Nabi Muhammad Mempertahankan Tradisi Aqiqah

Nabi Muhammad Mempertahankan Tradisi Aqiqah

Tradisi aqiqah sebenarnya sudah ada di masa Jahiliyah, tapi Nabi Muhammad SAW justru menyempurnakannya jadi sunnah mulia yang kita warisi hingga kini. Beliau ganti ritual darah kotor dengan syariat bersih, penuh syukur atas nikmat kelahiran anak.

Aqiqah Jahiliyah vs Islam

Masyarakat Arab dulu sembelih kambing saat bayi lahir, oles darah ke kepala si kecil sebagai persembahan berhala. Rasulullah ubah jadi Bismillah sunnah, cukur rambut, timbang perak sedekah, ganti darah dengan minyak wangi—seperti hadis Aisyah RA: “Gantilah darah itu dengan minyak wangi.” Beliau sendiri akekah cucu Hasan-Husein, satu atau dua ekor kambing per anak.

Contoh Langsung Rasulullah SAW

Hadis Abu Dawud dari Ibnu Abbas: “Rasulullah SAW akekah Al-Hasan dan Al-Husain, masing-masing satu ekor gibas.” Fatimah RA sering laksanakan atas perintah ayahanda, jadi teladan umat. Ini bukti Nabi pertahankan tradisi baik pra-Islam, tapi poles sesuai tauhid.

Hikmah yang Abadi

Aqiqah tebus dosa bayi, pengganti darah tali pusar, doa orang salih, kurban simbol Ibrahim AS. Dilaksana hari ke-7 ideal, boleh mundur kalau mampu. Kini, layanan seperti Paket Aqiqah Praktis Aqiqah Nurul Hayat bantu umat ikuti sunnah mudah.

Pelajaran Buat Kita

Islam tak hapus budaya lokal asal selaras syariat—Nabi contohkan adaptasi bijak. Pelajari detail hadis di Ridho Aqiqah. Yuk lanjutkan sunnah Rasul, sambut si kecil dengan berkah penuh cinta!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top