Memahami Hadis Akikah: Dalil, Hukum, dan Keutamaannya dalam Islam

Mengenal lebih dekat **hadis akikah** adalah langkah awal bagi setiap muslim yang ingin menunaikan ibadah sunnah ini sesuai tuntunan syariat. Akikah merupakan bentuk syukur atas kelahiran seorang anak, sekaligus wujud ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Memahami dalil-dalil yang mendasarinya akan memberikan keyakinan dan kemantapan dalam melaksanakannya.

hadis akikah aqiqah nurul hayat

Hukum dan Dalil Akikah dalam Islam Berdasarkan Hadis Nabi

Hukum akikah telah menjadi pembahasan di kalangan ulama sejak dahulu. Mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi’i dan Imam Ahmad, berpendapat bahwa akikah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Pendapat ini didasarkan pada berbagai **hadis akikah** yang menunjukkan perintah dan anjuran Nabi Muhammad SAW.

Salah satu hadis yang paling sering dijadikan dalil adalah sabda Rasulullah SAW:

“Setiap anak tergadai dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Hadis ini menjelaskan bahwa akikah merupakan tebusan atau jaminan bagi anak. Para ulama menafsirkan “tergadai” di sini sebagai terhalangnya anak dari memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya kelak di akhirat, atau terhalangnya dari pertumbuhan yang sempurna secara fisik maupun spiritual jika akikah tidak ditunaikan. Ini menunjukkan betapa pentingnya `hadis akikah` sebagai landasan hukum.

Selain itu, ada juga hadis dari Salman bin Amir Ad-Dhabbi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Bersama anak laki-laki ada akikah, maka alirkanlah darah untuknya dan singkirkanlah kotoran darinya.” (HR. Bukhari)

Hadis-hadis ini secara jelas mengindikasikan bahwa akikah adalah ibadah yang memiliki dasar kuat dalam sunnah Nabi SAW, bukan sekadar tradisi tanpa tuntunan. Meskipun demikian, sebagian ulama lain seperti Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa akikah adalah mubah (boleh) dan bukan sunnah muakkadah, namun pandangan mayoritaslah yang lebih banyak diikuti.

Syarat Hewan dan Waktu Pelaksanaan Akikah Sesuai Hadis

Pelaksanaan akikah tidak boleh sembarangan, melainkan harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang juga dijelaskan dalam **hadis akikah** dan praktik para sahabat. Beberapa syarat penting meliputi:

1. Jumlah Hewan Akikah

  • Untuk anak laki-laki: disembelihkan dua ekor kambing.
  • Untuk anak perempuan: disembelihkan satu ekor kambing.

Dalilnya adalah hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda, “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sepadan, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

2. Kriteria Hewan Akikah

Hewan yang digunakan untuk akikah harus memenuhi syarat seperti hewan kurban, yaitu:

  • Sehat, tidak cacat (tidak buta sebelah, tidak pincang parah, tidak sakit parah, tidak terlalu kurus).
  • Mencapai usia yang disyaratkan: minimal berumur satu tahun masuk dua tahun untuk kambing, atau enam bulan masuk tujuh bulan untuk domba.

3. Waktu Pelaksanaan Akikah

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan akikah adalah pada hari ketujuh kelahiran anak, sebagaimana disebutkan dalam banyak `hadis akikah`.

“Setiap anak tergadai dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud)

Jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada hari ke-14, atau hari ke-21. Jika masih belum memungkinkan, akikah bisa dilaksanakan kapan saja sebelum anak mencapai usia baligh. Apabila sampai anak baligh orang tua belum mampu mengakikahinya, maka anak tersebut bisa mengakikahi dirinya sendiri ketika sudah dewasa dan mampu.

Daging akikah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu (tidak dibagikan mentah) sebelum disedekahkan atau dihadiahkan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Keluarga yang mengakikahi juga dianjurkan untuk memakan sebagian dari daging tersebut sebagai bentuk syukur.

Hikmah dan Keutamaan Menunaikan Akikah Berdasarkan Hadis

Menunaikan akikah bukan sekadar menjalankan tradisi, melainkan sarat akan hikmah dan keutamaan yang dijelaskan dalam **hadis akikah** dan tafsiran para ulama. Beberapa hikmah tersebut antara lain:

  1. Bentuk Syukur kepada Allah SWT: Akikah adalah ekspresi rasa syukur atas karunia kelahiran anak yang merupakan amanah dari Allah SWT.
  2. Menebus Anak dari “Gadai”: Sebagaimana hadis, akikah menjadi tebusan yang melepaskan anak dari ketergadaian, insya Allah membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat.
  3. Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan menyembelih hewan sebagai bentuk ibadah, seorang muslim menunjukkan ketaatannya dan harapannya akan keberkahan dari Allah.
  4. Menebar Kebahagiaan dan Silaturahmi: Pembagian daging akikah kepada kerabat, tetangga, dan fakir miskin dapat mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan atas kelahiran sang buah hati.
  5. Menghilangkan Bala dan Penyakit: Beberapa ulama meyakini bahwa akikah juga dapat menjadi sarana untuk menolak bala dan berbagai penyakit dari anak, atas izin Allah.
  6. Melestarikan Sunnah Nabi: Dengan menunaikan akikah, umat muslim turut melestarikan salah satu sunnah mulia Rasulullah SAW.

Di Aqiqah Nurul Hayat, kami berkomitmen penuh untuk membantu Anda menunaikan ibadah akikah sesuai dengan tuntunan `hadis akikah` dan syariat Islam. Dengan pengalaman puluhan tahun dan 52 cabang di seluruh Indonesia, kami memastikan setiap proses akikah Anda berjalan lancar, higienis, dan berkah.

Untuk mendalami lebih banyak artikel edukatif seputar ibadah dan keluarga muslim, Anda bisa mengunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

FAQ Seputar Hadis Akikah

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum terkait **hadis akikah** yang sering ditanyakan:

1. Apa hukum akikah menurut hadis?
Mayoritas ulama berdasarkan `hadis akikah` menyatakan hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan. Artinya, ibadah ini sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW, namun tidak sampai derajat wajib.

2. Kapan waktu terbaik melaksanakan akikah sesuai sunnah?
Waktu yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, atau hari ke-21. Jika masih belum bisa, akikah dapat dilaksanakan kapan saja sebelum anak mencapai usia baligh.

3. Berapa jumlah hewan akikah untuk anak laki-laki dan perempuan?
Menurut `hadis akikah` yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing yang sepadan, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing.

4. Bolehkah orang tua mengonsumsi daging akikah anaknya?
Ya, sangat dianjurkan. Daging akikah disunnahkan untuk dimakan sebagian oleh keluarga yang mengakikahi, sebagian disedekahkan kepada fakir miskin, dan sebagian lagi dihadiahkan kepada kerabat atau tetangga. Ini adalah bentuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top