dengan saran dokter. Tips Aman Konsumsi Kurma untuk Ibu Hamil Kurma adalah teman sehat ibu hamil yang bisa membantu pencernaan, memberi energi, dan mendukung kelancaran persalinan. Dengan konsumsi yang tepat, kurma akan membawa banyak manfaat untuk ibu dan bayi.

News

Hukum Aqiqah Anak tapi Diri Sendiri Belum Bolehkah

Hukum Aqiqah Anak Tapi Diri Sendiri Belum, Bolehkah? by Tri Wahyudi | Januari 06, 2022 Dalam Islam, Aqiqah adalah ibadah menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Pertanyaannya, bolehkah menunaikan Aqiqah untuk anak jika diri sendiri belum Aqiqah? Simak penjelasannya berikut ini. Pengertian Aqiqah Aqiqah berasal dari bahasa Arab al-qat’u yang berarti “memotong”. Ibadah ini termasuk sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan hampir mendekati tingkat wajib. Hukum Aqiqah Anak Jika Diri Sendiri Belum Menurut Buya Yahya, orang tua wajib menunaikan Aqiqah untuk anaknya: “Aqiqahilah anakmu. Sebab yang bertugas mengaqiqahi anakmu adalah dirimu (orang tua), dan yang bertugas mengaqiqahi dirimu adalah bapakmu, ayah dan ibundamu.” Artinya, mendahulukan Aqiqah anak yang baru lahir adalah sunnah yang dianjurkan, sementara Aqiqah untuk diri sendiri dapat dilakukan nanti ketika memiliki rezeki. Waktu Pelaksanaan Aqiqah Aqiqah dianjurkan pada hari ketujuh kelahiran anak, namun boleh juga dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Ketentuan Hewan Aqiqah Hewan yang disembelih sebaiknya kambing atau domba dengan umur kurang dari setengah tahun. Proses Aqiqah juga menjadi momen memberi nama baik untuk bayi dan mencukur rambutnya. Doa Aqiqah Doa yang dibacakan saat penyembelihan hewan Aqiqah: “Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.” Artinya:“Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari umat Muhammad.” Doa untuk bayi yang diaqiqahkan: “U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.” Artinya:“Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.” Kesimpulan Melaksanakan Aqiqah anak yang baru lahir adalah kewajiban orang tua, meskipun orang tua itu sendiri belum Aqiqah. Aqiqah untuk diri sendiri bisa dilakukan kemudian, setelah kewajiban menunaikan Aqiqah anak terpenuhi.

News

Aqiqah itu sunnah atau wajib?

Aqiqah Itu Sunnah atau Wajib? by Aqiqah Surabaya | April 17, 2015 Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Banyak orang sering bertanya: “Aqiqah itu sunnah atau wajib?” Berikut penjelasannya secara lengkap. Dalil Aqiqah Dalam hadits disebutkan, “Setiap anak tertuntut dengan ‘Aqiqah’-nya.” Hadits lain menegaskan, anak laki-laki dianjurkan di-Aqiqah dengan 2 kambing, sedangkan anak perempuan dengan 1 kambing. Hukum Aqiqah Menurut Ulama Mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Malik, menegaskan bahwa hukum Aqiqah adalah sunnah. Mereka berargumen, jika Aqiqah wajib, Rasulullah SAW pasti menjelaskannya secara tegas sebagai kewajiban yang jelas dalam agama. Di sisi lain, beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri dan Imam Laits berpendapat bahwa Aqiqah wajib. Mereka menafsirkan hadits di atas bahwa seorang anak “tertahan” hak syafaatnya bagi orang tua hingga dilakukan Aqiqah. Ada juga sebagian kecil ulama yang mengingkari hukum Aqiqah, tetapi pendapat ini kurang berdasar dan tidak diikuti secara luas. Kesimpulan Berdasarkan dalil dan pendapat mayoritas ulama, Aqiqah termasuk sunnah. Bagi ayah yang mampu, dianjurkan untuk melaksanakan Aqiqah agar mendapatkan pahala dan ikut menumbuhkan rasa cinta di masyarakat. Tradisi ini juga menjadi momen untuk mengundang tetangga dan keluarga dalam acara walimah Aqiqah. Aqiqah Nurul HayatAlhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan melalui layanan Aqiqah yang amanah, sesuai syariat, dan praktis.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top