Doa Gunting Rambut Aqiqah: Lafaz, Tata Cara, dan Hikmahnya Lengkap

Setiap orang tua muslim tentu mendambakan prosesi aqiqah yang sempurna untuk buah hatinya. Salah satu ritual penting yang sering menjadi pertanyaan adalah mengenai doa gunting rambut aqiqah. Ritual pencukuran rambut bayi saat aqiqah bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki makna spiritual dan keutamaan dalam ajaran Islam. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai lafaz doa yang shahih, tata cara yang dianjurkan, serta hikmah di balik sunnah yang mulia ini.

doa gunting rambut aqiqah aqiqah nurul hayat

Pentingnya Aqiqah dan Tradisi Gunting Rambut dalam Islam

Aqiqah adalah bentuk rasa syukur orang tua kepada Allah SWT atas karunia kelahiran anak. Hukumnya sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menyembelih hewan qurban, ritual aqiqah juga mencakup pencukuran rambut bayi dan pemberian nama yang baik. Tradisi mencukur rambut ini bukan hanya sekadar membersihkan kepala bayi, tetapi juga simbolisasi pensucian, harapan akan pertumbuhan yang baik, dan awal kehidupan yang bersih dari dosa-dosa.

Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan, “Setiap anak yang lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud). Hadis ini menegaskan pentingnya ritual pencukuran rambut sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan aqiqah yang sempurna. Tujuan utamanya adalah membersihkan kotoran dan rambut bawaan lahir yang mungkin menempel, sekaligus sebagai wujud kepatuhan terhadap sunnah Nabi.

Lafaz Doa Gunting Rambut Aqiqah yang Shahih Beserta Artinya

Saat prosesi pencukuran rambut bayi, dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk permohonan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT. Meskipun tidak ada doa spesifik dalam Al-Qur’an atau Hadis yang secara eksplisit menyebutkan “doa gunting rambut aqiqah” dalam satu lafaz panjang, ulama menganjurkan untuk membaca basmalah, shalawat kepada Nabi, dan doa-doa kebaikan lainnya. Berikut adalah lafaz doa yang umum dibaca dan dianjurkan:

Doa Saat Memulai Mencukur Rambut Bayi

Sebelum memulai pencukuran, disunnahkan untuk membaca:

  • بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
    Bismillaahir rahmaanir rahiim
    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
  • Kemudian dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW:
  • اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
    Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad
    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”

Setelah itu, orang yang mencukur atau orang tua bayi dapat memanjatkan doa kebaikan seperti:

  • اللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبَهُ بِنُوْرِكَ الْعَظِيْمِ وَتَقَبَّلْ حَسَنَاتِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
    Allaahumma nawwir qalbahu binuurikal ‘azhiim wa taqabbal hasanaatihi wa adkhilhul jannata birahmatika yaa arhamar raahimiin.
    Artinya: “Ya Allah, terangilah hatinya dengan cahaya-Mu yang agung, terimalah amal kebaikannya, dan masukkanlah ia ke dalam surga dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”
  • Atau doa yang lebih ringkas:
  • بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
    Bismillaahi wa billaahi wa ‘alaa millati Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
    Artinya: “Dengan nama Allah dan dengan (pertolongan) Allah, dan atas agama Rasulullah SAW.”

Doa-doa ini dipanjatkan dengan harapan agar bayi tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah, beriman, berakhlak mulia, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Penting untuk diingat bahwa kekhusyukan dan keikhlasan dalam berdoa jauh lebih utama daripada sekadar melafazkan doa. Orang tua bisa berdoa dengan bahasa sendiri yang tulus, memohon kebaikan untuk anaknya.

