Selapan Bayi Laki-laki Berapa Hari Menurut Islam? Panduan Lengkap untuk Orang Tua Muslim

Sebagai orang tua Muslim, tentu kita ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati, termasuk dalam menjalankan tradisi dan syariat Islam. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai selapan bayi laki-laki berapa hari menurut Islam. Tradisi selapan seringkali dikaitkan dengan aqiqah, namun keduanya memiliki makna dan waktu pelaksanaan yang berbeda. Mari kita selami lebih dalam untuk memahami panduan lengkapnya.

selapan bayi laki-laki berapa hari menurut islam aqiqah nurul hayat

Memahami Tradisi Selapan Bayi dalam Konteks Islam

Istilah “selapan” berasal dari bahasa Jawa yang berarti empat puluh hari. Tradisi selapan bayi adalah upacara atau syukuran yang dilaksanakan ketika bayi berusia 35 atau 40 hari (satu selapan). Dalam masyarakat Jawa dan beberapa daerah lain di Indonesia, selapan menjadi momen penting untuk merayakan kelahiran dan mendoakan keselamatan serta keberkahan sang bayi. Ritual ini biasanya meliputi pemotongan rambut bayi, pemberian nama (jika belum dilakukan), serta pembacaan doa-doa.

Meskipun selapan adalah tradisi yang kental dengan budaya lokal, tidak ada dalil khusus dalam Al-Qur’an maupun Sunnah yang secara eksplisit memerintahkan atau melarang pelaksanaan selapan. Oleh karena itu, selapan dipandang sebagai adat istiadat yang boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Namun, penting untuk diingat bahwa selapan berbeda dengan aqiqah, yang merupakan sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) dalam Islam.

Kapan Waktu Pelaksanaan Selapan Bayi Laki-laki Menurut Islam?

Pertanyaan inti mengenai selapan bayi laki-laki berapa hari menurut Islam sebenarnya lebih tepat dijawab dengan merujuk pada waktu pelaksanaan aqiqah, karena aqiqah-lah yang memiliki landasan syar’i yang kuat. Secara umum, aqiqah disunnahkan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka bisa dilakukan pada hari keempat belas, atau hari kedua puluh satu.

  • Hari Ketujuh: Ini adalah waktu yang paling utama dan dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah).
  • Hari Keempat Belas: Jika pada hari ketujuh belum mampu, maka disunnahkan pada hari keempat belas.
  • Hari Kedua Puluh Satu: Apabila pada hari ketujuh dan keempat belas masih belum mampu, maka bisa dilaksanakan pada hari kedua puluh satu.

Bagaimana dengan selapan yang identik dengan 35 atau 40 hari? Dalam Islam, tidak ada anjuran khusus untuk melaksanakan syukuran atau ritual pada hari ke-35 atau ke-40. Jika orang tua ingin melaksanakan syukuran pada waktu tersebut, hal itu diperbolehkan sebagai bentuk rasa syukur, namun tidak memiliki kedudukan hukum seperti aqiqah. Yang terpenting adalah niat dan isi acaranya tidak melanggar syariat, seperti tidak mengandung unsur kesyirikan atau kemaksiatan.

Untuk bayi laki-laki, jumlah kambing yang disembelih dalam aqiqah adalah dua ekor, berbeda dengan bayi perempuan yang satu ekor. Ini adalah ketentuan syar’i yang perlu dipatuhi bagi orang tua yang ingin menunaikan ibadah aqiqah.

