Siapa yang Berhak Memotong Rambut Bayi Saat Aqiqah? Pahami Hukum dan Tata Caranya

Salah satu pertanyaan umum yang muncul saat persiapan ibadah aqiqah adalah mengenai yang berhak memotong rambut bayi saat aqiqah. Proses pencukuran rambut bayi ini bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang memiliki makna mendalam. Memahami tata cara dan siapa saja yang dianjurkan untuk melakukannya akan membantu Anda menyempurnakan ibadah aqiqah buah hati.

yang berhak memotong rambut bayi saat aqiqah aqiqah nurul hayat

Hukum dan Pentingnya Mencukur Rambut Bayi dalam Aqiqah

Dalam Islam, mencukur rambut bayi saat aqiqah adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Ini menunjukkan betapa pentingnya ritual ini dalam rangkaian ibadah aqiqah.

Pencukuran rambut bayi ini bukan hanya untuk kebersihan, tetapi juga simbolisasi pembersihan diri dari segala kotoran dan dosa yang melekat sejak lahir, serta sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas karunia seorang anak. Rambut yang dicukur kemudian ditimbang, dan seberat timbangan rambut tersebut disedekahkan dalam bentuk emas atau perak (atau nilai uangnya).

Siapa Saja yang Dianjurkan Memotong Rambut Bayi Saat Aqiqah?

Meskipun tidak ada dalil khusus yang secara eksplisit menyebutkan individu tertentu yang berhak memotong rambut bayi saat aqiqah, praktik yang umum dan dianjurkan adalah sebagai berikut:

  1. Orang Tua Kandung (Ayah atau Ibu): Ini adalah pilihan utama dan paling dianjurkan. Ayah atau ibu memiliki ikatan batin terkuat dengan bayi, dan tindakan mencukur rambut ini dapat menjadi momen penuh kasih sayang dan doa. Selain itu, ini adalah bentuk tanggung jawab dan kasih sayang orang tua terhadap anaknya dalam menjalankan sunnah.
  2. Kerabat Dekat yang Saleh/Salihah: Jika orang tua merasa kurang mampu atau tidak berani mencukur rambut bayinya, bisa meminta bantuan kerabat dekat seperti kakek, nenek, paman, atau bibi yang dikenal saleh dan memiliki pengetahuan agama yang baik. Harapannya, mereka akan memanjatkan doa-doa baik saat melakukan proses pencukuran.
  3. Ahli Cukur Profesional yang Amanah: Dalam beberapa kasus, orang tua mungkin memilih untuk menggunakan jasa ahli cukur rambut bayi profesional yang terpercaya. Penting untuk memastikan ahli cukur tersebut memahami syariat Islam terkait aqiqah dan melakukannya dengan hati-hati serta bersih.

Penting untuk Diperhatikan: Siapa pun yang melakukan pencukuran, pastikan dilakukan dengan sangat hati-hati, lembut, dan menggunakan alat yang steril untuk menghindari luka pada kulit kepala bayi yang masih sangat sensitif. Utamakan keselamatan dan kenyamanan bayi.

Tata Cara Mencukur Rambut Bayi Sesuai Sunnah dan Keamanan

Proses mencukur rambut bayi saat aqiqah sebaiknya dilakukan dengan urutan dan perhatian khusus. Berikut adalah panduan tata caranya:

  1. Niat dan Doa: Mulailah dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan panjatkan doa memohon keberkahan dan perlindungan bagi bayi. Doa yang bisa dibaca antara lain: "Bismillahi Allahumma nuran wa hudaan wa thohuran wa syifaa’an." (Dengan nama Allah, ya Allah jadikanlah cahaya, petunjuk, kesucian, dan obat).
  2. Mencukur Hingga Gundul (Merata): Sunnahnya adalah mencukur rambut bayi hingga gundul atau merata. Ini berarti tidak hanya sebagian saja, melainkan seluruh rambut kepala bayi. Jika tidak memungkinkan digundul sempurna karena alasan tertentu (misalnya kondisi kulit kepala bayi), maka minimal dipendekkan secara merata.
  3. Kumpulkan Rambut dan Timbang: Setelah dicukur, kumpulkan rambut bayi dan timbanglah. Berat rambut ini kemudian menjadi dasar untuk bersedekah.
  4. Bersedekah Seberat Timbangan Rambut: Sedekahkan emas atau perak (atau nilai uangnya) seberat timbangan rambut tersebut. Ini adalah bagian penting dari hikmah mencukur rambut.
  5. Perhatikan Keamanan dan Kebersihan:
    • Gunakan gunting atau alat cukur khusus bayi yang tajam dan steril.
    • Pastikan bayi dalam keadaan tenang dan nyaman. Anda bisa melakukannya setelah bayi kenyang atau saat tidur.
    • Pegang kepala bayi dengan lembut dan hati-hati agar tidak bergerak tiba-tiba.
    • Jika menggunakan alat cukur elektrik, pastikan tidak melukai kulit kepala bayi.
    • Bersihkan sisa-sisa rambut dari kepala dan tubuh bayi setelah proses selesai.

