Gunting Aqiqah: Memahami Hukum, Makna, dan Tata Cara Pelaksanaannya dalam Islam

Tradisi menyambut kelahiran buah hati dalam Islam, salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah. Di tengah rangkaian acara yang penuh berkah ini, seringkali kita mendengar tentang praktik gunting aqiqah, yaitu mencukur atau menggunting rambut bayi. Namun, seberapa jauh praktik ini sesuai dengan syariat? Apa makna di baliknya, dan bagaimana tata cara pelaksanaannya yang benar?

gunting aqiqah aqiqah nurul hayat

Apa Itu Gunting Aqiqah dan Maknanya dalam Islam?

Gunting aqiqah, atau lebih tepatnya mencukur rambut bayi saat aqiqah, merupakan salah satu tradisi yang telah lama melekat dalam masyarakat muslim di Indonesia. Secara umum, praktik ini merujuk pada kegiatan memotong atau mencukur rambut bayi yang baru lahir, biasanya dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh kelahirannya. Namun, penting untuk memahami bahwa inti dari sunnah ini adalah mencukur habis rambut bayi, bukan hanya sekadar menggunting sebagian kecil.

Makna di balik tradisi ini sangat mendalam. Dalam Islam, mencukur rambut bayi melambangkan beberapa hal:

  • Kebersihan dan Kesucian: Rambut bayi yang baru lahir mungkin masih mengandung sisa-sisa persalinan. Mencukurnya hingga bersih melambangkan kesucian dan awal yang baru bagi sang bayi.
  • Tanda Syukur: Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia anak yang telah diberikan.
  • Mengikuti Sunnah Nabi: Praktik ini merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW, yang memerintahkan untuk mencukur rambut bayi dan bersedekah seberat timbangan rambut tersebut dengan perak.
  • Kesehatan: Mencukur rambut bayi juga dipercaya dapat merangsang pertumbuhan rambut baru yang lebih kuat dan sehat.

Aqiqah Nurul Hayat senantiasa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami makna di balik setiap syariat, termasuk dalam pelaksanaan gunting aqiqah ini, agar tidak hanya menjadi tradisi semata, tetapi juga bernilai ibadah yang sempurna.

Hukum dan Dalil Mengenai Mencukur Rambut Saat Aqiqah

Mencukur rambut bayi saat aqiqah adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW, bukan kewajiban (wajib) dalam Islam. Hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Dalil mengenai hal ini dapat ditemukan dalam beberapa hadis, di antaranya:

Dari Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata:

“Rasulullah SAW beraqiqah untuk Hasan dan Husain masing-masing seekor kambing, dan memerintahkan Fatimah untuk mencukur rambut mereka dan bersedekah seberat timbangan rambut itu dengan perak.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini secara jelas menunjukkan anjuran untuk mencukur rambut bayi dan bersedekah seberat timbangannya. Para ulama juga sepakat bahwa yang dimaksud dengan mencukur adalah mencukur habis (gundul), bukan hanya sekadar menggunting sebagian kecil rambut. Ini untuk mencapai tujuan kebersihan dan kesempurnaan sunnah.

Meskipun demikian, jika seseorang tidak mampu mencukur habis rambut bayinya karena alasan tertentu (misalnya kondisi bayi yang tidak memungkinkan), menggunting sebagian rambutnya tetap lebih baik daripada tidak sama sekali, namun pahala sunnah mencukur habis akan lebih sempurna.

Tata Cara dan Persiapan Melaksanakan Gunting Aqiqah yang Benar

Melaksanakan tradisi gunting aqiqah yang sesuai syariat memerlukan beberapa persiapan dan tata cara yang benar. Berikut adalah panduan langkah demi langkah:

  1. Waktu Pelaksanaan: Sunnahnya adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Jika masih belum memungkinkan, maka kapan pun bisa dilakukan, namun yang paling utama adalah pada hari ketujuh.

  2. Mencukur Rambut: Gunakan alat cukur atau gunting yang bersih dan tajam. Lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai kulit kepala bayi. Dianjurkan untuk mencukur rambut bayi hingga gundul (botak). Jika dirasa sulit atau tidak memungkinkan, minimal potong sebagian besar rambutnya.

