Panduan Lengkap Doa Potong Aqiqah yang Shahih dan Tata Caranya – Aqiqah Nurul Hayat

Melaksanakan ibadah aqiqah merupakan bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran buah hati, sekaligus menunaikan sunnah Rasulullah SAW. Salah satu rukun penting dalam prosesi ini adalah penyembelihan hewan, di mana pembacaan doa potong aqiqah menjadi inti yang harus diperhatikan agar ibadah berjalan sesuai syariat.

doa potong aqiqah aqiqah nurul hayat

Memahami Makna dan Hukum Aqiqah dalam Islam

Aqiqah adalah ibadah menyembelih hewan sebagai tanda syukur atas kelahiran anak, yang hukumnya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Ibadah ini memiliki makna yang mendalam, di antaranya sebagai tebusan bagi anak agar terbebas dari berbagai hal buruk, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta merupakan bentuk pengorbanan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Waktu pelaksanaan aqiqah yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau hari ke-21. Namun, jika masih belum bisa juga, aqiqah tetap sah dilaksanakan kapan saja sebelum anak baligh. Jumlah hewan yang disembelih adalah dua ekor kambing/domba untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Hewan yang dipilih harus memenuhi syarat sah qurban, yaitu sehat, tidak cacat, dan cukup umur.

Proses penyembelihan ini tidak hanya sekadar memotong hewan, melainkan sebuah ritual sakral yang harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan disertai dengan doa potong aqiqah yang benar. Inilah yang membedakan penyembelihan biasa dengan penyembelihan untuk ibadah aqiqah.

Bacaan Doa Potong Aqiqah yang Shahih Beserta Artinya

Saat akan menyembelih hewan aqiqah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, termasuk niat dan bacaan doa yang shahih. Doa ini dibaca oleh orang yang menyembelih (jagal) atau oleh orang tua anak yang diaqiqahi jika ia menyembelih sendiri.

Niat Menyembelih Hewan Aqiqah

Sebelum membaca doa, niat adalah hal yang paling utama. Niat harus dalam hati, namun bisa diucapkan secara lisan untuk menguatkannya:

“Nawaitul adzbah an (nama anak) lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya berniat menyembelih hewan ini sebagai aqiqah untuk (nama anak) karena Allah Ta’ala.”

Doa Saat Memotong Hewan Aqiqah

Setelah niat, bacalah doa berikut saat akan menyembelih:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ، فَتَقَبَّلْ مِنِّي (وَقُلْ: بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ)

“Bismillahirrahmannirrahim. Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni (wa qul: Bismillah wallahu akbar).”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, ini adalah dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Terimalah dariku (dan ucapkan: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar).”

Ada juga versi doa yang lebih ringkas dan umum digunakan dalam penyembelihan, yaitu:

“Bismillahi Allahu Akbar. Allahumma taqabbal min (nama anak) wa ahli baitihi.”

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, terimalah (aqiqah) dari (nama anak) dan keluarganya.”

Penting untuk mengucapkan nama anak yang diaqiqahi agar niatnya jelas. Pembacaan doa potong aqiqah ini harus dilakukan dengan khusyuk dan penuh kesadaran akan makna ibadahnya.

Tata Cara Penyembelihan Hewan Aqiqah Sesuai Syariat

Selain doa, tata cara penyembelihan juga harus sesuai syariat agar aqiqah sah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Menghadap Kiblat: Hewan dibaringkan di atas lambung kiri dengan kepala menghadap kiblat.
  2. Penyembelih: Dilakukan oleh orang muslim yang baligh dan berakal, serta memiliki kemampuan menyembelih. Jika diwakilkan, wakil tersebut juga harus memenuhi syarat.
  3. Alat Penyembelihan: Menggunakan pisau yang sangat tajam agar proses penyembelihan cepat dan tidak menyiksa hewan.
  4. Bacaan Doa: Sebelum menyembelih, bacalah niat dan doa potong aqiqah seperti yang telah dijelaskan di atas.
  5. Memotong Leher: Potonglah tiga saluran utama (saluran makanan, saluran napas, dan dua urat nadi) dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau. Pastikan putus secara sempurna.
  6. Biarkan Darah Mengalir: Biarkan darah mengalir hingga hewan benar-benar mati sebelum dikuliti atau dipotong-potong.