Hikmah di Balik Tradisi Selapan dan Ibadah Aqiqah untuk Buah Hati

Baik tradisi selapan maupun ibadah aqiqah, keduanya memiliki hikmah dan manfaat yang besar bagi bayi, keluarga, dan masyarakat:

  1. Wujud Syukur kepada Allah SWT: Kelahiran seorang anak adalah anugerah terindah dari Allah. Melalui selapan (sebagai tradisi) dan aqiqah (sebagai ibadah), orang tua menunjukkan rasa syukur atas karunia tersebut.
  2. Mempererat Tali Silaturahmi: Acara syukuran seperti selapan atau aqiqah menjadi momen berkumpulnya keluarga besar, kerabat, dan tetangga. Ini mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan.
  3. Mendoakan Kebaikan untuk Bayi: Dalam setiap acara selapan atau aqiqah, selalu ada sesi doa untuk bayi agar tumbuh sehat, menjadi anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi agama serta bangsa.
  4. Menyebarkan Kebahagiaan: Pembagian daging aqiqah kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat adalah bentuk berbagi kebahagiaan dan kepedulian sosial. Ini juga membantu mereka yang membutuhkan.
  5. Melaksanakan Sunnah Rasulullah SAW: Khusus untuk aqiqah, ini adalah bentuk ketaatan kita kepada Rasulullah SAW dan menjalankan sunnahnya.

Aqiqah Nurul Hayat sebagai penyedia layanan aqiqah #1 di Indonesia, memahami betul pentingnya ibadah ini. Kami hadir untuk membantu para orang tua menunaikan aqiqah sesuai syariat, dengan proses yang mudah, praktis, dan terpercaya, sehingga Anda bisa fokus pada kebahagiaan menyambut buah hati tanpa repot.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Selapan dan Aqiqah Bayi

Apakah selapan bayi wajib dalam Islam?

Tidak, selapan bayi bukanlah suatu kewajiban dalam Islam. Selapan adalah tradisi atau adat istiadat yang berkembang di masyarakat, khususnya Jawa, sebagai bentuk syukuran atas kelahiran bayi. Selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka diperbolehkan. Yang wajib atau sunnah muakkadah adalah aqiqah.

Apa perbedaan selapan dengan aqiqah?

Perbedaan utamanya terletak pada landasan hukum dan waktu pelaksanaannya. Aqiqah adalah ibadah sunnah muakkadah dalam Islam yang disunnahkan pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu setelah kelahiran. Terdapat ketentuan syar’i mengenai jumlah hewan sembelihan (dua kambing untuk laki-laki, satu untuk perempuan) dan distribusinya. Sedangkan selapan adalah tradisi budaya yang umumnya dilakukan pada hari ke-35 atau ke-40 tanpa ada ketentuan syar’i khusus.

Apakah ada tradisi selapan lain di Indonesia?

Ya, selain selapan yang dikenal di Jawa, ada berbagai tradisi serupa di daerah lain di Indonesia, meskipun dengan nama dan rincian upacara yang berbeda. Misalnya, di beberapa daerah ada tradisi turun tanah, potong rambut bayi, atau syukuran lainnya yang intinya merayakan kelahiran dan mendoakan anak. Semua ini adalah bentuk kearifan lokal yang memperkaya budaya kita.

Bagaimana Aqiqah Nurul Hayat membantu orang tua melaksanakan aqiqah yang syar’i?

Aqiqah Nurul Hayat menyediakan layanan aqiqah yang praktis, syar’i, dan terpercaya. Kami memastikan hewan sembelihan sesuai syariat, proses penyembelihan higienis, dan pengolahan masakan yang lezat. Dengan 52 cabang nasional, kami siap melayani Anda di berbagai kota. Kami membantu Anda menunaikan ibadah aqiqah tanpa kerumitan, mulai dari pemilihan hewan hingga pendistribusian masakan, termasuk laporan dokumentasi, sehingga Anda bisa fokus pada momen bahagia bersama keluarga.

Memahami perbedaan antara tradisi budaya seperti selapan dan ibadah syar’i seperti aqiqah sangat penting bagi orang tua Muslim. Meskipun selapan bayi boleh dilakukan, prioritas utama dalam Islam adalah menunaikan ibadah aqiqah sesuai sunnah. Untuk informasi lebih lanjut seputar aqiqah dan berbagai artikel bermanfaat lainnya, kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top