Tata Cara Gunting Rambut Aqiqah yang Dianjurkan

Untuk melaksanakan ritual gunting rambut aqiqah sesuai sunnah, perhatikan beberapa langkah berikut:

  1. Waktu Pelaksanaan: Sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21.
  2. Persiapan: Siapkan alat cukur yang bersih dan tajam (misalnya silet khusus bayi atau clipper elektrik) dan air bersih. Pastikan bayi dalam keadaan tenang dan nyaman.
  3. Niat: Niatkan pencukuran ini sebagai bagian dari ibadah aqiqah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
  4. Pembacaan Doa: Bacalah basmalah, shalawat, dan doa-doa kebaikan seperti yang telah disebutkan di atas sebelum memulai mencukur.
  5. Mencukur Rambut: Cukurlah rambut bayi secara merata hingga bersih (gundul). Dianjurkan untuk memulai dari sisi kanan kepala. Jika tidak bisa gundul seluruhnya, minimal mencukur sebagian rambut sebagai simbolisasi.
  6. Menimbang Rambut: Kumpulkan rambut yang telah dicukur, timbang, dan bersedekahlah dengan perak atau emas seberat timbangan rambut tersebut. Ini adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
  7. Pemberian Nama: Setelah mencukur rambut, berikan nama yang baik dan memiliki makna positif kepada bayi.

Aqiqah Nurul Hayat memahami betul betapa berharganya momen ini. Kami menyediakan layanan aqiqah yang tidak hanya syar’i namun juga praktis, membantu para orang tua menunaikan sunnah ini dengan tenang dan khidmat.

Hikmah dan Keutamaan di Balik Ritual Gunting Rambut Aqiqah

Ritual pencukuran rambut saat aqiqah memiliki beragam hikmah dan keutamaan, antara lain:

  • Kebersihan dan Kesehatan: Mencukur rambut bayi hingga bersih membantu menghilangkan kotoran dan rambut bawaan lahir yang mungkin kurang bersih. Ini juga diyakini dapat merangsang pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat dan lebat.
  • Simbolisasi Kesucian: Rambut bayi yang dicukur melambangkan pembuangan hal-hal negatif atau kotoran yang melekat sejak lahir, dan diganti dengan kesucian serta awal kehidupan yang baru.
  • Kepatuhan Terhadap Sunnah: Melaksanakan gunting rambut adalah bentuk ketaatan kepada ajaran Rasulullah SAW, yang menjanjikan pahala dan keberkahan bagi pelakunya.
  • Penyaluran Sedekah: Dengan menimbang rambut dan bersedekah seberat perak/emas, orang tua telah menunaikan kewajiban sosial dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan, mendatangkan pahala berlipat ganda.
  • Harapan Baik: Setiap helai rambut yang gugur disertai doa dan harapan agar bayi tumbuh menjadi pribadi yang saleh/salehah, cerdas, beriman, dan bermanfaat bagi agama, keluarga, serta masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai aspek aqiqah dan tips bermanfaat lainnya, jangan ragu mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Memahami Lebih Dalam: Pertanyaan Seputar Doa Gunting Rambut Aqiqah (FAQ)

1. Kapan waktu terbaik untuk menggunting rambut bayi aqiqah?

Waktu terbaik untuk menggunting rambut bayi aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Jika tidak memungkinkan, bisa ditunda pada hari ke-14 atau ke-21. Apabila masih belum bisa dilaksanakan pada hari-hari tersebut, para ulama memperbolehkan untuk melakukannya kapan saja asalkan tetap diniatkan sebagai bagian dari aqiqah.

2. Siapa yang sebaiknya menggunting rambut bayi saat aqiqah?

Tidak ada ketentuan khusus siapa yang harus menggunting rambut bayi. Umumnya, orang tua bayi (ayah atau ibu), kakek/nenek, atau orang yang dianggap alim dan memiliki keberkahan (seperti ustadz atau tokoh agama) yang melakukannya. Yang terpenting adalah orang tersebut melakukannya dengan hati-hati, lembut, dan membaca doa yang dianjurkan.

3. Apakah ada doa khusus saat menimbang rambut bayi?

Tidak ada doa khusus yang masyhur atau diajarkan secara eksplisit saat menimbang rambut bayi. Namun, disarankan untuk tetap membaca basmalah dan memanjatkan doa kebaikan secara umum, seperti memohon keberkahan rezeki bagi keluarga dan agar sedekah yang diberikan diterima oleh Allah SWT.

4. Apa hukumnya jika tidak menggunting rambut bayi saat aqiqah?

Mencukur rambut bayi saat aqiqah hukumnya sunnah, bukan wajib. Oleh karena itu, jika seseorang tidak menggunting rambut bayinya saat aqiqah, aqiqahnya tetap sah. Namun, dia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala dan keberkahan dari menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Sangat dianjurkan untuk tetap melaksanakannya jika tidak ada halangan yang berarti.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top