Aqiqah Anak Umur 10 Tahun: Hukum, Waktu, dan Cara Pelaksanaannya | Aqiqah Nurul Hayat

Apakah aqiqah anak umur 10 tahun masih bisa dilaksanakan? Pertanyaan ini seringkali muncul di benak para orang tua yang mungkin karena satu dan lain hal belum sempat menunaikan ibadah aqiqah bagi buah hati mereka di waktu yang dianjurkan. Sebagai ibadah sunnah muakkadah, aqiqah memiliki makna mendalam sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak dan penebus bagi sang anak. Namun, bagaimana jika usia anak sudah beranjak dewasa, seperti menginjak 10 tahun? Jangan khawatir, artikel ini akan mengupas tuntas hukum, waktu, serta kemudahan pelaksanaan aqiqah di usia tersebut, agar ibadah Anda tetap sempurna.

aqiqah anak umur 10 tahun aqiqah nurul hayat

Hukum Aqiqah untuk Anak yang Sudah Beranjak Dewasa

Aqiqah adalah ibadah sunnah yang sangat ditekankan (sunnah muakkadah) dalam Islam. Hukum asalnya adalah menjadi tanggung jawab orang tua atau wali untuk melaksanakannya ketika anak lahir. Namun, seringkali ada situasi yang membuat orang tua belum mampu menunaikannya di masa kecil anak.

Para ulama sepakat bahwa aqiqah tidak gugur meskipun sudah melewati waktu yang dianjurkan. Artinya, jika seorang anak belum diaqiqahi hingga ia beranjak dewasa, ibadah aqiqah tetap bisa dilaksanakan. Bahkan, sebagian ulama berpendapat bahwa jika orang tua belum mampu melaksanakannya hingga anak baligh (dewasa), maka anak tersebut memiliki pilihan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri. Jadi, tidak ada batasan usia maksimal untuk melaksanakan aqiqah, termasuk untuk aqiqah anak umur 10 tahun.

Melaksanakan aqiqah meskipun terlambat tetap membawa keberkahan dan pahala, serta menyempurnakan hak anak yang belum terpenuhi. Ini adalah bentuk penunaian sunnah Nabi Muhammad SAW dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia seorang anak.

Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah? Apakah Umur 10 Tahun Masih Diperbolehkan?

Secara syariat, waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, atau hari ke-21. Namun, jika pada waktu-waktu tersebut orang tua masih belum mampu, maka aqiqah tetap bisa dilaksanakan kapan saja sebelum anak mencapai usia baligh. Dan jika sudah baligh pun, seperti yang sudah dijelaskan di atas, aqiqah masih bisa ditunaikan.

Oleh karena itu, jawaban untuk pertanyaan “apakah aqiqah anak umur 10 tahun masih diperbolehkan?” adalah ya, sangat diperbolehkan. Tidak ada dalil yang melarang pelaksanaan aqiqah di usia tersebut. Bahkan, beberapa riwayat menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengaqiqahi cucu-cucunya, Hasan dan Husain, pada hari ketujuh, dan beliau tidak membatasi usia untuk pelaksanaan aqiqah secara mutlak.

Yang terpenting adalah niat tulus untuk menunaikan ibadah sunnah ini dan mewujudkan rasa syukur. Keterlambatan bukan berarti menghilangkan kesempatan untuk beribadah.

Manfaat dan Hikmah Melaksanakan Aqiqah di Usia Dewasa

Melaksanakan aqiqah, termasuk di usia anak yang sudah beranjak dewasa seperti 10 tahun, membawa banyak manfaat dan hikmah, di antaranya:

