Jam Tidur Ideal Bagi Seorang Muslim
By Shofi | Agustus 30, 2022
Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, selain makan dan bernapas. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, namun secara umum orang dewasa membutuhkan tidur malam sekitar 7–9 jam setiap hari.
Kebiasaan begadang atau kurang tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Tubuh menjadi mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan menurut beberapa penelitian, kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Karena itu, mencukupi waktu tidur sangat penting. Lalu, kapan sebenarnya jam tidur yang ideal bagi seorang Muslim?
Panduan Jam Tidur Menurut Islam
Sebagai seorang Muslim, tentu Al-Qur’an dan Hadis menjadi pedoman utama dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam mengatur waktu tidur. Dalam Islam, terdapat waktu-waktu yang disunnahkan dan dimakruhkan untuk tidur.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Rasulullah tidak menyukai tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelah shalat Isya.”
(HR. Al-Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidur setelah shalat Isya, dan menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat setelahnya.
Waktu Tidur yang Dimakruhkan
Selain itu, terdapat pula beberapa waktu tidur yang dianjurkan untuk dihindari, di antaranya:
“Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”
(HR. Ad-Dailami)
Pendapat ulama juga menegaskan hal ini. Habib Zain bin Smith berkata:
“Tidur setelah subuh menghilangkan keberkahan rezeki dan umur, karena berkah umat ini berada di waktu pagi, yaitu setelah shalat Subuh hingga terbit matahari.”
(Fawaid al-Mukhtarah, Hal. 590)
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidur setelah Subuh dan tidur setelah Ashar termasuk waktu yang sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat.
Jam Tidur Malam yang Paling Baik
Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, waktu tidur malam yang paling baik adalah setelah shalat Isya. Tidur lebih awal di malam hari memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup
- Lebih mudah bangun di sepertiga malam
- Memudahkan untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti shalat malam dan dzikir
Dengan pola tidur seperti ini, seorang Muslim dapat menjaga kesehatan jasmani sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Penutup
Tidur bukan sekadar aktivitas melepas lelah, tetapi juga bagian dari menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan. Maka, mengatur jam tidur sesuai tuntunan Islam adalah salah satu ikhtiar untuk hidup lebih sehat dan berkah.
Seperti kata Bang Rhoma Irama:
“Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya.”