Memiliki buah hati adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Sebagai bentuk syukur dan ketaatan, salah satu ibadah yang dianjurkan adalah aqiqah. Namun, banyak orang tua yang masih bertanya-tanya, sebenarnya hukum melaksanakan aqiqah bagi orang tua adalah apa? Apakah wajib, sunnah, atau mubah? Artikel ini akan mengupas tuntas hukum aqiqah, tanggung jawab orang tua, serta hikmah di baliknya, agar ibadah Anda semakin sempurna.

Memahami Hukum Melaksanakan Aqiqah dalam Islam
Dalam pandangan mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Malik, hukum melaksanakan aqiqah bagi orang tua adalah sunnah muakkadah. Ini berarti aqiqah sangat dianjurkan dan ditekankan dalam Islam, meskipun tidak sampai pada tingkatan wajib. Meninggalkan aqiqah tanpa alasan syar’i yang kuat sangat disayangkan, karena ia membawa banyak keutamaan dan keberkahan.
Dasar hukum aqiqah ini bersumber dari beberapa hadits Rasulullah SAW, di antaranya:
- Hadits riwayat Salman bin Amir Adh-Dhabbi: “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkanlah darah untuknya dan singkirkanlah kotoran darinya.” (HR. Bukhari)
- Hadits riwayat Samurah bin Jundub: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Kedua hadits ini menunjukkan anjuran kuat untuk melaksanakan aqiqah sebagai bentuk penebusan dan syukur atas kelahiran anak.
Siapa yang Bertanggung Jawab Melaksanakan Aqiqah Anak?
Secara syar’i, pihak yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah adalah orang tua atau wali dari anak yang baru lahir. Hal ini karena aqiqah merupakan bentuk syukur dan pemenuhan hak anak yang masih kecil. Kewajiban ini melekat pada orang tua sejak anak dilahirkan hingga anak tersebut baligh.
Lalu, bagaimana jika orang tua tidak mampu melaksanakannya pada waktu yang dianjurkan? Para ulama berpendapat bahwa kewajiban aqiqah tidak gugur begitu saja. Jika orang tua belum mampu saat anak masih kecil, maka aqiqah dapat ditunda hingga mereka memiliki kemampuan. Namun, jika anak sudah dewasa dan orang tuanya belum juga beraqiqah untuknya, anak tersebut memiliki pilihan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri. Ini juga merupakan bentuk ibadah dan penyempurnaan diri.
Aqiqah Nurul Hayat memahami berbagai kondisi ini dan siap memberikan solusi terbaik agar ibadah aqiqah Anda dapat terlaksana dengan mudah dan sesuai syariat.
Waktu Pelaksanaan dan Jumlah Hewan Aqiqah
Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, hari ke-21, atau kapan saja orang tua memiliki kelapangan rezeki dan waktu. Yang terpenting adalah niat dan keinginan kuat untuk menunaikan sunnah ini.
Mengenai jumlah hewan yang disembelih:
- Untuk anak laki-laki: disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba.
- Untuk anak perempuan: disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba.
Hewan yang digunakan untuk aqiqah harus memenuhi syarat sah seperti hewan qurban, yaitu sehat, tidak cacat, dan mencapai usia minimal yang ditentukan syariat.
Hikmah dan Keutamaan Aqiqah: Lebih dari Sekadar Tradisi
Melaksanakan aqiqah bukan hanya sekadar mengikuti tradisi, melainkan sebuah ibadah yang sarat akan hikmah dan keutamaan:
- Penebusan dan Pembebasan Anak: Anak yang diaqiqahi diibaratkan terbebas dari ‘gadai’ dan siap menerima kebaikan serta keberkahan dalam hidupnya.
- Bentuk Syukur kepada Allah SWT: Aqiqah adalah ekspresi rasa syukur atas karunia anak yang telah diberikan.
- Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan menunaikan sunnah Rasulullah SAW, kita semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
- Mempererat Tali Silaturahmi: Daging aqiqah yang dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat akan mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan.
- Perlindungan dari Gangguan Setan: Beberapa ulama berpendapat bahwa aqiqah dapat menjadi benteng bagi anak dari gangguan setan.
Dengan memahami bahwa hukum melaksanakan aqiqah bagi orang tua adalah sunnah muakkadah yang penuh makna, semoga kita semakin termotivasi untuk melaksanakannya.
FAQ Seputar Hukum Aqiqah
1. Apakah aqiqah wajib atau sunnah?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan ditekankan dalam Islam. Meninggalkannya tanpa uzur syar’i sangat disayangkan karena kehilangan banyak pahala dan keberkahan.
2. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah?
Waktu yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, dapat dilakukan pada hari ke-14, hari ke-21, atau kapan saja orang tua memiliki kemampuan sebelum anak baligh.
3. Bagaimana jika orang tua tidak mampu beraqiqah saat anak lahir?
Jika orang tua belum mampu secara finansial saat anak lahir, aqiqah dapat ditunda hingga mereka memiliki kelapangan rezeki. Hukum sunnah muakkadah ini tidak mengharuskan seseorang memaksakan diri hingga berhutang. Namun, tetap dianjurkan untuk melaksanakannya sesegera mungkin saat mampu.
4. Bolehkah melaksanakan aqiqah untuk diri sendiri saat dewasa?
Ya, jika orang tua tidak mengaqiqahi anaknya hingga dewasa, maka anak tersebut boleh dan dianjurkan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri. Ini berdasarkan pendapat sebagian ulama seperti Imam Ahmad dan Imam Syafi’i.
5. Apa perbedaan jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan?
Untuk anak laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba yang memenuhi syarat. Sedangkan untuk anak perempuan, disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba.
Percayakan Ibadah Aqiqah Anda kepada Aqiqah Nurul Hayat
Memahami bahwa hukum melaksanakan aqiqah bagi orang tua adalah sebuah anjuran mulia, Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi terpercaya untuk membantu Anda menunaikan ibadah ini dengan mudah, syar’i, dan sesuai sunnah. Dengan pengalaman bertahun-tahun dan layanan yang tersebar di 52 cabang nasional, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mulai dari pemilihan hewan yang sehat, proses penyembelihan yang syar’i, hingga pengolahan dan distribusi masakan aqiqah yang lezat dan higienis.
Kami memastikan setiap proses dilakukan dengan standar kualitas tinggi, sehingga Anda dapat fokus pada keberkahan ibadah tanpa perlu repot mengurus detailnya. Kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat untuk informasi dan inspirasi seputar aqiqah lainnya.
Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.