  • Menyempurnakan Hak Anak: Aqiqah adalah hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tua. Dengan melaksanakannya, orang tua telah menyempurnakan salah satu kewajiban sunnah terhadap buah hati.
  • Wujud Syukur kepada Allah SWT: Kelahiran anak adalah anugerah besar. Aqiqah menjadi salah satu cara mengungkapkan rasa syukur atas karunia tersebut.
  • Mendapatkan Keberkahan: Setiap ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT, baik bagi anak maupun keluarga.
  • Menghidupkan Sunnah Nabi: Dengan beraqiqah, kita turut menghidupkan dan melestarikan sunnah Rasulullah SAW.
  • Mempererat Tali Silaturahmi: Daging aqiqah yang dibagikan kepada kerabat dan tetangga dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.
  • Ketenangan Hati: Bagi orang tua, menunaikan aqiqah yang tertunda dapat memberikan ketenangan hati dan rasa lega karena telah menunaikan tanggung jawab spiritual.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai topik seputar aqiqah, Anda bisa mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Kemudahan Melaksanakan Aqiqah Anak Umur 10 Tahun Bersama Aqiqah Nurul Hayat

Melihat pentingnya aqiqah dan fleksibilitas waktu pelaksanaannya, Anda tidak perlu ragu lagi untuk menunaikan ibadah aqiqah anak umur 10 tahun. Namun, seringkali kesibukan menjadi kendala bagi orang tua untuk menyiapkan segala sesuatunya.

Di sinilah Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi terpercaya. Sebagai pelopor layanan aqiqah profesional di Indonesia, Aqiqah Nurul Hayat telah melayani ribuan keluarga dengan komitmen syar’i, higienis, dan praktis. Dengan 52 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, kami siap membantu Anda melaksanakan aqiqah dengan mudah dan tanpa repot.

Kami menyediakan berbagai paket aqiqah yang sesuai dengan kebutuhan Anda, mulai dari pilihan kambing yang sehat dan sesuai syariat, proses penyembelihan yang profesional, hingga pengolahan masakan yang lezat dan higienis. Anda bahkan bisa memilih untuk menyalurkan sebagian atau seluruh daging aqiqah kepada yang membutuhkan melalui program sosial kami, sehingga manfaat ibadah Anda semakin luas.

Dengan Aqiqah Nurul Hayat, Anda bisa fokus pada kebahagiaan menunaikan ibadah, sementara kami yang mengurus detailnya. Serahkan pelaksanaan aqiqah anak Anda kepada ahlinya, dan rasakan kemudahan serta ketenangan dalam beribadah.

FAQ Seputar Aqiqah Anak Umur 10 Tahun

Apakah aqiqah anak umur 10 tahun masih sah hukumnya?

Ya, aqiqah anak umur 10 tahun masih sah hukumnya. Aqiqah adalah sunnah muakkadah yang tidak gugur meskipun telah melewati waktu yang dianjurkan (hari ke-7, 14, atau 21). Jika orang tua belum mampu melaksanakannya di masa kecil anak, maka aqiqah tetap bisa ditunaikan kapan saja, bahkan hingga anak dewasa.

Siapa yang seharusnya menanggung biaya aqiqah untuk anak yang sudah besar?

Idealnya, biaya aqiqah ditanggung oleh orang tua atau wali. Namun, jika orang tua belum mampu atau tidak melaksanakannya hingga anak dewasa, maka anak tersebut boleh mengaqiqahi dirinya sendiri dengan hartanya sendiri setelah ia baligh dan mampu.

Apa yang harus dilakukan jika orang tua belum mengaqiqahi anaknya sampai dewasa?

Jika orang tua belum mengaqiqahi anaknya sampai dewasa, mereka tetap dianjurkan untuk melaksanakannya jika sudah memiliki kemampuan finansial. Jika anak sudah baligh dan mampu secara finansial, ia juga bisa mengambil inisiatif untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

Berapa jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa?

Jumlah hewan aqiqah tetap sama tanpa memandang usia. Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing.

Bisakah Aqiqah Nurul Hayat membantu proses aqiqah untuk anak yang sudah besar?

Tentu saja. Aqiqah Nurul Hayat melayani pelaksanaan aqiqah untuk segala usia, termasuk anak yang sudah besar atau dewasa. Kami akan membantu Anda mulai dari pemilihan hewan yang syar’i, proses penyembelihan, hingga pengolahan masakan dan penyaluran, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top