Aqiqah Menurut Bahasa Artinya Apa? Memahami Makna dan Syariatnya

Pernahkah Anda bertanya-tanya, aqiqah menurut bahasa artinya apa? Istilah “aqiqah” sering kita dengar dalam konteks kelahiran bayi dalam Islam, namun tak banyak yang memahami makna etimologis atau asal katanya. Memahami arti dasar sebuah ibadah sangat penting untuk menghayati nilai dan hikmah di baliknya. Artikel ini akan mengupas tuntas makna aqiqah dari sudut pandang bahasa hingga relevansinya dalam syariat Islam, memberikan Anda pemahaman yang lebih komprehensif.

aqiqah menurut bahasa artinya aqiqah nurul hayat

Memahami Aqiqah dari Sudut Pandang Bahasa (Etimologi)

Secara etimologi, aqiqah menurut bahasa artinya berasal dari kata bahasa Arab “al-’aqq” (العَقّ) yang memiliki beberapa makna dasar:

  • Memutus atau Memotong: Makna ini merujuk pada tindakan memotong hewan sembelihan sebagai bagian dari ibadah aqiqah.
  • Rambut yang Tumbuh di Kepala Bayi: Ini adalah makna yang paling populer dan sering dikaitkan dengan aqiqah. “Al-’aqiqah” juga bisa diartikan sebagai rambut yang tumbuh di kepala bayi sejak lahir. Dalam pelaksanaan aqiqah, disunnahkan untuk mencukur rambut bayi setelah penyembelihan hewan.
  • Belah atau Sobek: Makna ini juga relevan dengan tindakan menyembelih hewan yang membelah atau menyobek leher hewan.

Dari ketiga makna tersebut, yang paling dominan dan relevan dengan konteks ibadah adalah “rambut yang tumbuh di kepala bayi” dan “memotong” atau “menyembelih”. Oleh karena itu, secara bahasa, aqiqah merujuk pada ritual yang melibatkan pencukuran rambut bayi dan penyembelihan hewan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak.

Aqiqah dalam Syariat Islam: Definisi dan Hukumnya

Setelah memahami aqiqah menurut bahasa artinya, mari kita selami definisinya dalam syariat Islam. Secara istilah syar’i, aqiqah adalah penyembelihan hewan (kambing atau domba) yang dilakukan pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu setelah kelahiran seorang anak, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan tebusan bagi anak tersebut.

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri telah memberikan contoh dengan mengakikahi cucu-cucunya, Hasan dan Husain. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah aqiqah dalam Islam.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, dapat dilaksanakan pada hari keempat belas, atau hari kedua puluh satu. Apabila masih belum terlaksana, sebagian ulama memperbolehkan hingga anak mencapai usia baligh. Setelah anak baligh, tanggung jawab aqiqah beralih kepadanya sendiri.

Jumlah Hewan Sembelihan

  • Untuk anak laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba yang memenuhi syarat.
  • Untuk anak perempuan, disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba yang memenuhi syarat.

Hewan yang disembelih harus sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia yang ditentukan syariat. Memahami syariat ini penting, dan blog Aqiqah Nurul Hayat menyediakan banyak artikel informatif lainnya untuk memastikan ibadah Anda sesuai tuntunan.

Hikmah dan Keutamaan Melaksanakan Aqiqah

Melaksanakan aqiqah bukan hanya sekadar tradisi, tetapi sebuah ibadah yang penuh hikmah dan keutamaan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Bentuk Syukur kepada Allah SWT: Kelahiran anak adalah anugerah besar. Aqiqah adalah cara orang tua mengungkapkan rasa syukur atas karunia tersebut.
  • Tebusan bagi Anak: Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya.” Ini bermakna bahwa aqiqah dapat menjadi penebus atau pelindung bagi anak dari berbagai bahaya dan kesusahan di masa depan, serta membuka pintu keberkahan baginya.
  • Menyebarkan Kebahagiaan dan Berbagi Rezeki: Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
  • Menghidupkan Sunnah Nabi: Dengan melaksanakan aqiqah, kita turut menghidupkan salah satu sunnah Rasulullah SAW, yang tentunya akan mendatangkan pahala.
  • Pemberian Nama dan Doa: Biasanya, pada momen aqiqah, anak juga diberikan nama yang baik dan didoakan agar tumbuh menjadi pribadi yang shalih/shalihah. Ini adalah salah satu momen terbaik untuk memanjatkan doa bagi masa depan anak.

Melaksanakan aqiqah dengan benar adalah bagian dari upaya orang tua memberikan yang terbaik untuk anaknya. Aqiqah Nurul Hayat hadir untuk memudahkan Anda menunaikan ibadah ini sesuai syariat, tanpa perlu repot mengurus semua prosesnya.

Pertanyaan Umum Seputar Aqiqah (FAQ)

Apa perbedaan aqiqah dan kurban?

Perbedaan utama terletak pada waktu dan tujuannya. Kurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sementara itu, aqiqah dilaksanakan saat kelahiran anak (hari ke-7, 14, atau 21) sebagai bentuk syukur atas anugerah anak dan tebusan bagi sang anak.

Kapan waktu terbaik melaksanakan aqiqah?

Waktu terbaik adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Jika masih belum bisa, boleh dilakukan kapan saja hingga anak baligh. Setelah anak baligh, tanggung jawab aqiqah beralih kepadanya.

Bolehkah aqiqah dilakukan setelah dewasa?

Menurut sebagian ulama, jika orang tua belum mengakikahi anaknya hingga anak tersebut baligh, maka anak tersebut disunnahkan untuk mengakikahi dirinya sendiri jika ia mampu. Ini menunjukkan pentingnya ibadah aqiqah.

Bagaimana pembagian daging aqiqah?

Daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Sebagian besar daging dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Orang tua dan keluarga yang beraqiqah juga boleh memakan sebagian dagingnya, namun disunnahkan untuk tidak memakan seluruhnya.

Apakah mencukur rambut bayi wajib saat aqiqah?

Mencukur rambut bayi saat aqiqah adalah sunnah, bukan wajib. Namun, sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW juga melakukannya. Setelah dicukur, rambut ditimbang dan disedekahkan emas atau perak seberat timbangan rambut tersebut.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top