Memahami mengapa pelaksanaan akikah disyariatkan adalah langkah awal bagi setiap muslim yang ingin menunaikan ibadah ini dengan benar dan penuh kesadaran. Aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia kelahiran seorang anak, sekaligus tradisi mulia yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam landasan syariat, syarat, hikmah, dan keutamaan aqiqah, agar Anda dapat melaksanakannya sesuai tuntunan agama.

Landasan Syariat Akikah dalam Islam
Aqiqah adalah ibadah menyembelih hewan ternak (kambing atau domba) sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Hukum pelaksanaan akikah disyariatkan dalam Islam adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan. Dalil-dalil kuat yang mendasari syariat ini bersumber dari Al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalil-Dalil dari Al-Quran dan Hadis
- Hadis Rasulullah SAW: Dari Samurah bin Jundub RA, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad). Hadis ini secara eksplisit menjelaskan anjuran aqiqah pada hari ketujuh kelahiran.
- Ayat Al-Quran: Meskipun tidak ada ayat Al-Quran yang secara langsung menyebutkan kata “aqiqah”, namun prinsip syukur atas nikmat kelahiran anak dan perintah untuk berbuat kebaikan secara umum menjadi landasan filosofisnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Dengan demikian, jelas bahwa aqiqah bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah yang memiliki landasan syariat yang kuat, menunjukkan betapa pentingnya bersyukur kepada Allah atas anugerah keturunan.
Syarat dan Ketentuan Pelaksanaan Akikah yang Disyariatkan
Agar aqiqah Anda sah dan diterima di sisi Allah SWT, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan akikah disyariatkan:
- Waktu Pelaksanaan:
- Utama: Hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21.
- Fleksibel: Jika belum mampu pada hari-hari tersebut, aqiqah tetap bisa dilakukan kapan saja hingga anak baligh. Bahkan, sebagian ulama membolehkan orang tua mengaqiqahi anaknya setelah baligh, atau anak mengaqiqahi dirinya sendiri jika orang tuanya belum sempat melaksanakannya.
- Jumlah dan Jenis Hewan:
- Anak Laki-laki: Disunnahkan menyembelih dua ekor kambing atau domba.
- Anak Perempuan: Disunnahkan menyembelih satu ekor kambing atau domba.
- Hewan yang digunakan haruslah hewan ternak yang sehat, tidak cacat, dan memenuhi syarat usia minimal seperti hewan kurban.
- Proses Penyembelihan dan Pendistribusian Daging:
- Penyembelihan harus dilakukan sesuai syariat Islam.
- Daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Ini berbeda dengan daging kurban yang disunnahkan dibagikan mentah.
- Daging dapat dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, dan bahkan orang yang ber-aqiqah dan keluarganya boleh memakannya.
Memilih penyedia layanan aqiqah yang terpercaya seperti Aqiqah Nurul Hayat akan sangat membantu memastikan seluruh proses ini berjalan sesuai syariat, mulai dari pemilihan hewan hingga pendistribusian. Aqiqah Nurul Hayat memiliki pengalaman dan reputasi yang baik dalam melaksanakan aqiqah sesuai tuntunan agama.
Hikmah dan Keutamaan Melaksanakan Akikah
Di balik anjuran syariat, terdapat banyak hikmah dan keutamaan yang terkandung dalam pelaksanaan aqiqah:
- Wujud Syukur kepada Allah SWT: Aqiqah adalah bentuk konkret rasa syukur atas nikmat terbesar berupa keturunan. Dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya.
- Menebus Anak: Makna "setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya" ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai tebusan agar anak terbebas dari berbagai musibah, penyakit, atau halangan dalam kehidupannya.
- Membangun Silaturahmi: Pembagian daging aqiqah kepada tetangga, kerabat, dan fakir miskin menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.
- Mendoakan Anak: Dalam proses aqiqah, biasanya disertai dengan doa dan harapan terbaik untuk anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh/salehah, sehat, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta negara.
- Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW: Dengan melaksanakan aqiqah, kita turut serta menghidupkan dan melestarikan sunnah Nabi Muhammad SAW, sehingga mendapatkan pahala dan keberkahan.
Oleh karena itu, pelaksanaan akikah disyariatkan bukan hanya sekadar ritual, melainkan ibadah yang sarat makna dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat. Untuk memastikan aqiqah Anda berjalan lancar dan sesuai syariat, percayakan pada Aqiqah Nurul Hayat, penyedia layanan aqiqah terkemuka di Indonesia.
FAQ Seputar Pelaksanaan Akikah
1. Apa hukum aqiqah dalam Islam?
Hukum aqiqah dalam Islam adalah sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan. Ini berarti sangat diutamakan untuk dilaksanakan bagi setiap orang tua yang diberi karunia anak, namun tidak sampai pada tingkat wajib.
2. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah?
Waktu terbaik adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Namun, jika masih belum mampu, aqiqah tetap bisa dilaksanakan kapan saja hingga anak baligh. Bahkan, jika orang tua belum mampu, anak bisa mengaqiqahi dirinya sendiri setelah dewasa.
3. Berapa jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan?
Untuk anak laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing atau domba yang memenuhi syarat. Sedangkan untuk anak perempuan, disunnahkan menyembelih satu ekor kambing atau domba.
4. Apakah boleh aqiqah dilakukan setelah anak dewasa?
Ya, boleh. Jika orang tua belum sempat melaksanakan aqiqah untuk anaknya hingga anak tersebut dewasa, maka orang tua tetap bisa mengaqiqahinya. Atau, anak tersebut juga bisa mengaqiqahi dirinya sendiri jika orang tuanya tidak melaksanakannya.
Kami harap artikel ini memberikan pemahaman mendalam tentang mengapa pelaksanaan akikah disyariatkan dan bagaimana melaksanakannya dengan benar. Untuk informasi lebih lanjut dan berbagai artikel edukatif lainnya, kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.
Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.