Pertanyaan apakah aqiqah harus kambing seringkali menjadi topik pembahasan di kalangan umat Muslim yang ingin menunaikan ibadah sunnah ini. Kewajiban aqiqah adalah bentuk syukur atas kelahiran anak, namun seringkali muncul kebingungan mengenai jenis hewan yang harus disembelih. Artikel ini akan mengupas tuntas ketentuan syariat Islam mengenai hewan aqiqah, memberikan pemahaman yang komprehensif agar ibadah Anda sah dan diterima Allah SWT.

Dalil dan Ketentuan Hewan Aqiqah dalam Islam
Dalam syariat Islam, aqiqah memiliki ketentuan yang jelas mengenai jenis hewan yang digunakan. Berdasarkan hadits-hadits Rasulullah SAW, hewan yang paling utama dan disunnahkan untuk aqiqah adalah kambing atau domba. Hal ini sesuai dengan riwayat dari Ummu Kurz Al-Ka’biyah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.” (HR. Abu Daud dan An-Nasai)
Hadits ini secara eksplisit menyebutkan kambing sebagai hewan aqiqah. Oleh karena itu, mayoritas ulama sepakat bahwa kambing atau domba adalah pilihan terbaik dan paling sesuai dengan sunnah. Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing/domba.
Ketentuan ini tidak hanya mencakup jenis hewan, tetapi juga usianya. Kambing atau domba yang sah untuk aqiqah adalah yang telah memenuhi syarat usia minimal, yaitu sekitar satu tahun atau sudah berganti gigi. Penting untuk memastikan hewan yang dipilih sehat, tidak cacat, dan memenuhi kriteria syar’i lainnya.
Pilihan Hewan Selain Kambing untuk Aqiqah: Sapi atau Unta?
Meskipun kambing atau domba adalah pilihan utama, pertanyaan apakah aqiqah harus kambing saja atau bolehkah dengan hewan lain seperti sapi atau unta seringkali muncul. Beberapa ulama memperbolehkan penggunaan sapi atau unta untuk aqiqah, dengan ketentuan bahwa satu ekor sapi atau unta dapat dibagi menjadi tujuh bagian, di mana setiap bagiannya setara dengan satu ekor kambing.
- Sapi atau Unta untuk Aqiqah: Jika memilih sapi atau unta, maka satu ekor hewan tersebut dapat digunakan untuk aqiqah tujuh orang anak. Ini berarti jika Anda ingin mengaqiqahi anak laki-laki (membutuhkan 2 bagian) dan anak perempuan (membutuhkan 1 bagian) secara bersamaan, Anda bisa mengambil beberapa bagian dari sapi atau unta tersebut.
- Keutamaan Kambing/Domba: Meskipun sapi atau unta diperbolehkan, para ulama tetap menegaskan bahwa menyembelih kambing atau domba lebih utama karena secara langsung disebutkan dalam sunnah Rasulullah SAW. Pilihan kambing atau domba juga seringkali lebih praktis dan mudah dijangkau di Indonesia.
Sebagai penyedia layanan aqiqah terkemuka, Aqiqah Nurul Hayat selalu memastikan bahwa pilihan hewan aqiqah yang kami sediakan, baik kambing maupun domba, telah memenuhi semua syarat syar’i. Kami berkomitmen untuk membantu Anda menunaikan ibadah aqiqah sesuai tuntunan Rasulullah SAW dengan kualitas hewan terbaik.
Syarat dan Kriteria Hewan Aqiqah yang Sah
Terlepas dari apakah aqiqah harus kambing atau boleh dengan hewan lain, ada beberapa syarat umum yang harus dipenuhi agar hewan aqiqah sah dan diterima:
- Jenis Hewan: Sebagaimana dijelaskan, kambing atau domba adalah yang paling utama. Sapi atau unta juga diperbolehkan dengan ketentuan 7 bagian.
- Umur Hewan:
- Kambing/Domba: Minimal berumur satu tahun atau telah masuk tahun kedua (jadza'ah) atau telah berganti gigi (tsaniyah).
- Sapi: Minimal berumur dua tahun dan telah masuk tahun ketiga.
- Unta: Minimal berumur lima tahun dan telah masuk tahun keenam.
- Kondisi Hewan: Hewan harus sehat, tidak cacat, tidak kurus kering, tidak pincang, tidak buta sebelah, atau memiliki penyakit yang jelas. Ini penting untuk memastikan bahwa yang kita persembahkan adalah yang terbaik.
- Kepemilikan Hewan: Hewan yang disembelih harus milik sendiri atau telah dibeli secara sah. Tidak boleh hasil curian atau hasil merampas.
- Penyembelihan Syar’i: Hewan harus disembelih sesuai syariat Islam, yaitu dengan menyebut nama Allah, memotong urat leher, tenggorokan, dan dua urat nadi.
Memilih penyedia aqiqah yang terpercaya seperti Aqiqah Nurul Hayat akan sangat membantu Anda dalam memastikan semua syarat dan kriteria ini terpenuhi, mulai dari pemilihan hewan hingga proses penyembelihan dan pengolahan.
Hikmah di Balik Ketentuan Hewan Aqiqah
Setiap syariat Islam memiliki hikmah yang mendalam, termasuk dalam ketentuan hewan aqiqah. Beberapa hikmah tersebut antara lain:
- Wujud Syukur kepada Allah SWT: Aqiqah adalah bentuk rasa syukur hamba kepada Allah atas karunia anak yang diberikan, serta memohon keberkahan dan perlindungan bagi sang anak.
- Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW: Dengan menunaikan aqiqah sesuai tuntunan, kita turut melestarikan dan menghidupkan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW.
- Menebar Kebaikan dan Silaturahmi: Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, sehingga dapat mempererat tali silaturahmi dan menebar kebahagiaan.
- Permohonan Keberkahan dan Perlindungan: Dengan aqiqah, orang tua berharap anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang saleh/salehah, dilindungi dari berbagai musibah, dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.
FAQ Seputar Hewan Aqiqah
1. Apakah aqiqah boleh dengan hewan selain kambing, seperti sapi atau unta?
Ya, beberapa ulama memperbolehkan penggunaan sapi atau unta untuk aqiqah. Namun, satu ekor sapi atau unta harus dibagi menjadi tujuh bagian, di mana setiap bagian setara dengan satu ekor kambing. Mayoritas ulama tetap mengutamakan kambing atau domba karena lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
2. Berapa jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan?
Untuk anak laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing atau domba. Sedangkan untuk anak perempuan, disunnahkan menyembelih satu ekor kambing atau domba.
3. Apa saja syarat hewan yang sah untuk aqiqah?
Hewan aqiqah harus sehat, tidak cacat (misalnya tidak pincang, tidak buta sebelah, tidak kurus kering), dan telah mencapai usia minimal yang disyaratkan (kambing/domba minimal 1 tahun, sapi minimal 2 tahun, unta minimal 5 tahun). Hewan juga harus disembelih secara syar’i.
4. Kapan waktu terbaik untuk menunaikan aqiqah?
Waktu terbaik untuk menunaikan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, hari ke-21, atau kapan pun orang tua mampu melaksanakannya, bahkan setelah anak dewasa.
Semoga penjelasan ini memberikan pencerahan mengenai pertanyaan apakah aqiqah harus kambing dan berbagai ketentuan terkait hewan aqiqah. Untuk informasi lebih lanjut atau artikel edukatif lainnya, kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.
Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.