Tujuan Aqiqah: Memahami Makna dan Hikmah di Balik Ibadah Penting Ini

Setiap kelahiran adalah anugerah terindah dari Allah SWT, membawa kebahagiaan dan tanggung jawab baru bagi orang tua. Salah satu wujud syukur dan ibadah yang dianjurkan dalam Islam untuk menyambut kehadiran buah hati adalah aqiqah. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya tujuan aqiqah dan hikmah mendalam di baliknya? Artikel ini akan mengupas tuntas makna aqiqah, bukan hanya sebagai ritual penyembelihan hewan, tetapi sebagai ibadah yang kaya akan nilai spiritual dan sosial.

tujuan aqiqah aqiqah nurul hayat

Memahami Aqiqah: Pengertian dan Hukumnya dalam Islam

Sebelum menyelami lebih jauh tentang tujuan aqiqah, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu aqiqah. Secara bahasa, ‘aqiqah’ berarti rambut yang tumbuh di kepala bayi. Namun, dalam syariat Islam, aqiqah adalah penyembelihan hewan ternak (kambing atau domba) sebagai bentuk syukur atas kelahiran seorang anak.

Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dan para sahabatnya senantiasa melaksanakannya. Pelaksanaan aqiqah biasanya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, namun juga bisa pada hari ke-14, ke-21, atau bahkan setelahnya jika orang tua belum mampu melaksanakannya pada waktu tersebut. Jumlah hewan yang disembelih adalah dua ekor kambing/domba untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing/domba untuk anak perempuan.

Tujuan Aqiqah: Dimensi Spiritual dan Sosial yang Mendalam

Aqiqah lebih dari sekadar tradisi, ia adalah ibadah yang memiliki banyak tujuan aqiqah dan hikmah yang luar biasa, baik bagi anak, orang tua, maupun masyarakat sekitar. Berikut adalah beberapa tujuan utama aqiqah:

1. Bentuk Syukur kepada Allah SWT

Tujuan utama aqiqah adalah sebagai wujud rasa syukur yang tulus kepada Allah SWT atas karunia dan amanah berupa anak. Kelahiran seorang anak adalah rezeki yang tak ternilai harganya. Dengan beraqiqah, orang tua menunjukkan ketaatan dan rasa terima kasihnya kepada Sang Pencipta, mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

2. Menebus “Gadaian” Anak (Fakkur Rihan)

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i). Makna ‘tergadai’ di sini ditafsirkan oleh para ulama sebagai penjamin bagi keselamatan dan keberkahan hidup anak di dunia dan akhirat. Dengan aqiqah, diharapkan anak dapat tumbuh dengan baik, terhindar dari berbagai marabahaya, serta mendapatkan syafaat di akhirat kelak.

3. Bentuk Pengumuman dan Kegembiraan atas Kelahiran

Aqiqah juga menjadi sarana untuk mengumumkan kelahiran anak kepada kerabat, tetangga, dan masyarakat luas. Pembagian daging aqiqah, biasanya dalam bentuk masakan siap saji, menjadi simbol kebahagiaan yang dibagikan. Ini mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa persaudaraan di lingkungan sekitar.

4. Menanamkan Nilai Kedermawanan dan Kepedulian Sosial

Daging aqiqah sangat dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Ini adalah wujud nyata dari kepedulian sosial dalam Islam. Dengan beraqiqah, orang tua secara tidak langsung mengajarkan nilai-nilai kedermawanan dan berbagi kepada anak sejak dini, meskipun secara simbolis. Daging aqiqah yang sampai ke tangan mereka yang membutuhkan juga menjadi sumber nutrisi yang bermanfaat.

5. Memohon Perlindungan dan Keberkahan untuk Anak

Melaksanakan aqiqah juga merupakan bentuk doa dan harapan orang tua agar anak senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberkahi dalam setiap langkah hidupnya, serta tumbuh menjadi pribadi yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua, agama, nusa, dan bangsa.

Mengapa Memilih Aqiqah Nurul Hayat untuk Mewujudkan Tujuan Aqiqah Anda?

Memahami betapa mulianya tujuan aqiqah, tentu Anda ingin melaksanakannya dengan sempurna dan sesuai syariat. Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi terpercaya untuk membantu Anda menunaikan ibadah aqiqah dengan mudah, praktis, dan penuh keberkahan. Sebagai layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang nasional, kami berkomitmen untuk:

  • Sesuai Syariat: Hewan aqiqah dipilih dengan kriteria syar’i dan disembelih sesuai tuntunan Islam.
  • Praktis & Higienis: Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari penyembelihan, pengolahan, hingga pengantaran masakan aqiqah yang lezat dan higienis.
  • Kualitas Terjamin: Daging pilihan dan bumbu rempah berkualitas menghasilkan hidangan yang istimewa.
  • Jangkauan Luas: Dengan puluhan cabang, kami siap melayani Anda di berbagai kota di seluruh Indonesia.
  • Dampak Sosial: Sebagian dari hasil aqiqah turut disalurkan untuk kegiatan sosial dan dakwah, sehingga ibadah Anda memiliki nilai tambah.

Dengan Aqiqah Nurul Hayat, Anda tidak perlu khawatir repot mengurus semua detailnya. Fokuslah pada kebahagiaan menyambut buah hati, biarkan kami yang mengurus ibadah aqiqah Anda dengan profesionalisme dan amanah.

Pertanyaan Umum Seputar Aqiqah (FAQ)

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai aqiqah:

Q1: Kapan waktu terbaik melaksanakan aqiqah?

A: Waktu terbaik adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, ke-21, atau kapan pun orang tua mampu melaksanakannya, meskipun anak sudah dewasa. Para ulama berpendapat bahwa kewajiban aqiqah tetap ada pada orang tua hingga anak baligh. Setelah anak baligh, jika orang tua belum beraqiqah untuknya, anak tersebut bisa mengaqiqahi dirinya sendiri.

Q2: Berapa jumlah hewan yang disembelih untuk aqiqah?

A: Untuk anak laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba yang sepadan. Sedangkan untuk anak perempuan, disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba.

Q3: Bolehkah melaksanakan aqiqah setelah anak dewasa?

A: Ya, boleh. Jika orang tua belum sempat beraqiqah untuk anaknya hingga anak tersebut dewasa, maka orang tua tetap bisa melaksanakannya. Atau, anak tersebut juga bisa mengaqiqahi dirinya sendiri setelah baligh, meskipun pendapat yang lebih kuat adalah kewajiban aqiqah ada pada orang tua.

Q4: Apa perbedaan aqiqah dan kurban?

A: Perbedaan utamanya terletak pada tujuan dan waktu pelaksanaannya. Aqiqah adalah bentuk syukur atas kelahiran anak dan dilaksanakan kapan saja setelah kelahiran (paling utama hari ke-7). Kurban adalah bentuk ibadah pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik (10, 11, 12, 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Q5: Siapa saja yang berhak menerima daging aqiqah?

A: Daging aqiqah dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, dan juga boleh dimakan oleh keluarga yang beraqiqah. Umumnya, daging aqiqah dibagikan dalam kondisi sudah dimasak, berbeda dengan daging kurban yang dianjurkan dibagikan mentah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ibadah aqiqah dan berbagai tips seputar keluarga muslim, kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top