  3. Mengumpulkan dan Menimbang Rambut: Kumpulkan rambut yang telah dicukur. Timbang rambut tersebut untuk mengetahui beratnya. Ini adalah langkah penting untuk menunaikan sedekah.

  4. Bersedekah dengan Perak: Sedekahkan perak seberat timbangan rambut bayi. Jika tidak ada perak, bisa diganti dengan nilai uang setara harga perak tersebut. Sedekah ini diberikan kepada fakir miskin atau yang membutuhkan.

  5. Membaca Doa: Saat mencukur rambut, dianjurkan untuk membaca doa, seperti basmalah dan doa keberkahan untuk bayi.

Untuk memastikan aqiqah buah hati Anda berjalan lancar dan sesuai syariat, Aqiqah Nurul Hayat siap membantu. Kami tidak hanya menyediakan layanan penyembelihan dan olahan daging aqiqah yang syar’i, tetapi juga memberikan edukasi dan panduan lengkap agar seluruh proses aqiqah Anda sempurna.

Mitos dan Fakta Seputar Gunting Aqiqah

Ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat terkait gunting aqiqah. Penting bagi kita untuk membedakan mana yang merupakan fakta syar’i dan mana yang sekadar tradisi tanpa dasar agama.

  • Mitos: Harus ada ulama atau orang tua yang menggunting rambut bayi pertama kali.

    Fakta: Tidak ada dalil khusus yang mengharuskan orang tertentu yang mencukur rambut bayi. Siapa pun yang memiliki kemampuan dan berhati-hati bisa melakukannya, meskipun seringkali orang tua atau kakek-nenek yang melakukannya sebagai bentuk kasih sayang dan keberkahan.

  • Mitos: Hanya boleh digunting sedikit sebagai simbolis.

    Fakta: Sunnahnya adalah mencukur rambut hingga gundul (botak) untuk kesempurnaan ibadah dan kebersihan. Menggunting sedikit saja tidak memenuhi makna sunnah secara penuh, meskipun tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

  • Mitos: Rambut bayi yang dicukur harus dilarung ke laut atau dikubur.

    Fakta: Tidak ada dalil dalam Islam yang menganjurkan hal tersebut. Rambut yang telah dicukur bisa dibuang seperti rambut biasa atau dikubur jika ingin menjaga kebersihannya.

Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Gunting Aqiqah

1. Apakah gunting rambut saat aqiqah hukumnya wajib?

Tidak, hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan. Mencukur rambut bayi adalah bagian dari kesempurnaan ibadah aqiqah, namun bukan kewajiban yang jika ditinggalkan akan berdosa.

2. Kapan waktu terbaik untuk menggunting rambut bayi saat aqiqah?

Waktu terbaik menurut sunnah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Jika masih terkendala, bisa dilakukan kapan saja, namun yang paling utama adalah pada hari ketujuh.

3. Siapa yang sebaiknya menggunting rambut bayi saat aqiqah?

Tidak ada ketentuan khusus dalam syariat mengenai siapa yang harus menggunting rambut bayi. Orang tua, kakek-nenek, atau siapa pun yang dipercaya dan dapat melakukannya dengan hati-hati bisa melaksanakannya.

4. Bagaimana cara menimbang rambut bayi untuk sedekah?

Setelah rambut bayi dicukur hingga gundul, kumpulkan semua rambut tersebut. Gunakan timbangan digital atau timbangan emas yang akurat untuk mengetahui beratnya dalam gram atau miligram. Kemudian, konversikan berat tersebut ke nilai perak yang setara untuk disedekahkan.

5. Apakah boleh hanya menggunting sedikit rambut bayi?

Secara sunnah, yang dianjurkan adalah mencukur rambut hingga gundul (botak) agar mendapatkan pahala yang sempurna dan mencapai tujuan kebersihan. Menggunting sedikit rambut saja kurang memenuhi kesempurnaan sunnah, namun tetap lebih baik daripada tidak sama sekali jika ada kendala untuk mencukur gundul.

Memahami setiap aspek dalam pelaksanaan aqiqah, termasuk tradisi gunting aqiqah, adalah bentuk kepedulian kita terhadap syariat Islam. Untuk informasi lebih lanjut mengenai aqiqah dan layanan syar’i lainnya, Anda bisa mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top