Pertanyaan apakah orang yang aqiqah tidak boleh makan dagingnya adalah salah satu pertanyaan umum yang sering muncul di benak masyarakat, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melaksanakan ibadah aqiqah. Kekhawatiran ini seringkali muncul karena adanya beberapa pemahaman yang kurang tepat atau keraguan dalam memahami syariat Islam. Namun, perlu diketahui bahwa justru orang tua atau shohibul aqiqah sangat dianjurkan untuk turut serta menikmati daging sembelihan aqiqah tersebut.

Hukum Syariat dan Anjuran Makan Daging Aqiqah bagi Pelaksana
Dalam Islam, ibadah aqiqah adalah bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Prosesnya melibatkan penyembelihan hewan ternak (kambing atau domba) dan pembagian dagingnya. Mengenai pertanyaan apakah orang yang aqiqah tidak boleh makan dagingnya, mayoritas ulama sepakat bahwa shohibul aqiqah (orang tua yang melaksanakan aqiqah) justru sangat dianjurkan untuk memakan sebagian dari daging aqiqah anaknya. Ini serupa dengan ibadah qurban, di mana pekurban juga disunnahkan untuk memakan sebagian daging qurbannya.
Landasan hukum ini berasal dari hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ dan praktik para sahabat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Makanlah, berilah makan (orang lain), dan simpanlah.” (HR. Muslim)
Hadis ini, meskipun sering dikaitkan dengan daging qurban, juga berlaku untuk daging aqiqah karena sifatnya yang serupa yaitu sembelihan yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Para ulama dari berbagai mazhab, seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Malik, membolehkan bahkan menganjurkan shohibul aqiqah untuk memakan sepertiga dari daging aqiqah. Dua per tiga sisanya dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat.
Dengan demikian, kekhawatiran apakah orang yang aqiqah tidak boleh makan dagingnya adalah suatu kekeliruan. Justru, dengan ikut makan, shohibul aqiqah dapat merasakan langsung keberkahan dan kenikmatan dari ibadah yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT.
Siapa Saja yang Boleh Menikmati Daging Aqiqah?
Setelah memahami bahwa shohibul aqiqah boleh dan dianjurkan makan, mari kita rincikan siapa saja yang berhak menikmati daging aqiqah:
- Shohibul Aqiqah dan Keluarganya: Orang tua, kakek-nenek, saudara kandung, dan anggota keluarga inti lainnya sangat dianjurkan untuk turut menikmati daging aqiqah. Ini adalah bentuk syukur dan kebahagiaan bersama atas karunia anak.
- Fakir Miskin: Ini adalah kelompok yang paling diutamakan dalam pembagian daging aqiqah. Memberi makan fakir miskin adalah salah satu bentuk sedekah yang paling mulia dan dapat mendatangkan keberkahan.
- Tetangga dan Kerabat: Daging aqiqah juga dibagikan kepada tetangga dan kerabat, baik yang muslim maupun non-muslim (sebagai bentuk dakwah dan silaturahmi). Pembagian ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan berbagi kebahagiaan.
- Sahabat dan Rekan Kerja: Dalam beberapa tradisi, daging aqiqah juga dibagikan kepada sahabat atau rekan kerja sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.
Pembagian daging aqiqah ini tidak hanya sekadar memberi makan, tetapi juga mengandung nilai sosial yang tinggi. Dengan berbagi, kita menyebarkan kebahagiaan dan keberkahan kepada sesama, sekaligus memperkenalkan kelahiran anggota keluarga baru.
Hikmah dan Keutamaan Aqiqah dalam Islam
Aqiqah bukan hanya sekadar tradisi, melainkan ibadah yang memiliki banyak hikmah dan keutamaan:
- Menebus Anak: Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa aqiqah berfungsi untuk ‘menebus’ anak dari berbagai musibah atau sebagai jaminan kebaikan bagi anak di masa depan.
- Wujud Syukur kepada Allah: Aqiqah adalah bentuk nyata rasa syukur orang tua kepada Allah SWT atas karunia anak yang telah diberikan.
- Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan melaksanakan aqiqah sesuai syariat, seorang muslim menunjukkan ketaatan dan ketundukannya kepada perintah Allah.
- Mempererat Silaturahmi: Pembagian daging aqiqah kepada tetangga dan kerabat dapat mempererat tali persaudaraan dan menciptakan suasana kebersamaan.
- Menyebarkan Kebahagiaan: Kelahiran anak adalah momen bahagia. Melalui aqiqah, kebahagiaan ini disebarkan kepada banyak orang, terutama mereka yang membutuhkan.
Memahami hikmah ini membuat kita semakin yakin bahwa pertanyaan apakah orang yang aqiqah tidak boleh makan dagingnya adalah sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan. Justru, turut menikmati daging aqiqah adalah bagian dari keberkahan ibadah ini.
Aqiqah Nurul Hayat: Solusi Aqiqah Syar’i dan Praktis
Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah aqiqah dengan benar sesuai syariat dan tanpa keraguan, Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai mitra terpercaya. Kami memahami betul pentingnya setiap detail dalam pelaksanaan aqiqah, termasuk pemahaman tentang apakah orang yang aqiqah tidak boleh makan dagingnya.
Dengan pengalaman puluhan tahun dan 52 cabang nasional, Aqiqah Nurul Hayat memastikan setiap proses aqiqah Anda syar’i, higienis, dan praktis. Kami menyediakan pilihan paket yang beragam, mulai dari hewan hidup hingga masakan siap saji, sehingga Anda bisa fokus pada kebahagiaan keluarga tanpa perlu repot mengurus penyembelihan dan pengolahan. Anda bahkan bisa memilih untuk mendapatkan sebagian masakan aqiqah untuk dinikmati bersama keluarga, sesuai dengan anjuran syariat.
Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar ibadah aqiqah Anda berjalan lancar dan penuh berkah. Kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat untuk informasi lebih lanjut.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Makan Daging Aqiqah
-
Apakah orang tua yang beraqiqah boleh makan dagingnya?
Ya, sangat boleh dan bahkan dianjurkan. Mayoritas ulama sepakat bahwa shohibul aqiqah (orang tua) disunnahkan untuk memakan sepertiga dari daging aqiqah anaknya, sebagai bentuk rasa syukur dan menikmati keberkahan ibadah.
-
Siapa saja yang diutamakan menerima daging aqiqah?
Pihak yang paling diutamakan adalah fakir miskin. Selain itu, daging aqiqah juga dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan shohibul aqiqah beserta keluarganya.
-
Apakah ada bagian daging aqiqah yang tidak boleh dimakan?
Secara umum, tidak ada bagian daging aqiqah yang secara khusus diharamkan untuk dimakan, selama hewan disembelih secara syar’i dan semua bagiannya halal. Semua bagian daging yang lazim dikonsumsi boleh dimakan. Namun, disunnahkan untuk tidak mematahkan tulang hewan aqiqah, tetapi memotong dagingnya saja, sebagai simbol keutuhan dan kesehatan anak.
-
Bagaimana jika aqiqah dilakukan oleh orang lain (wakil)?
Meskipun aqiqah diwakilkan kepada orang lain (misalnya lembaga seperti Aqiqah Nurul Hayat), hukumnya tetap sama. Shohibul aqiqah dan keluarganya tetap boleh dan dianjurkan untuk menikmati sebagian dagingnya. Lembaga aqiqah biasanya menyediakan opsi agar sebagian masakan dapat dikirimkan kepada keluarga shohibul aqiqah.
-
Apa hikmah di balik anjuran makan daging aqiqah bagi keluarga?
Hikmahnya adalah untuk merasakan langsung keberkahan dari ibadah yang telah dilaksanakan, menguatkan rasa syukur kepada Allah SWT, dan berbagi kebahagiaan atas karunia anak yang lahir. Ini juga menjadi simbol kebersamaan dan merayakan momen penting dalam keluarga.
Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.