Memahami Syarat-syarat Aqiqah Lengkap Sesuai Syariat Islam | Aqiqah Nurul Hayat

Memahami syarat-syarat aqiqah adalah langkah pertama bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan ibadah sunnah ini dengan sempurna. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia kelahiran anak, sekaligus membersihkan anak dari berbagai hal negatif dan mendoakan kebaikan baginya. Sebagai salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, penting bagi kita untuk mengetahui seluk-beluk pelaksanaannya agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

syarat-syarat aqiqah aqiqah nurul hayat

Hukum dan Keutamaan Aqiqah dalam Islam

Sebelum menyelami lebih jauh tentang syarat-syarat aqiqah, mari kita pahami terlebih dahulu kedudukannya dalam Islam. Aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkadah, meskipun ada pula yang berpendapat wajib. Pelaksanaan aqiqah ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • Wujud Rasa Syukur: Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas anugerah keturunan yang shalih/shalihah.
  • Tebusan Anak: Dalam hadis disebutkan bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Ini diartikan sebagai perlindungan bagi anak dari berbagai musibah dan penyakit, serta sebagai pembuka pintu keberkahan dalam hidupnya.
  • Menjalin Silaturahmi: Dengan membagikan daging aqiqah, silaturahmi antara keluarga, tetangga, dan kerabat akan semakin erat.
  • Menghidupkan Sunnah Nabi: Melaksanakan aqiqah berarti menghidupkan salah satu ajaran penting Rasulullah SAW.

Melalui ibadah aqiqah, orang tua berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bermanfaat bagi umat. Blog Aqiqah Nurul Hayat menyediakan berbagai informasi seputar ibadah aqiqah yang bisa Anda jadikan referensi.

Syarat-Syarat Hewan untuk Aqiqah yang Sah

Salah satu aspek terpenting dalam pelaksanaan aqiqah adalah pemilihan hewan. Hewan yang akan disembelih harus memenuhi kriteria tertentu agar aqiqah sah dan diterima di sisi Allah SWT. Berikut adalah syarat-syarat aqiqah terkait hewan:

1. Jenis Hewan

Untuk aqiqah, hewan yang disyariatkan adalah kambing atau domba. Tidak sah jika menggunakan sapi, kerbau, unta, atau ayam, sebagaimana dalam ibadah qurban. Meskipun ada perbedaan pendapat dalam mazhab, mayoritas ulama dan yang paling umum diamalkan adalah kambing atau domba.

2. Jumlah Hewan

  • Untuk anak laki-laki: Dua ekor kambing/domba.
  • Untuk anak perempuan: Satu ekor kambing/domba.

Jika orang tua tidak mampu menyediakan dua ekor untuk anak laki-laki, maka diperbolehkan satu ekor saja. Hal ini menunjukkan kemudahan dalam Islam.

3. Kondisi Hewan

Hewan aqiqah harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Cacat yang dimaksud antara lain:

  • Pincang yang jelas.
  • Sakit yang parah.
  • Buta sebelah atau kedua matanya.
  • Sangat kurus hingga tidak berdaging.
  • Telinga terpotong sebagian besar atau tidak memiliki telinga.

Kondisi ini serupa dengan syarat hewan qurban, untuk memastikan bahwa hewan yang dipersembahkan adalah yang terbaik. Aqiqah Nurul Hayat selalu berkomitmen untuk menyediakan hewan aqiqah yang sehat dan memenuhi semua standar syar’i, sehingga Anda tidak perlu khawatir.

4. Umur Hewan

Umur hewan juga menjadi pertimbangan penting:

  • Domba: Minimal berumur 6 bulan dan telah tanggal gigi depannya.
  • Kambing: Minimal berumur 1 tahun dan telah tanggal gigi depannya.

Pastikan hewan yang dipilih sudah memenuhi batas umur ini agar aqiqah Anda sah.

Waktu Pelaksanaan dan Ketentuan Aqiqah Lainnya

Selain syarat hewan, ada beberapa ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan aqiqah:

1. Waktu Pelaksanaan

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, atau hari ke-21. Jika masih tidak mampu, aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja selama orang tua mampu sebelum anak mencapai usia baligh. Setelah baligh, tanggung jawab aqiqah beralih kepada anak itu sendiri, namun orang tua tetap dianjurkan untuk melaksanakannya jika belum terlaksana.

2. Pembagian Daging Aqiqah

Daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Ini berbeda dengan daging qurban yang disunnahkan dibagikan dalam keadaan mentah. Pembagian daging aqiqah dapat dilakukan kepada:

  • Fakir miskin dan kaum duafa.
  • Tetangga dan kerabat, baik Muslim maupun non-Muslim.
  • Satu bagian untuk keluarga yang beraqiqah, bahkan dianjurkan untuk ikut memakannya sebagai bentuk keberkahan.

Tidak ada ketentuan pasti mengenai porsi pembagian, namun yang terpenting adalah menyebarkan kebaikan dan keberkahan kepada sesama.

3. Mencukur Rambut dan Memberi Nama

Bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah, disunnahkan untuk mencukur rambut bayi dan memberikan nama yang baik. Mencukur rambut bayi melambangkan kebersihan dan kesucian, serta bersedekah perak seberat timbangan rambut bayi. Pemberian nama yang baik adalah hak anak dan doa dari orang tua agar anak memiliki akhlak dan sifat yang sesuai dengan namanya.

Dengan memahami dan memenuhi semua syarat-syarat aqiqah ini, Anda dapat menunaikan ibadah aqiqah dengan tenang dan sesuai syariat. Aqiqah Nurul Hayat hadir untuk memudahkan Anda dalam melaksanakan ibadah ini, mulai dari pemilihan hewan yang syar’i hingga proses penyembelihan dan pendistribusian.

FAQ Seputar Aqiqah

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah?

Waktu yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, atau hari ke-21. Jika masih belum bisa, aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja selama orang tua mampu sebelum anak baligh.

Berapa jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan?

Untuk anak laki-laki disunnahkan dua ekor kambing/domba, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing/domba. Jika tidak mampu, satu ekor untuk anak laki-laki diperbolehkan.

Bolehkah beraqiqah setelah dewasa?

Iya, boleh. Jika orang tua belum sempat beraqiqah untuk anaknya hingga anak tersebut dewasa, maka anak tersebut dapat beraqiqah untuk dirinya sendiri. Sebagian ulama juga berpendapat orang tua tetap boleh mengaqiqahi anaknya meskipun sudah dewasa.

Apakah daging aqiqah boleh dimakan oleh keluarga yang beraqiqah?

Sangat dianjurkan. Daging aqiqah boleh dan bahkan disunnahkan untuk dimakan oleh keluarga yang beraqiqah sebagai bentuk mengambil keberkahan. Sebagian daging dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat.

Apa perbedaan antara aqiqah dan qurban?

Meskipun sama-sama menyembelih hewan, aqiqah dan qurban memiliki perbedaan. Aqiqah dilakukan sebagai rasa syukur atas kelahiran anak, waktunya fleksibel, dan dagingnya disunnahkan dimasak terlebih dahulu. Qurban dilakukan pada hari raya Idul Adha sebagai ibadah tahunan, dan dagingnya disunnahkan dibagikan mentah.

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top