Selamatan Aqiqah: Memahami Tata Cara, Hukum, dan Keutamaannya Bersama Aqiqah Nurul Hayat

Dalam menyambut kelahiran sang buah hati, salah satu syariat Islam yang dianjurkan adalah aqiqah. Namun, seringkali muncul istilah selamatan aqiqah yang melekat dalam tradisi masyarakat Indonesia. Apa sebenarnya selamatan aqiqah itu, bagaimana hukumnya, dan bagaimana cara melaksanakannya sesuai syariat? Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluknya agar Anda bisa menyelenggarakan aqiqah dengan berkah dan penuh makna.

selamatan aqiqah aqiqah nurul hayat

Memahami Esensi Selamatan Aqiqah dalam Islam

Aqiqah adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia anak yang lahir, dengan menyembelih hewan ternak tertentu sebagai tebusan bagi anak tersebut. Di Indonesia, praktik aqiqah seringkali dibarengi dengan acara “selamatan” atau syukuran. Istilah selamatan aqiqah sendiri merujuk pada rangkaian acara yang meliputi penyembelihan hewan, memasak, mengundang kerabat dan tetangga, serta berdoa bersama.

Secara syariat, hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya bukan hanya sekadar tradisi, melainkan ibadah yang memiliki banyak hikmah, di antaranya:

  • Wujud Syukur: Mengucapkan syukur atas kelahiran anak sebagai anugerah dari Allah SWT.
  • Menebus Anak: Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” (HR. Abu Dawud). Ini bermakna aqiqah menjadi penebus dan pembuka keberkahan bagi anak.
  • Mempererat Silaturahmi: Dengan mengundang kerabat dan tetangga, acara selamatan aqiqah menjadi ajang mempererat tali persaudaraan.
  • Menyebarkan Kebahagiaan: Berbagi rezeki dan kebahagiaan atas kelahiran anggota keluarga baru.

Penting untuk diingat bahwa “selamatan” dalam konteks ini adalah cara masyarakat mengekspresikan ibadah aqiqah. Selama tidak bertentangan dengan syariat dan tetap fokus pada esensi aqiqah itu sendiri, maka hal tersebut diperbolehkan dan bahkan dianjurkan untuk menyebarkan kebaikan.

Tata Cara Melaksanakan Selamatan Aqiqah Sesuai Syariat

Agar selamatan aqiqah Anda berjalan lancar dan sesuai tuntunan agama, perhatikan beberapa poin penting dalam tata caranya:

1. Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, atau hari ke-21. Jika masih belum bisa, aqiqah tetap bisa dilaksanakan kapan saja hingga anak baligh. Setelah baligh, kewajiban aqiqah beralih ke anak itu sendiri.

2. Jumlah Hewan Aqiqah

  • Untuk anak laki-laki: disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba yang memenuhi syarat.
  • Untuk anak perempuan: disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba yang memenuhi syarat.

Hewan yang disembelih harus sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia minimal (umumnya 1 tahun untuk kambing/domba).

3. Proses Penyembelihan dan Pengolahan Daging

Penyembelihan hewan aqiqah harus dilakukan sesuai syariat Islam, dengan menyebut nama Allah SWT. Setelah disembelih, daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Ini berbeda dengan daging kurban yang disunnahkan dibagikan dalam keadaan mentah.

Sebagian daging boleh dimakan oleh keluarga yang beraqiqah, sebagian disedekahkan kepada fakir miskin, dan sebagian lagi dibagikan kepada kerabat dan tetangga. Inilah momen di mana Aqiqah Nurul Hayat hadir untuk memudahkan Anda. Dengan layanan aqiqah siap saji, Anda tidak perlu repot menyembelih dan memasak. Semua proses dilakukan secara syar’i, higienis, dan diolah menjadi hidangan lezat yang siap disantap atau dibagikan.

4. Rangkaian Acara Selamatan

Dalam acara selamatan, biasanya dilakukan beberapa hal tambahan seperti:

  • Pencukuran Rambut Bayi: Disunnahkan mencukur rambut bayi dan bersedekah perak seberat timbangan rambut tersebut.
  • Pemberian Nama: Memberikan nama yang baik dan memiliki makna positif bagi anak.
  • Doa Bersama: Memanjatkan doa keberkahan untuk bayi dan keluarga.

Inti dari selamatan ini adalah berbagi kebahagiaan dan keberkahan, serta mendoakan kebaikan bagi sang buah hati.

Tips Menyelenggarakan Selamatan Aqiqah yang Berkah dan Praktis

Menyelenggarakan selamatan aqiqah bisa menjadi momen yang berkesan tanpa perlu merasa repot. Berikut beberapa tips praktis:

  1. Rencanakan dengan Matang: Tentukan tanggal, daftar tamu, dan anggaran jauh-jauh hari.
  2. Pilih Penyedia Aqiqah Terpercaya: Untuk kemudahan dan kepastian syariat, percayakan aqiqah Anda kepada penyedia yang berpengalaman. Aqiqah Nurul Hayat adalah pilihan tepat. Sebagai penyedia aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang nasional, kami memastikan setiap proses aqiqah Anda sesuai syariat, higienis, dan praktis dengan berbagai pilihan menu masakan lezat.
  3. Fokus pada Esensi Ibadah: Ingatlah bahwa tujuan utama adalah ibadah dan rasa syukur. Hindari pemborosan yang tidak perlu.
  4. Manfaatkan Teknologi: Gunakan media sosial atau aplikasi pesan untuk mengundang dan berbagi informasi, jika perlu.
  5. Libatkan Keluarga: Ajak anggota keluarga untuk membantu persiapan agar terasa lebih ringan dan kebersamaan semakin erat.

Dengan perencanaan yang baik dan bantuan dari layanan profesional seperti Aqiqah Nurul Hayat, Anda bisa fokus pada kebahagiaan menyambut buah hati tanpa terbebani urusan teknis.

FAQ Seputar Selamatan Aqiqah

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai selamatan aqiqah:

Apakah selamatan aqiqah itu wajib?

Tidak. Secara syariat, hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Adapun “selamatan” atau syukuran adalah tradisi masyarakat untuk merayakan dan berbagi kebahagiaan atas pelaksanaan ibadah aqiqah, yang tidak wajib namun dianjurkan selama tidak bertentangan dengan syariat.

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah?

Waktu yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau hari ke-21. Jika masih terkendala, aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja sebelum anak mencapai usia baligh.

Berapa jumlah kambing yang dibutuhkan untuk aqiqah anak laki-laki dan perempuan?

Untuk anak laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba. Sedangkan untuk anak perempuan, disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba.

Bolehkah daging aqiqah dimakan sendiri oleh keluarga yang beraqiqah?

Ya, disunnahkan bagi keluarga yang beraqiqah untuk memakan sebagian dari daging aqiqah tersebut. Sebagian lainnya disedekahkan kepada fakir miskin dan dibagikan kepada kerabat serta tetangga.

Apa perbedaan antara aqiqah dan kurban?

Perbedaan utamanya terletak pada waktu dan sebab pelaksanaannya. Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran anak dan waktunya fleksibel (paling utama hari ke-7), sedangkan kurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk ibadah haji atau syukur. Daging aqiqah disunnahkan dimasak sebelum dibagikan, sementara daging kurban disunnahkan dibagikan mentah.

Untuk informasi lebih lanjut seputar aqiqah dan berbagai tips menarik lainnya, jangan lupa kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top