Berapa Aqiqah untuk Anak Laki-Laki? Panduan Lengkap Sesuai Syariat Islam

Pertanyaan tentang berapa aqiqah untuk anak laki-laki adalah hal yang sering muncul di benak para orang tua Muslim yang baru dikaruniai buah hati. Melaksanakan aqiqah merupakan salah satu sunah muakkadah (sunah yang ditekankan) dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT berupa kelahiran anak. Untuk anak laki-laki, syariat Islam memiliki ketentuan khusus yang perlu dipahami agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan.

berapa aqiqah untuk anak laki-laki aqiqah nurul hayat

Jumlah Kambing Aqiqah untuk Anak Laki-Laki: Dalil dan Penjelasan

Berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, ketentuan jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing. Ini berbeda dengan anak perempuan yang cukup dengan satu ekor kambing. Dalil utama yang menjadi landasan adalah sabda Rasulullah SAW:

“Untuk anak laki-laki dua kambing yang sepadan, dan untuk anak perempuan satu kambing.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Hadis ini secara jelas menunjukkan perbedaan jumlah hewan yang disembelih antara anak laki-laki dan perempuan. Para ulama sepakat bahwa dua ekor kambing untuk anak laki-laki ini merupakan anjuran yang paling utama atau sempurna (afdhaliyah). Hikmah di balik perbedaan ini sering dikaitkan dengan kedudukan dan tanggung jawab laki-laki dalam Islam yang lebih besar, namun yang terpenting adalah mengikuti sunah Nabi SAW.

Meskipun demikian, ada pula pandangan dari sebagian ulama, terutama dari mazhab Maliki, yang memperbolehkan satu ekor kambing untuk anak laki-laki jika memang orang tua tidak mampu menyediakan dua ekor. Namun, mayoritas ulama dan pandangan yang lebih kuat tetap menganjurkan dua ekor kambing sebagai bentuk kesempurnaan ibadah aqiqah.

Hikmah dan Keutamaan Melaksanakan Aqiqah

Melaksanakan aqiqah bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan ibadah yang penuh hikmah dan keutamaan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Wujud Syukur kepada Allah SWT: Kelahiran anak adalah anugerah besar. Aqiqah adalah salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur atas karunia tersebut.
  • Tebusan (Fida’) Bagi Anak: Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Makna “tergadai” di sini diinterpretasikan oleh sebagian ulama sebagai terhalangnya anak dari memberikan syafaat kepada orang tuanya di akhirat jika tidak diaqiqahi.
  • Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan menjalankan sunah Nabi, seorang Muslim semakin mendekatkan diri kepada pencipta-Nya.
  • Mempererat Silaturahmi: Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, yang dapat mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial.
  • Pemberian Nama dan Doa: Aqiqah seringkali menjadi momen untuk memberikan nama terbaik bagi anak dan mendoakannya agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh/salehah.

Memahami keutamaan ini akan semakin memotivasi orang tua untuk tidak menunda pelaksanaan aqiqah bagi buah hati mereka, termasuk dalam menentukan berapa aqiqah untuk anak laki-laki yang sesuai syariat.

Waktu Terbaik dan Syarat Hewan Aqiqah

Waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, atau hari ke-21. Jika masih belum memungkinkan, sebagian ulama berpendapat bahwa aqiqah tetap bisa dilaksanakan kapan saja selama anak belum baligh, bahkan ada yang memperbolehkan setelah baligh jika orang tua belum sempat melaksanakannya. Namun, yang paling utama adalah sesegera mungkin sesuai dengan kemampuan.

Syarat hewan aqiqah sama dengan syarat hewan kurban, yaitu:

  • Hewan harus dalam kondisi sehat, tidak cacat (buta, pincang, sangat kurus).
  • Telah mencapai usia minimal yang disyaratkan: kambing/domba minimal berusia satu tahun atau telah berganti gigi.

Daging aqiqah sunah dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Orang tua yang beraqiqah dan keluarganya juga dianjurkan untuk ikut memakan sebagian daging aqiqah sebagai bentuk keberkahan.

Untuk memastikan aqiqah Anda sesuai syariat dan praktis, Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi terpercaya. Dengan pengalaman puluhan tahun dan 52 cabang di seluruh Indonesia, Aqiqah Nurul Hayat siap membantu Anda melaksanakan ibadah aqiqah dengan mudah, higienis, dan sesuai syariat. Kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai aspek aqiqah dan layanan kami.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Aqiqah Anak Laki-Laki

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait aqiqah anak laki-laki:

  1. Apakah boleh aqiqah dengan satu kambing untuk anak laki-laki?
    Secara ideal dan sunah yang paling kuat adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Namun, sebagian ulama, seperti dari mazhab Maliki, memperbolehkan satu ekor jika orang tua tidak memiliki kemampuan finansial untuk dua ekor. Ini adalah bentuk keringanan dalam Islam, namun jika mampu, dua ekor lebih utama.
  2. Sampai kapan batas waktu pelaksanaan aqiqah?
    Waktu utama adalah hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran. Jika terlewat, sebagian besar ulama berpendapat bahwa aqiqah masih bisa dilaksanakan hingga anak mencapai usia baligh. Ada juga pandangan yang lebih luas, bahwa aqiqah bisa dilaksanakan kapan saja bahkan setelah baligh, jika orang tua atau anak itu sendiri (ketika sudah dewasa) belum sempat melaksanakannya.
  3. Bagaimana jika orang tua tidak mampu beraqiqah? Apakah tetap wajib?
    Aqiqah hukumnya sunah muakkadah, bukan wajib. Jika orang tua tidak mampu secara finansial, maka tidak ada kewajiban untuk melaksanakannya. Islam tidak membebani umatnya di luar kemampuannya. Jika di kemudian hari mampu, sebagian ulama menganjurkan untuk tetap melaksanakannya (mengqadha).
  4. Apakah daging aqiqah boleh dimakan oleh orang tua yang beraqiqah?
    Ya, sangat dianjurkan. Berbeda dengan kurban yang sebagian ulama melarang orang yang berkurban memakan seluruh dagingnya, dalam aqiqah justru sunah bagi keluarga yang beraqiqah untuk ikut memakan sebagian dagingnya sebagai bentuk keberkahan. Sebagian besar daging disalurkan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat.
  5. Apa perbedaan antara aqiqah dan kurban?
    Meskipun sama-sama menyembelih hewan, aqiqah dan kurban memiliki perbedaan mendasar. Aqiqah dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak dan hukumnya sunah muakkadah. Waktunya terkait kelahiran anak. Kurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik sebagai bentuk pengorbanan kepada Allah, dan hukumnya juga sunah muakkadah bagi yang mampu. Tujuan dan waktu pelaksanaannya berbeda.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top