Kabar inspiratif datang dari keluarga Ridwan Ghany, seorang ayah di Bekasi yang memilih menjalankan ibadah aqiqah dengan cara sedikit berbeda namun penuh makna. Alih-alih menggunakan jasa aqiqah siap saji, Ridwan memutuskan menyembelih kambing sendiri untuk aqiqah buah hatinya sebagai wujud syukur dan keteladanan dalam keluarga. Keputusan ini dipilih tidak semata karena hobi, tetapi untuk menanamkan nilai ibadah, tanggung jawab, dan rasa syukur secara langsung kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Prosesi aqiqah yang dilakukan Ridwan berlangsung di rumah bersama keluarga inti dan beberapa kerabat dekat. Momen ini tidak hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga sarana pembelajaran bagi anak-anaknya tentang arti syukur, kepedulian sosial, serta pentingnya mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ secara benar.
Persiapan Aqiqah dan Penyembelihan
Sebelum penyembelihan dilakukan, Ridwan dan keluarganya melakukan persiapan matang, termasuk memilih kambing yang sehat dan layak menurut syariat Islam, lalu hewan tersebut diperiksa dari segi kesehatan fisik, umur, serta tidak cacat, sesuai dengan ketentuan aqiqah dan qurban.
Dalam Islam, menyembelih hewan aqiqah sendiri diperbolehkan bagi yang mampu dan memahami tata cara syariat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya…” (HR. Imam Ahmad dan At-Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan pentingnya aqiqah sebagai sunnah yang dianjurkan setelah kelahiran anak, dan ibadah ini tetap sah selama dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Ridwan juga membaca basmalah sebelum proses penyembelihan dan memastikan faktor kehormatan hewan tetap diperhatikan. Seluruh proses berjalan tertib dan penuh khidmat, sambil keluarga turut menyaksikan sebagai bentuk pembelajaran dan penghormatan terhadap ibadah yang dijalankan.
Menyantap Hidangan dan Pembagian
Setelah penyembelihan selesai, daging kambing diolah menjadi beberapa hidangan khas aqiqah seperti gulai, sate, dan sop kambing. Menu-menu ini kemudian disajikan untuk keluarga, kerabat, serta tetangga yang hadir. Sebagian daging juga dibagikan kepada fakir miskin di lingkungan sekitar sebagai bentuk sedekah dan kebersamaan sosial.
Ridwan menyampaikan bahwa inti aqiqah bukan sekadar proses penyembelihan, tetapi juga sikap berbagi kasih kepada sesama. Dengan melibatkan keluarga dalam setiap proses, Ridwan berharap anak-anaknya tumbuh dengan nilai spiritual yang kuat serta kepedulian terhadap orang lain.
Kesimpulan
Aqiqah di Bekasi yang dilakukan Ridwan Ghany dengan menyembelih kambing sendiri menjadi kisah yang menggugah banyak keluarga untuk lebih memperhatikan makna di balik ibadah aqiqah. Meski banyak pilihan layanan aqiqah profesional tersedia, memilih menyembelih sendiri tetap sah dan mulia selama mengikuti syariat Islam.
Semoga cerita ini menginspirasi banyak keluarga untuk melaksanakan aqiqah dengan niat ikhlas dan penuh keberkahan, baik melalui layanan profesional ataupun secara mandiri seperti yang dilakukan Ridwan.