Doa Memotong Kambing Aqiqah: Tata Cara Lengkap dan Keutamaannya

Memahami doa memotong kambing aqiqah adalah langkah penting dalam menunaikan ibadah aqiqah sesuai syariat Islam. Aqiqah merupakan salah satu bentuk syukur orang tua atas kelahiran buah hati, yang diwujudkan dengan menyembelih hewan ternak, biasanya kambing atau domba, sebagai tebusan atau penebusan untuk anak yang baru lahir.

Ilustrasi proses pemotongan kambing aqiqah secara syar'i oleh petugas Aqiqah Nurul Hayat

Hukum dan Keutamaan Aqiqah dalam Islam

Aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi orang tua yang mampu. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • Membebaskan Bayi dari Gadai: Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Ini berarti aqiqah adalah penunaian hak anak agar ia tumbuh kembang dalam keberkahan.
  • Wujud Syukur kepada Allah SWT: Dengan aqiqah, orang tua menunjukkan rasa syukur atas karunia anak yang diberikan Allah SWT.
  • Menebarkan Kebahagiaan dan Silaturahmi: Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, sehingga dapat menebarkan kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi.
  • Mendapat Pahala dan Keberkahan: Melaksanakan aqiqah sesuai syariat akan mendatangkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Waktu pelaksanaan aqiqah yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Jika masih belum mampu, bisa dilaksanakan kapan saja saat orang tua sudah memiliki kemampuan.

Tata Cara Memotong Kambing Aqiqah Sesuai Syariat

Proses pemotongan kambing aqiqah harus dilakukan sesuai syariat Islam. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Niat: Orang yang menyembelih kambing harus berniat untuk beraqiqah atas nama anak yang bersangkutan.
  2. Persiapan Hewan: Kambing atau domba yang akan disembelih harus memenuhi syarat: cukup umur (minimal 6 bulan untuk domba, 1 tahun untuk kambing), sehat, tidak cacat, dan gemuk.
  3. Arah Kiblat: Hewan dibaringkan miring ke kiri dengan kepala menghadap kiblat.
  4. Membaca Basmalah dan Takbir: Sebelum menyembelih, bacalah “Bismillah Allahu Akbar”.
  5. Membaca Doa: Setelah basmalah dan takbir, disunnahkan membaca doa memotong kambing aqiqah.
  6. Penyembelihan: Potonglah tiga saluran utama (saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua urat nadi) dengan pisau yang tajam dalam satu gerakan cepat agar hewan tidak tersiksa.
  7. Membiarkan Darah Mengalir: Biarkan darah mengalir hingga hewan benar-benar mati untuk memastikan daging halal dan sehat.

Penting untuk memastikan bahwa proses penyembelihan dilakukan oleh orang yang ahli dan memahami tata cara syar’i agar aqiqah sah dan berkah. Jika Anda merasa kesulitan atau tidak memiliki pengalaman, layanan seperti Aqiqah Nurul Hayat dapat membantu Anda melaksanakan proses ini dengan standar syariat tertinggi.

Bacaan Doa Memotong Kambing Aqiqah yang Benar

Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan saat memotong kambing aqiqah, yang dibaca setelah membaca basmalah dan takbir:

Doa Umum (untuk hewan kurban/aqiqah):

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. وَاللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي (أَوْ مِنْ فُلَانٍ)

Latin: Bismillahir Rahmanir Rahim. Wallahu Akbar. Allahumma hadza minka wa laka, Allahumma taqabbal minni (atau min fulan).

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar. Ya Allah, ini adalah (hewan) dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dariku (atau dari fulan/nama anak yang diaqiqahi).”

Saat membaca bagian “min fulan”, sebutkan nama anak yang diaqiqahi, misalnya: “Allahumma taqabbal min Muhammad (jika nama anaknya Muhammad)”.

Doa Khusus Aqiqah (tambahan):

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ هَذِهِ عَقِيْقَةُ (….) فَتَقَبَّلْ مِنْهُ كَمَا تَقَبَّلْتَ مِنْ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ وَرَسُوْلِكَ.

Latin: Bismillahi Wallahu Akbar. Allahumma hadzihi ‘aqiqatu (sebutkan nama anak), fataqabbal minhu kama taqabbalta min nabiyyika Muhammadin wa Rasulika.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini adalah aqiqah dari (sebutkan nama anak), maka terimalah darinya sebagaimana Engkau menerima dari Nabi-Mu Muhammad dan Rasul-Mu.”

Pembacaan doa ini menunjukkan kesungguhan niat dan harapan agar ibadah aqiqah diterima oleh Allah SWT.

Adab dan Sunnah Lainnya dalam Pelaksanaan Aqiqah

Selain doa memotong kambing aqiqah dan tata cara penyembelihan, ada beberapa adab dan sunnah lain yang dianjurkan saat melaksanakan aqiqah:

  • Mencukur Rambut Bayi: Disunnahkan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh setelah kelahiran, kemudian menimbang rambut tersebut dan bersedekah perak seberat timbangan rambut tersebut.
  • Memberi Nama yang Baik: Pada hari ketujuh juga dianjurkan memberi nama yang baik dan Islami kepada bayi.
  • Memasak Daging Aqiqah: Daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Ini berbeda dengan daging kurban yang boleh dibagikan mentah.
  • Pembagian Daging: Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Orang tua dan keluarga yang beraqiqah juga boleh memakannya.

Dengan mengikuti seluruh sunnah dan adab ini, pelaksanaan aqiqah akan semakin sempurna dan penuh berkah.

FAQ Seputar Doa Memotong Kambing Aqiqah dan Pelaksanaannya

Apakah wajib membaca doa khusus saat memotong kambing aqiqah?

Membaca doa khusus saat menyembelih kambing aqiqah hukumnya sunnah, bukan wajib. Yang wajib adalah membaca basmalah. Namun, membaca doa akan menyempurnakan ibadah dan menunjukkan niat serta harapan agar aqiqah diterima Allah SWT.

Siapa yang boleh memotong kambing aqiqah?

Hewan aqiqah boleh dipotong oleh orang tua bayi, wali, atau orang lain yang dipercaya dan memiliki keahlian dalam menyembelih hewan sesuai syariat Islam. Jika Anda menggunakan jasa aqiqah, pastikan mereka memiliki juru sembelih yang bersertifikat dan memahami tata cara syar’i.

Bagaimana jika tidak bisa memotong sendiri atau tidak punya waktu?

Jika tidak bisa memotong sendiri atau tidak memiliki waktu, Anda bisa menggunakan layanan aqiqah profesional seperti Aqiqah Nurul Hayat. Kami menyediakan layanan aqiqah syar’i mulai dari pemilihan kambing, penyembelihan, memasak, hingga distribusi, sehingga Anda tidak perlu khawatir dan dapat fokus pada momen bahagia bersama keluarga.

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah?

Waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Namun, aqiqah tetap sah jika dilakukan kapan saja setelah itu, selama orang tua memiliki kemampuan.

Melaksanakan aqiqah adalah bentuk ibadah yang mulia. Dengan memahami doa memotong kambing aqiqah dan seluruh tata caranya, kita berharap aqiqah yang kita tunaikan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga serta sang buah hati. Untuk informasi lebih lanjut atau layanan aqiqah terpercaya, Anda bisa mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top