Memahami tata cara aqiqah sesuai sunnah adalah langkah awal yang penting bagi setiap orang tua Muslim yang ingin menunaikan ibadah ini untuk buah hati tercinta. Aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas kelahiran anak, sekaligus ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Namun, seringkali muncul pertanyaan dan kebingungan mengenai bagaimana melaksanakannya agar benar-benar sesuai dengan tuntunan syariat.

Artikel ini akan memandu Anda secara komprehensif mengenai setiap aspek tata cara aqiqah sesuai sunnah, mulai dari pengertian, hukum, syarat hewan, hingga proses pelaksanaannya. Kami akan menyajikan informasi mendalam dan mudah dipahami, sehingga Anda dapat melaksanakan aqiqah dengan tenang dan penuh keyakinan. Mari kita selami panduan lengkap ini bersama.
Memahami Aqiqah: Pengertian, Hukum, dan Keutamaannya
Sebelum membahas lebih jauh tentang tata cara aqiqah sesuai sunnah, penting bagi kita untuk memahami dasar-dasar ibadah ini.
Apa Itu Aqiqah?
Secara bahasa, aqiqah berarti memotong atau membelah. Menurut istilah syar’i, aqiqah adalah penyembelihan hewan dalam rangka menyambut kelahiran anak sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, yang dilaksanakan pada hari ketujuh kelahirannya, disertai dengan mencukur rambut dan memberi nama.
Hukum Melaksanakan Aqiqah
Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah aqiqah bagi umat Islam.
Keutamaan dan Hikmah Aqiqah
Aqiqah memiliki banyak keutamaan dan hikmah, di antaranya:
- Sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas karunia anak.
- Membebaskan anak dari ‘gadaian’ sehingga ia bisa tumbuh dengan baik dan optimal dalam ibadah.
- Mempererat tali silaturahmi dengan tetangga dan kerabat melalui pembagian daging aqiqah.
- Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.
Syarat dan Ketentuan Hewan Aqiqah yang Sesuai Syariat
Salah satu aspek krusial dalam tata cara aqiqah sesuai sunnah adalah pemilihan hewan. Hewan yang disembelih harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar aqiqah sah dan diterima di sisi Allah SWT.
Jenis Hewan untuk Aqiqah
Hewan yang sah untuk aqiqah adalah kambing atau domba. Sebagian ulama juga membolehkan sapi atau unta, dengan perhitungan satu bagian sapi/unta untuk satu aqiqah, sama seperti kurban.
Jumlah Hewan Aqiqah
Jumlah hewan aqiqah berbeda antara anak laki-laki dan perempuan:
- Untuk anak laki-laki: disunnahkan menyembelih dua ekor kambing/domba.
- Untuk anak perempuan: disunnahkan menyembelih satu ekor kambing/domba.
Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW: “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.” (HR. Tirmidzi).
Kriteria Hewan Aqiqah
Hewan yang akan diaqiqahkan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Sehat dan Tidak Cacat: Hewan tidak boleh buta, pincang, sakit parah, atau sangat kurus.
- Cukup Umur: Kambing atau domba minimal berumur satu tahun atau sudah berganti gigi.
- Jantan atau Betina: Boleh menggunakan kambing jantan maupun betina.
Panduan Lengkap Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah
Setelah memahami dasar dan syarat hewan, kini saatnya kita masuk ke inti pembahasan: langkah-langkah pelaksanaan tata cara aqiqah sesuai sunnah.
Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak memungkinkan, bisa pada hari ke-14, atau hari ke-21. Apabila masih belum mampu, aqiqah bisa dilaksanakan kapan saja ketika orang tua sudah memiliki kelapangan rezeki, bahkan hingga anak dewasa. Tidak ada batasan waktu yang mengharamkan aqiqah, namun yang utama adalah di awal.
Proses Penyembelihan Hewan Aqiqah
Penyembelihan hewan aqiqah dilakukan seperti penyembelihan hewan kurban atau sembelihan pada umumnya, dengan niat karena Allah SWT untuk aqiqah anak. Pastikan penyembelihan dilakukan oleh orang yang ahli dan sesuai syariat Islam.
Pembagian Daging Aqiqah
Berbeda dengan kurban yang sebagian dagingnya boleh dibagikan mentah, daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu, terutama masakan yang manis sebagai simbol harapan kebaikan dan kebahagiaan bagi anak. Daging yang sudah dimasak kemudian dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, dan orang tua yang beraqiqah juga disunnahkan untuk memakannya.
Mencukur Rambut Bayi dan Memberi Nama
Bersamaan dengan penyembelihan hewan, disunnahkan juga untuk mencukur rambut bayi hingga bersih (gundul) dan menimbang rambut tersebut untuk disedekahkan perak seberat timbangannya. Pada hari yang sama, bayi juga diberi nama yang baik, penuh makna, dan Islami.
Mengapa Memilih Aqiqah Nurul Hayat untuk Pelaksanaan Aqiqah Anda?
Melaksanakan tata cara aqiqah sesuai sunnah bisa menjadi lebih mudah dan praktis dengan bantuan layanan profesional. Aqiqah Nurul Hayat hadir sebagai solusi terpercaya untuk membantu Anda menunaikan ibadah aqiqah dengan sempurna. Dengan pengalaman puluhan tahun dan 52 cabang di seluruh Indonesia, kami memastikan setiap proses aqiqah Anda sesuai syariat, bersih, dan higienis.
Kami menyediakan berbagai pilihan paket aqiqah, mulai dari hewan hidup hingga masakan siap saji, yang semuanya dikelola dengan standar kualitas tinggi. Percayakan ibadah aqiqah buah hati Anda kepada Aqiqah Nurul Hayat agar Anda bisa fokus pada kebahagiaan menyambut anggota keluarga baru.
Pertanyaan Umum Seputar Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah (FAQ)
1. Bolehkah aqiqah digabungkan dengan kurban?
Menurut mayoritas ulama, aqiqah dan kurban adalah dua ibadah yang berbeda dengan tujuan dan waktu pelaksanaan yang berbeda pula. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk menggabungkannya dengan satu hewan sembelihan. Masing-masing ibadah memiliki keutamaan dan tuntunannya sendiri.
2. Bagaimana jika orang tua belum mampu beraqiqah di waktu yang disunnahkan?
Jika orang tua belum mampu beraqiqah pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21, maka ibadah aqiqah masih bisa dilaksanakan kapan saja ketika sudah memiliki kemampuan finansial. Tidak ada batasan waktu yang mengharamkan, namun semakin cepat dilaksanakan setelah mampu akan lebih baik.
3. Apakah daging aqiqah boleh dimakan oleh orang tua yang beraqiqah?
Ya, sangat disunnahkan bagi orang tua yang beraqiqah untuk ikut memakan sebagian daging aqiqah anaknya. Sebagian besar daging dibagikan, namun sebagian kecil untuk keluarga yang beraqiqah.
4. Apa hukumnya jika tidak melaksanakan aqiqah?
Mengingat hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, maka orang tua yang tidak melaksanakannya tidak berdosa. Namun, mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala dan keutamaan besar dari ibadah yang sangat dianjurkan ini.
5. Apakah ada perbedaan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan?
Ya, ada perbedaan dalam jumlah hewan yang disembelih. Untuk anak laki-laki disunnahkan dua ekor kambing/domba, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing/domba.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai ibadah aqiqah dan panduan Islami lainnya, kunjungi blog Aqiqah Nurul Hayat.
Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.