Aqiqah Pertama Kali Dilakukan pada Kelahiran: Sejarah, Hukum, dan Tata Caranya

Setiap kelahiran seorang bayi adalah anugerah yang patut disyukuri. Dalam tradisi Islam, ada sebuah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk menyambut kelahiran buah hati, yaitu aqiqah. Pertanyaan mengenai aqiqah pertama kali dilakukan pada kelahiran bayi seringkali muncul di benak para orang tua Muslim yang ingin menunaikan ibadah ini sesuai syariat. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai sejarah, hukum, dan tata cara aqiqah.

aqiqah pertama kali dilakukan pada kelahiran aqiqah nurul hayat

Sejarah dan Asal Mula Aqiqah dalam Islam

Aqiqah adalah ibadah penyembelihan hewan sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran anak, sekaligus sebagai bentuk penebusan dan doa keselamatan bagi si bayi. Secara etimologi, "aqiqah" berarti rambut yang tumbuh di kepala bayi yang baru lahir, atau bisa juga berarti memutus dan membelah. Namun, dalam konteks syariat, aqiqah merujuk pada penyembelihan hewan ternak tertentu.

Tradisi aqiqah sebenarnya sudah ada sejak zaman Jahiliyah, namun dengan praktik yang berbeda. Islam kemudian datang menyempurnakan dan mensyariatkannya sesuai dengan ajaran tauhid. Rasulullah Muhammad SAW sendiri mencontohkan dan menganjurkan aqiqah bagi umatnya. Beliau beraqiqah untuk cucu-cucunya, Hasan dan Husain. Dari sinilah kemudian ibadah aqiqah pertama kali dilakukan pada kelahiran bayi dalam syariat Islam, menjadi sunnah yang sangat ditekankan.

Hadis-hadis Nabi SAW banyak menjelaskan tentang keutamaan dan tata cara aqiqah, menjadikannya salah satu sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Muslim yang diberikan kemampuan. Ibadah ini bukan hanya sekadar tradisi, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan perwujudan rasa syukur atas karunia keturunan.

Kapan Sebaiknya Aqiqah Dilaksanakan? Memahami Waktu yang Dianjurkan

Salah satu pertanyaan krusial terkait aqiqah adalah kapan waktu pelaksanaannya. Menurut mayoritas ulama, waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Hal ini didasarkan pada banyak hadis Rasulullah SAW, di antaranya adalah hadis dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Pada hari ketujuh, selain penyembelihan hewan, juga dianjurkan untuk mencukur rambut bayi dan memberikan nama yang baik. Namun, bagaimana jika tidak memungkinkan untuk melaksanakannya pada hari ketujuh?

  • Hari ke-14: Jika terhalang pada hari ketujuh, aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke-14.
  • Hari ke-21: Jika masih belum memungkinkan, bisa diundur lagi pada hari ke-21.
  • Setelah itu: Beberapa ulama memperbolehkan aqiqah dilakukan kapan saja setelah hari ke-21, bahkan hingga anak baligh. Jika anak sudah baligh dan orang tuanya belum menunaikan aqiqah untuknya, maka ia bisa beraqiqah untuk dirinya sendiri.

Penting untuk diingat bahwa anjuran waktu ini adalah untuk mendapatkan keutamaan. Yang terpenting adalah niat tulus dan usaha untuk menunaikannya sesuai kemampuan. Dengan memilih layanan aqiqah profesional seperti Aqiqah Nurul Hayat, Anda bisa menunaikan ibadah ini dengan mudah, tepat waktu, dan sesuai syariat.

Hikmah dan Keutamaan Aqiqah dalam Islam

Ibadah aqiqah memiliki banyak hikmah dan keutamaan, baik bagi orang tua maupun bagi anak yang diaqiqahi:

  • Wujud Syukur kepada Allah SWT: Aqiqah adalah bentuk rasa syukur atas karunia besar berupa keturunan yang diberikan oleh Allah SWT.
  • Menebus Anak dari Ketergadaian: Hadis Nabi menyebutkan bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Para ulama menafsirkan "tergadai" ini dengan berbagai makna, salah satunya adalah sebagai penghalang anak mendapatkan syafaat atau keberkahan tertentu di akhirat jika aqiqahnya belum tertunaikan.
  • Mendekatkan Diri kepada Allah: Melaksanakan perintah dan sunnah Nabi adalah bentuk ketaatan yang mendekatkan hamba kepada Tuhannya.
  • Penyebaran Kebahagiaan dan Sosial: Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, sehingga turut menyebarkan kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi.
  • Perlindungan dan Doa: Dengan aqiqah, orang tua berharap anak mendapatkan perlindungan, keberkahan, dan tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah.

Melalui aqiqah, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan dan berbagi sejak dini. Aqiqah Nurul Hayat berkomitmen untuk membantu Anda menunaikan ibadah mulia ini dengan mudah dan penuh berkah, memastikan setiap prosesnya sesuai syariat Islam.

Pertanyaan Umum Seputar Aqiqah (FAQ)

  • Apa itu aqiqah dan mengapa penting?

    Aqiqah adalah ibadah penyembelihan hewan (kambing/domba) sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak, yang merupakan sunnah muakkadah dalam Islam. Penting karena memiliki banyak hikmah, seperti penebusan anak, wujud syukur, dan penyebaran kebahagiaan.

  • Apakah aqiqah wajib dilakukan?

    Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Artinya, sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu untuk melaksanakannya, namun tidak berdosa jika tidak mampu.

  • Bagaimana jika tidak mampu beraqiqah pada hari ke-7?

    Jika tidak mampu pada hari ketujuh, aqiqah bisa diundur ke hari ke-14, hari ke-21, atau kapan saja setelah itu hingga anak baligh. Yang terpenting adalah niat untuk menunaikannya.

  • Berapa jumlah hewan yang disembelih untuk aqiqah?

    Untuk anak laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing/domba.

  • Siapa yang berhak menerima daging aqiqah?

    Daging aqiqah dianjurkan untuk dibagi tiga bagian: sepertiga untuk keluarga yang beraqiqah, sepertiga untuk tetangga dan kerabat, dan sepertiga untuk fakir miskin. Namun, sebagian besar daging juga boleh disedekahkan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai aqiqah dan berbagai inspirasi Islami lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top