Pertanyaan umum yang sering muncul di benak para orang tua Muslim adalah, apakah aqiqah harus potong rambut? Tradisi mencukur rambut bayi saat aqiqah memang sudah sangat familiar di tengah masyarakat kita. Namun, apakah ini merupakan rukun, sunnah, atau hanya sekadar adat? Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai hukum, tata cara, serta hikmah di balik tradisi mencukur rambut bayi saat aqiqah, agar Anda tidak lagi ragu dalam menunaikannya.

Memahami Hukum Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah: Sunnah Muakkadah
Dalam syariat Islam, aqiqah adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang tua yang dikaruniai anak. Bersamaan dengan penyembelihan hewan aqiqah, terdapat pula beberapa amalan sunnah lainnya, salah satunya adalah mencukur rambut bayi. Jadi, untuk menjawab pertanyaan apakah aqiqah harus potong rambut, jawabannya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib atau rukun.
Dasar pensyariatan ini diambil dari beberapa hadis Rasulullah ﷺ. Salah satunya adalah hadis dari Salman bin Amir Ad-Dhabbi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkanlah darah (sembelihlah hewan) untuknya dan hilangkanlah kotoran darinya.” (HR. Bukhari)
Para ulama menafsirkan “menghilangkan kotoran” (imathatul adza) dalam hadis tersebut sebagai mencukur rambut bayi. Selain itu, ada juga hadis dari Samurah bin Jundub yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
Dari kedua hadis ini, jelaslah bahwa mencukur rambut bayi adalah bagian dari sunnah aqiqah yang sangat dianjurkan. Praktik ini menunjukkan ketaatan kita kepada ajaran Rasulullah ﷺ dan mengandung hikmah yang mendalam.
Tata Cara Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah yang Sesuai Sunnah
Setelah mengetahui bahwa mencukur rambut bayi adalah sunnah, penting bagi kita untuk memahami tata cara pelaksanaannya agar sesuai dengan tuntunan syariat. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Waktu Pelaksanaan: Sunnahnya adalah mencukur rambut bayi pada hari ketujuh setelah kelahirannya, bersamaan dengan penyembelihan hewan aqiqah dan pemberian nama. Jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Jika masih belum bisa, maka kapan saja setelah itu hingga anak baligh.
- Mencukur Hingga Gundul: Sunnah yang paling utama adalah mencukur rambut bayi hingga bersih atau gundul (halq). Ini bukan sekadar memendekkan atau merapikan, melainkan menghilangkan seluruh rambut. Tujuannya adalah untuk membersihkan bayi dari rambut bawaan lahir dan memulai pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat.
- Menimbang Rambut dan Bersedekah: Setelah rambut dicukur, sunnahnya adalah menimbang rambut tersebut. Kemudian, bersedekah perak atau emas seberat timbangan rambut tersebut. Amalan ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT dan kepedulian sosial.
- Membaca Doa: Saat mencukur rambut, dianjurkan untuk membaca doa memohon keberkahan dan perlindungan bagi bayi. Contoh doa yang bisa dibaca adalah: “Bismillahi Allahumma nuril quluba bi nuril hidayatika ya Allah.” (Dengan nama Allah, Ya Allah terangkanlah hati kami dengan cahaya hidayah-Mu, Ya Allah).
Aqiqah Nurul Hayat selalu mengedepankan pelaksanaan aqiqah yang syar’i, termasuk dalam hal anjuran mencukur rambut bayi dan bersedekah seberat timbangan rambut.
Hikmah dan Manfaat di Balik Tradisi Mencukur Rambut Bayi
Setiap syariat Islam pasti mengandung hikmah dan manfaat yang besar bagi umat manusia. Begitu pula dengan tradisi mencukur rambut bayi saat aqiqah. Beberapa hikmah dan manfaat tersebut antara lain:
- Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ: Ini adalah hikmah terbesar. Dengan mencukur rambut bayi, kita menunjukkan ketaatan dan kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ.
- Kebersihan dan Kesehatan: Rambut bayi yang baru lahir mungkin membawa kotoran atau sisa-sisa dari dalam rahim. Mencukur rambut hingga gundul membantu membersihkan kepala bayi dan diyakini dapat merangsang pertumbuhan rambut baru yang lebih kuat dan sehat.
- Sedekah dan Kedermawanan: Anjuran bersedekah perak atau emas seberat timbangan rambut bayi mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama fakir miskin. Ini adalah bentuk syukur atas karunia anak yang diberikan Allah SWT.
- Simbolis Awal Kehidupan Baru: Mencukur rambut bayi bisa dimaknai sebagai simbol pembersihan dan permulaan kehidupan baru yang suci bagi sang anak di dunia.
- Pembeda dan Identitas Muslim: Praktik ini menjadi salah satu ciri khas dalam tradisi Islam yang membedakannya dengan tradisi agama lain.
Dengan memahami berbagai hikmah ini, kita akan semakin mantap dalam menunaikan sunnah mencukur rambut bayi saat aqiqah. Untuk memastikan seluruh proses aqiqah Anda berjalan sesuai syariat dan praktis, blog Aqiqah Nurul Hayat menyediakan banyak informasi bermanfaat seputar aqiqah.
Pertanyaan Umum Seputar Mencukur Rambut Saat Aqiqah (FAQ)
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait dengan mencukur rambut bayi saat aqiqah:
-
Apakah boleh mencukur sebagian rambut saja?
Tidak, sunnah yang paling utama adalah mencukur seluruh rambut bayi hingga gundul (rata). Mencukur sebagian saja tidak memenuhi kesempurnaan sunnah “menghilangkan kotoran” yang dimaksud dalam hadis.
-
Bagaimana jika rambut bayi tipis atau tidak ada?
Meskipun rambut bayi sangat tipis atau bahkan terkesan tidak ada, tetap disunnahkan untuk menggerakkan pisau cukur (atau alat cukur lainnya) di atas kepala bayi dengan niat mencukur. Hal ini untuk memenuhi sunnah secara simbolis.
-
Kapan waktu terbaik untuk mencukur rambut bayi?
Waktu terbaik adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran, bersamaan dengan penyembelihan hewan aqiqah dan pemberian nama. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21, atau kapan saja sebelum anak mencapai usia baligh.
-
Siapa yang sebaiknya mencukur rambut bayi?
Orang tua, kakek, nenek, atau orang yang ditunjuk dan dipercaya dapat melakukannya. Yang terpenting adalah dilakukan dengan hati-hati dan penuh kasih sayang, serta diniatkan untuk menjalankan sunnah.
-
Apakah ada doa khusus yang dibaca saat mencukur rambut bayi?
Tidak ada doa khusus yang ma’tsur (diriwayatkan secara spesifik) dari Nabi Muhammad ﷺ. Namun, orang tua bisa membaca basmalah, shalawat, dan doa-doa kebaikan lainnya untuk anak, seperti memohon keberkahan, kesehatan, dan menjadi anak yang shalih/shalihah.
Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.