Panduan Lengkap Sunnah Anak Baru Lahir Menurut Islam: Persiapan Terbaik untuk Si Kecil

Menyambut kehadiran buah hati adalah momen yang penuh berkah dan kebahagiaan bagi setiap keluarga Muslim. Sebagai orang tua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik dan memulai kehidupan si kecil dengan landasan agama yang kuat. Salah satu cara terbaik adalah dengan melaksanakan berbagai sunnah anak baru lahir yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

sunnah anak baru lahir aqiqah nurul hayat

Pentingnya Melaksanakan Sunnah Anak Baru Lahir

Melaksanakan sunnah-sunnah bagi anak yang baru lahir bukan sekadar tradisi, melainkan wujud ketaatan kita kepada ajaran Islam dan upaya untuk mendatangkan keberkahan serta perlindungan bagi si kecil sejak dini. Setiap sunnah memiliki hikmah dan manfaatnya tersendiri, baik secara spiritual maupun fisik. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, kita berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salihah, serta senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Selain itu, pelaksanaan sunnah ini juga merupakan bentuk rasa syukur kita atas karunia dan amanah yang telah Allah SWT berikan. Ini adalah langkah awal dalam pendidikan agama anak, memperkenalkan mereka pada nilai-nilai Islam sejak detik pertama kehidupannya.

Berbagai Sunnah Anak Baru Lahir yang Dianjurkan dalam Islam

Ada beberapa sunnah penting yang dianjurkan untuk dilaksanakan saat menyambut kelahiran bayi. Berikut adalah rinciannya:

1. Adzan dan Iqamah di Telinga Bayi

Setelah bayi lahir, disunnahkan untuk mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri. Tujuan dari sunnah ini adalah agar kalimat tauhid menjadi hal pertama yang didengar oleh bayi, menanamkan keimanan sejak dini. Adzan dan iqamah juga berfungsi sebagai perlindungan dari gangguan setan.

2. Tahnik

Tahnik adalah mengunyah kurma hingga lembut, lalu mengoleskannya ke langit-langit mulut bayi. Jika tidak ada kurma, bisa diganti dengan madu atau yang manis lainnya. Tahnik dilakukan oleh orang tua atau orang saleh yang diharapkan keberkahannya. Hikmah tahnik antara lain untuk menguatkan gusi dan rahang bayi, serta memperkenalkan rasa manis alami yang sehat.

3. Memberi Nama yang Baik

Pemberian nama adalah hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua. Disunnahkan memberi nama yang baik, memiliki makna positif, dan tidak mengandung unsur syirik. Nama sebaiknya diberikan pada hari ketujuh setelah kelahiran, atau pada hari ke-14, atau ke-21. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya nama-nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.”

4. Mencukur Rambut Kepala (Aqiqah)

Mencukur rambut bayi pada hari ketujuh setelah kelahiran juga merupakan sunnah. Rambut yang dicukur kemudian ditimbang, dan seberat timbangan rambut tersebut disedekahkan dalam bentuk perak atau emas kepada fakir miskin. Praktik ini memiliki manfaat kebersihan dan kesehatan kulit kepala bayi, serta merupakan bentuk sedekah yang mendatangkan pahala.

5. Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Waktu terbaik pelaksanaan aqiqah adalah pada hari ketujuh, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran. Jika tidak memungkinkan, boleh dilaksanakan kapan saja hingga anak baligh.

Aqiqah memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, menolak bala, dan mempererat tali silaturahmi dengan tetangga dan kerabat melalui pembagian daging aqiqah. Untuk kemudahan Anda dalam melaksanakan ibadah aqiqah sesuai syariat, Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi terpercaya. Kami memahami betapa pentingnya momen ini, sehingga kami berkomitmen untuk menyediakan layanan aqiqah yang syar’i, praktis, dan berkualitas.

6. Khitan (Sunat)

Khitan adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi anak laki-laki dan merupakan fitrah bagi perempuan. Meskipun tidak harus dilakukan saat bayi baru lahir, khitan dianjurkan untuk dilakukan sedini mungkin. Manfaat khitan sangat banyak, terutama dari segi kebersihan dan kesehatan.

Manfaat Melaksanakan Sunnah Anak Baru Lahir

Melaksanakan setiap sunnah anak baru lahir membawa berbagai manfaat yang luar biasa, baik bagi si kecil maupun bagi keluarga:

  • Mendapatkan Keberkahan dan Perlindungan: Setiap sunnah adalah doa dan upaya mendekatkan diri kepada Allah, insya Allah mendatangkan keberkahan dan perlindungan dari segala keburukan.
  • Menanamkan Nilai Islam Sejak Dini: Dengan adzan, tahnik, dan pemberian nama yang baik, anak diperkenalkan pada nilai-nilai tauhid dan identitas Muslim sejak awal kehidupannya.
  • Kesehatan dan Kebersihan: Praktik mencukur rambut dan khitan memiliki manfaat nyata bagi kebersihan dan kesehatan fisik bayi.
  • Wujud Rasa Syukur: Pelaksanaan aqiqah adalah bentuk rasa syukur yang agung kepada Allah SWT atas karunia anak.
  • Mempererat Silaturahmi: Pembagian daging aqiqah dan undangan tasyakuran menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan sosial.

FAQ Seputar Sunnah Anak Baru Lahir

Q: Kapan waktu terbaik untuk melakukan aqiqah?

A: Waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14 atau ke-21. Namun, jika masih belum bisa, aqiqah tetap dapat dilaksanakan kapan saja sebelum anak mencapai usia baligh.

Q: Apakah mencukur rambut bayi harus ditimbang dengan perak/emas?

A: Ya, disunnahkan untuk menimbang rambut bayi setelah dicukur, lalu bersedekah seberat timbangan rambut tersebut dengan nilai perak atau emas kepada fakir miskin. Ini adalah bentuk sedekah yang dianjurkan.

Q: Bolehkah menunda pelaksanaan sunnah anak baru lahir?

A: Beberapa sunnah seperti adzan, iqamah, dan tahnik sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah lahir. Sementara untuk aqiqah dan pemberian nama, ada kelonggaran waktu hingga hari ke-7, ke-14, atau ke-21. Namun, disarankan untuk tidak menunda tanpa alasan syar’i agar keberkahan dapat segera diraih.

Q: Apa perbedaan antara aqiqah dan kurban?

A: Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak, yang hukumnya sunnah muakkadah. Sedangkan kurban adalah penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik, sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, yang juga sunnah muakkadah bagi yang mampu. Kurban tidak terikat pada kelahiran anak, melainkan pada waktu tertentu dalam setahun.

Melaksanakan sunnah-sunnah ini adalah investasi spiritual terbaik bagi masa depan anak Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai topik seputar Islam dan keluarga, kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top