Mencukur rambut bayi yang baru lahir merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW yang sarat akan makna. Selain sebagai bentuk kebersihan, proses ini juga memiliki nilai ibadah dan dianjurkan untuk disertai dengan doa ketika memotong rambut bayi. Bagi orang tua muslim, memahami tata cara dan doa yang benar adalah bagian penting dalam menyambut kehadiran buah hati.

Mengapa Rambut Bayi Dicukur Setelah Kelahiran? Hikmah dan Sunnahnya
Tradisi mencukur rambut bayi pada hari ketujuh kelahirannya adalah bagian dari ajaran Islam yang mulia. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Ada beberapa hikmah di balik anjuran ini:
- Pembersihan dan Kesehatan: Rambut bayi saat lahir mungkin masih membawa sisa-sisa kotoran atau darah dari proses persalinan. Mencukurnya hingga bersih membantu menjaga kebersihan kulit kepala bayi dan mencegah masalah kulit.
- Simbolis Pelepasan: Mencukur rambut bayi melambangkan pelepasan dari segala kotoran dan potensi penyakit, serta sebagai bentuk penyucian diri di awal kehidupannya.
- Keseimbangan Tubuh: Beberapa ulama berpendapat bahwa mencukur rambut bayi dapat membantu menyeimbangkan suhu tubuh bayi yang baru lahir, meskipun ini lebih pada aspek kesehatan tradisional.
- Tanda Syukur dan Ketaatan: Melaksanakan sunnah ini adalah bentuk syukur kepada Allah SWT atas karunia anak, sekaligus wujud ketaatan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.
- Penyempurnaan Aqiqah: Mencukur rambut dan bersedekah seberat timbangannya adalah bagian tak terpisahkan dari rangkaian ibadah aqiqah, yang merupakan bentuk penebusan dan doa keselamatan bagi anak.
Lafal Doa Ketika Memotong Rambut Bayi Beserta Artinya
Saat akan mencukur rambut bayi, dianjurkan untuk membaca doa agar proses tersebut diberkahi Allah SWT. Berikut adalah lafal doa ketika memotong rambut bayi yang bisa dibaca:
Doa Sebelum Mencukur:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Doa Utama Saat Mencukur atau Setelahnya:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ، وَجَعَلَهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.
Alhamdulillahi ladzi kholaqol insana min ma’in mahin, waja’alahu fi qorarin makin. Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air yang hina, dan menjadikannya dalam tempat yang kokoh (rahim). Maha Suci Engkau ya Allah, dengan segala puji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.
Doa ini merupakan bentuk pengakuan akan kebesaran Allah SWT sebagai pencipta, sekaligus permohonan ampunan dan taubat. Selain doa di atas, Anda juga bisa membaca doa-doa kebaikan lainnya untuk sang buah hati, seperti memohon agar dijadikan anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi agama serta bangsa.
Tata Cara dan Adab Mencukur Rambut Bayi Sesuai Sunnah
Pelaksanaan mencukur rambut bayi sebaiknya dilakukan dengan adab dan tata cara yang baik sesuai tuntunan syariat:
- Waktu Pelaksanaan: Dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Jika masih tidak memungkinkan, kapan saja sebelum baligh diperbolehkan, namun yang paling utama adalah hari ketujuh.
- Siapa yang Mencukur: Sebaiknya dilakukan oleh orang tua bayi atau orang yang memiliki keahlian dan berhati-hati, seperti tukang cukur yang berpengalaman, dengan lembut dan hati-hati agar tidak melukai kulit kepala bayi.
- Membaca Doa: Awali dengan basmalah dan lanjutkan dengan doa yang telah disebutkan di atas.
- Cukur Hingga Gundul: Sunnahnya adalah mencukur rambut bayi hingga gundul (habis), bukan hanya sebagian. Hal ini untuk membersihkan secara menyeluruh.
- Menimbang Rambut dan Bersedekah: Setelah rambut dicukur, kumpulkan rambut tersebut dan timbang. Kemudian, bersedekahlah dengan perak atau emas seberat timbangan rambut tersebut. Jika tidak ada perak/emas, bisa diganti dengan uang tunai senilai harga perak/emas tersebut. Sedekah ini ditujukan kepada fakir miskin.
- Memberi Nama: Bersamaan dengan pencukuran rambut dan aqiqah, disunnahkan juga untuk memberi nama yang baik kepada bayi.
Pelaksanaan aqiqah yang syar’i dan terpercaya adalah kunci. Aqiqah Nurul Hayat selalu berupaya membantu orang tua muslim melaksanakan ibadah ini dengan mudah dan sesuai syariat, termasuk dalam memahami setiap detail sunnah yang menyertainya.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Mencukur Rambut Bayi
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait mencukur rambut bayi:
Kapan waktu terbaik mencukur rambut bayi?
Waktu terbaik dan yang paling dianjurkan adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak dapat dilakukan pada hari ketujuh, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Namun, jika pun terlewat dari waktu-waktu tersebut, mencukur rambut bayi tetap diperbolehkan kapan saja sebelum ia baligh.
Apakah wajib mencukur rambut bayi dalam Islam?
Mencukur rambut bayi yang baru lahir hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Meskipun tidak wajib, melaksanakannya akan mendatangkan pahala dan keberkahan, serta merupakan bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Bagaimana hukum bersedekah seberat timbangan rambut bayi?
Bersedekah dengan perak atau emas seberat timbangan rambut bayi hukumnya adalah sunnah. Ini merupakan bagian dari penyempurnaan ibadah aqiqah dan bentuk kepedulian sosial. Jika tidak mampu dengan perak atau emas, bisa diganti dengan nilai uang tunai yang setara untuk disedekahkan kepada fakir miskin.
Bolehkah mencukur rambut bayi sebelum aqiqah?
Ya, mencukur rambut bayi dan melaksanakan aqiqah sebaiknya dilakukan secara bersamaan pada hari ketujuh. Namun, jika aqiqah belum bisa dilaksanakan, mencukur rambut bayi tetap bisa dilakukan terlebih dahulu, karena keduanya adalah amalan sunnah yang terpisah namun saling melengkapi dalam rangkaian penyambutan kelahiran bayi.
Siapa yang sebaiknya mencukur rambut bayi?
Idealnya, orang tua bayi sendiri yang mencukur rambut bayinya. Namun, jika orang tua tidak memiliki keahlian atau merasa khawatir, bisa meminta bantuan orang lain yang terampil dan terpercaya, seperti tukang cukur profesional yang berpengalaman mencukur rambut bayi, atau ulama/tokoh agama yang dihormati.
Memahami dan mengamalkan sunnah dalam menyambut kelahiran buah hati adalah kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai aspek syariat dan tips parenting islami, jangan ragu untuk mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.
Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.