Dengan memahami siapa yang berhak memotong rambut bayi saat aqiqah dan bagaimana tata caranya, Anda dapat menjalankan ibadah ini dengan tenang dan sesuai syariat. Untuk memastikan ibadah aqiqah Anda berjalan lancar dan syar’i, percayakan pada layanan profesional. Aqiqah Nurul Hayat selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.

Hikmah di Balik Pencukuran Rambut Bayi Saat Aqiqah

Ritual mencukur rambut bayi dalam aqiqah memiliki hikmah yang mendalam, antara lain:

  • Kebersihan dan Kesehatan: Rambut bayi yang baru lahir seringkali masih membawa sisa-sisa kotoran dari rahim. Mencukurnya hingga bersih membantu menjaga kebersihan kulit kepala dan kesehatan bayi.
  • Simbolis Pembersihan Diri: Proses ini melambangkan pembersihan diri bayi dari segala kotoran dan dosa, serta memulai lembaran baru dalam kehidupan dengan fitrah yang suci.
  • Tanda Ketaatan dan Syukur: Melaksanakan sunnah Rasulullah SAW adalah bentuk ketaatan dan rasa syukur orang tua kepada Allah SWT atas anugerah keturunan.
  • Tanda Kerendahan Hati: Tindakan mencukur rambut hingga gundul juga melambangkan kerendahan hati dan kesederhanaan, menjauhkan dari kesombongan duniawi.
  • Peluang Bersedekah: Dengan menimbang rambut dan bersedekah seberat nilai timbangannya, ini membuka peluang bagi orang tua untuk berbagi rezeki dan mendapatkan pahala.

Aqiqah Nurul Hayat memahami pentingnya setiap detail dalam ibadah aqiqah, termasuk proses pencukuran rambut. Kami hadir untuk membantu Anda menyempurnakan ibadah ini dengan mudah dan sesuai syariat.

FAQ Seputar Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah

1. Apakah wajib mencukur rambut bayi saat aqiqah?

Mencukur rambut bayi saat aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Meskipun tidak wajib, sangat dianjurkan untuk melakukannya sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah aqiqah.

2. Bolehkah mencukur rambut bayi sebagian saja?

Sunnahnya adalah mencukur rambut bayi hingga gundul atau merata di seluruh bagian kepala. Jika hanya mencukur sebagian saja tanpa ada alasan syar’i yang kuat, hal itu kurang sempurna dan menyerupai gaya rambut qaza’ yang tidak dianjurkan dalam Islam.

3. Kapan waktu terbaik untuk mencukur rambut bayi saat aqiqah?

Waktu terbaik untuk mencukur rambut bayi adalah pada hari ketujuh setelah kelahirannya, bersamaan dengan penyembelihan hewan aqiqah dan pemberian nama. Jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, bisa dilakukan pada hari ke-14 atau hari ke-21.

4. Apakah ada doa khusus saat mencukur rambut bayi?

Tidak ada doa khusus yang ma’tsur (diriwayatkan secara spesifik) dari Rasulullah SAW untuk dibaca saat mencukur rambut bayi. Namun, disunnahkan untuk membaca Basmalah ("Bismillahirrohmanirrohim") dan memanjatkan doa-doa kebaikan untuk bayi, seperti doa yang telah disebutkan sebelumnya: "Bismillahi Allahumma nuran wa hudaan wa thohuran wa syifaa’an."

Butuh layanan aqiqah yang terpercaya dan syar’i? Kunjungi Aqiqah Nurul Hayat — layanan aqiqah #1 di Indonesia dengan 52 cabang siap melayani Anda.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top