Aqiqah Nurul Hayat sangat memperhatikan setiap detail proses ini. Tim kami terdiri dari jagal profesional yang terlatih dan memahami syariat Islam, memastikan bahwa setiap hewan disembelih dengan benar, higienis, dan sesuai sunnah, termasuk pembacaan doa yang tepat.

Mengapa Memilih Aqiqah Nurul Hayat untuk Pelaksanaan Aqiqah Anda?

Menunaikan ibadah aqiqah memerlukan perhatian khusus terhadap syariat dan detail pelaksanaannya. Untuk memastikan aqiqah buah hati Anda berjalan sempurna, terpercaya, dan sesuai tuntunan agama, memilih penyedia layanan yang tepat adalah kunci. Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi terdepan untuk Anda.

Sebagai layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang yang tersebar di seluruh nusantara, kami menawarkan kemudahan dan ketenangan pikiran. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari pemilihan hewan yang sehat dan sesuai syariat, penyembelihan yang higienis dengan pembacaan doa potong aqiqah yang shahih, hingga pengolahan dan distribusi masakan, dilakukan dengan standar tertinggi.

Anda tidak perlu khawatir akan kerumitan mencari hewan, proses penyembelihan, atau memasak. Tim profesional Aqiqah Nurul Hayat akan menangani semuanya. Daging aqiqah diolah menjadi hidangan lezat dan higienis, siap didistribusikan kepada keluarga, kerabat, dan yang membutuhkan. Dengan Aqiqah Nurul Hayat, Anda bisa fokus pada kebahagiaan menyambut buah hati, sementara ibadah aqiqah terlaksana dengan sempurna dan berkah.

Pertanyaan Seputar Doa dan Pelaksanaan Aqiqah (FAQ)

Q1: Apa hukum membaca doa saat potong aqiqah?

A: Membaca doa saat potong aqiqah hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan. Tujuan utamanya adalah untuk memohon keberkahan dari Allah SWT dan menegaskan niat ibadah. Meskipun tidak membatalkan sahnya aqiqah jika tidak dibaca, melengkapinya dengan doa adalah bentuk kesempurnaan ibadah.

Q2: Siapa yang sebaiknya memotong hewan aqiqah?

A: Idealnya, orang tua anak yang diaqiqahi dapat memotong hewan aqiqahnya sendiri jika mampu dan memahami tata cara syar’i. Namun, jika tidak mampu atau tidak menguasai, boleh diwakilkan kepada orang lain yang muslim, baligh, berakal, dan memiliki keahlian dalam menyembelih, seperti jagal profesional dari Aqiqah Nurul Hayat.

Q3: Bolehkah aqiqah dilakukan setelah anak dewasa?

A: Menurut mayoritas ulama, aqiqah disunnahkan untuk dilaksanakan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21. Namun, jika orang tua belum mampu melaksanakannya hingga anak baligh, anak tersebut dapat mengaqiqahi dirinya sendiri setelah dewasa. Aqiqah tetap sah dilaksanakan meskipun lewat dari waktu yang dianjurkan.

Q4: Apakah ada doa khusus saat menyajikan atau memakan daging aqiqah?

A: Tidak ada doa khusus yang disyariatkan secara spesifik saat menyajikan atau memakan daging aqiqah. Namun, seperti halnya makan pada umumnya, disunnahkan untuk membaca “Bismillah” sebelum makan dan “Alhamdulillah” setelah selesai makan sebagai bentuk syukur.

Q5: Berapa jumlah hewan aqiqah yang disyariatkan?

A: Untuk anak laki-laki disyariatkan menyembelih dua ekor kambing/domba, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing/domba. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

Baca juga artikel informatif lainnya di blog Aqiqah Nurul Hayat untuk memperkaya wawasan keislaman Anda.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top