Akikah atau Aqiqah: Mana Penulisan yang Benar dan Apa Maknanya?

Ketika mendengar ritual penyembelihan hewan untuk kelahiran anak dalam Islam, seringkali muncul pertanyaan: mana yang benar, akikah atau aqiqah? Kedua penulisan ini memang kerap membingungkan, namun memiliki makna yang sama dan merujuk pada ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

akikah atau aqiqah aqiqah nurul hayat

Memahami Perbedaan Penulisan: Akikah atau Aqiqah?

Secara etimologi, kata aqiqah berasal dari bahasa Arab "al-'aqiqah" (العقيقة) yang berarti rambut bayi yang baru lahir atau hewan yang disembelih untuk bayi tersebut. Dalam transliterasi dari bahasa Arab ke Bahasa Indonesia, terdapat beberapa cara penulisan yang diterima.

  • Aqiqah: Ini adalah bentuk penulisan yang paling mendekati kaidah transliterasi baku dari bahasa Arab ke Bahasa Indonesia, di mana huruf 'ain (ع) sering diwakili dengan 'a' dan huruf qaf (ق) dengan 'q'. Penulisan ini banyak digunakan dalam literatur keagamaan dan lembaga resmi.
  • Akikah: Penulisan ini juga umum digunakan dan diterima, terutama dalam percakapan sehari-hari dan beberapa publikasi. Ini adalah bentuk serapan yang telah disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia agar lebih mudah diucapkan dan ditulis oleh masyarakat umum.

Penting untuk dipahami bahwa terlepas dari perbedaan penulisan akikah atau aqiqah, keduanya merujuk pada ibadah yang sama. Tidak ada perbedaan dalam makna maupun hukumnya. Yang terpenting adalah esensi dari ibadah itu sendiri, yaitu rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak dan memohon keberkahan.

Apa Itu Aqiqah (Akikah) Sebenarnya? Definisi dan Hukumnya dalam Islam

Aqiqah, atau sering juga disebut akikah, adalah ibadah penyembelihan hewan ternak (kambing/domba) sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Selain penyembelihan hewan, aqiqah juga meliputi pencukuran rambut bayi dan pemberian nama yang baik.

Definisi Aqiqah

Dalam syariat Islam, aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: "Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad).

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah bagi orang tua atau wali yang mampu melaksanakannya. Ini berarti sangat dianjurkan untuk dilakukan, namun tidak berdosa jika tidak mampu. Aqiqah merupakan bentuk tebusan dan doa keselamatan bagi anak, serta syiar Islam yang menunjukkan kegembiraan atas karunia anak.

Syarat dan Ketentuan Pelaksanaan Aqiqah yang Sesuai Syariat

Agar ibadah aqiqah Anda sah dan diterima, ada beberapa syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan:

  • Jenis dan Jumlah Hewan:
    • Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba.
    • Untuk anak perempuan disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba.
    • Hewan harus memenuhi syarat syar’i: sehat, tidak cacat, dan cukup umur (minimal 1 tahun atau sudah berganti gigi).
  • Waktu Pelaksanaan:
    • Waktu yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi.
    • Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau hari ke-21.
    • Jika masih belum mampu, aqiqah boleh dilakukan kapan saja setelah itu, bahkan setelah anak dewasa.
  • Pembagian Daging:
    • Dianjurkan daging aqiqah dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan.
    • Daging boleh dimakan oleh keluarga yang beraqiqah, kerabat, tetangga, dan fakir miskin.
    • Tidak ada larangan bagi orang tua atau keluarga inti untuk ikut memakan daging aqiqah.
  • Cukur Rambut dan Pemberian Nama:
    • Bersamaan dengan penyembelihan, rambut bayi dicukur hingga bersih dan ditimbang untuk disedekahkan emas atau perak seberat timbangan rambutnya.
    • Memberikan nama yang baik dan bermakna positif juga dianjurkan pada hari tersebut.

Mengapa Memilih Layanan Aqiqah Terpercaya Seperti Aqiqah Nurul Hayat?

Melaksanakan aqiqah adalah ibadah yang mulia, namun seringkali terkendala waktu dan persiapan yang rumit. Memilih layanan aqiqah profesional dan terpercaya dapat menjadi solusi terbaik untuk memastikan ibadah Anda berjalan lancar sesuai syariat.

Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai pilihan utama bagi keluarga Muslim di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dan komitmen penuh terhadap syariat, kami memastikan setiap proses aqiqah dilakukan secara benar dan higienis. Mulai dari pemilihan hewan yang sehat dan sesuai syar'i, proses penyembelihan yang Islami, hingga pengolahan masakan yang lezat dan siap santap.

Kami memahami bahwa setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu, Aqiqah Nurul Hayat selalu menjaga kualitas dan kepercayaan, menjadikan ibadah aqiqah Anda lebih praktis, nyaman, dan penuh berkah. Dengan 52 cabang nasional, kami siap melayani Anda di berbagai kota di Indonesia.

Pertanyaan Umum Seputar Akikah atau Aqiqah (FAQ)

Q1: Apa perbedaan antara akikah dan qurban?

Aqiqah dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak dan hukumnya sunnah muakkadah. Waktu pelaksanaannya bisa kapan saja, namun diutamakan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran. Sementara itu, Qurban adalah ibadah penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, hukumnya juga sunnah muakkadah.

Q2: Bolehkah melaksanakan aqiqah setelah dewasa?

Ya, boleh. Jika orang tua belum sempat melaksanakan aqiqah untuk anaknya saat masih kecil karena suatu alasan (misalnya keterbatasan finansial), maka anak tersebut boleh beraqiqah untuk dirinya sendiri setelah dewasa. Para ulama berpendapat bahwa keutamaan aqiqah tetap ada meskipun dilaksanakan di kemudian hari.

Q3: Bagaimana hukumnya jika tidak mampu melaksanakan aqiqah?

Jika seseorang tidak mampu secara finansial untuk melaksanakan aqiqah, maka ia tidak berdosa. Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, bukan wajib. Allah SWT tidak membebani hamba-Nya melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Yang terpenting adalah niat dan doa terbaik untuk sang anak.

Q4: Apakah daging aqiqah boleh dimakan oleh orang tua yang beraqiqah?

Ya, sangat boleh. Tidak ada larangan bagi orang tua, keluarga inti, atau siapa pun untuk memakan daging aqiqah. Bahkan, sebagian ulama menganjurkan agar sebagian daging aqiqah dimakan oleh keluarga yang beraqiqah sebagai bentuk keberkahan dan rasa syukur. Ini berbeda dengan daging qurban yang tidak boleh dimakan oleh orang yang berqurban wajib (nadzar).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ibadah aqiqah dan panduan lengkapnya, Anda bisa mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top